Saturday, February 21, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
March 2, 2024
in Pendidikan
Reading Time: 4min read
0
Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan, KH. Lukman Haris Dimyati saat memberikan beberapa pesan penting kepada santri pasca mondok. (Foto: Bir Nadian Wildan Ihsana/Beritapacitan.com)

205
SHARES
501
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN -Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Pacitan, Jawa Timur telah diwisuda, Jumat,(1/3/2024) malam. Ditandai dengan adanya acara tahunan bertajuk Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Kelas III MA.

Demikianlah beberapa pesan refleksi penting dan penekanan untuk masa depan yang disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Tremas kepada para santrinya. Pasca mereka menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Related posts

Suasana kelas di salah satu sekolah di Pacitan yang tengah mengalami kekosongan posisi Kepala Sekolah. Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk segera melakukan pengisian jabatan. (Foto: Istimewa / Berita Pacitan)

98 Sekolah di Pacitan Kosong Kepala Sekolah, Dindik Targetkan Pengisian Rampung Februari 2026

January 14, 2026
69
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
9

Dalam Perayaannya, Pengasuh Ponpes Tremas, KH. Luqman Harist Dimyathi, berpesan kepada para santri, agar setelah lulus tidak berhenti menuntut ilmu.

“Nanti setelah lulus jangan berhenti menuntut ilmu kalian tetap harus belajar, mau hifdhil Qur’an silahkan, mau kuliah silahkan, mau mondok lagi silahkan, mau Ma’had Ali silahkan, mencari ilmu Minal Mahdi Ilallah dimana saja silahkan,” ajak KH. Lukman yang juga selaku pimpinan Majlis Ma’arif Pondok Tremas, Jumat, (1/3/2024) malam.

Tak lupa, tambah dia, para santri diminta untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

“Jangan berhenti untuk mengamalkan ilmu yang didapat,” imbuhnya.

Sementa itu. Terkait pernikahan sebagai bekal santri, KH Lukman menjelaskan, bahwa anjuran pernikahan antara santri laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan.

Bagi santri laki-laki yang baru saja lulus dari pondok pesantren, Dia mengatakan, sejatinya mereka tidak pantas untuk langsung diminta oleh orang tuanya.

“Apabila kalian setelah tamat minta nikah ke bapak ibumu itu belum pantas untuk yang lelaki. Coba 7 santri berdiri, lihatlah ini usianya masih 18-21 tahun apa sudah pantas kalau menikah?, nabi Muhammad saja berumur 25 tahun baru menikah kalian masih usia segini kok ingin menikah,” papar KH. Lukman menjelaskan.

Sedangkan, selanjutnya, bagi santri putri diberikan kelenturan dalam memilih untuk menikah, baik setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren ataupun setelah hafal Al-Qur’an.

Namun dengan catatan, dari segala sisi antara kedua pihak keluarga telah mengaku setuju untuk dinikahkan.

Dia mengambil contoh Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menikah di usia muda, yaitu 11 tahun.

“Apabila sudah memiliki kecocokan dari berbagai pihak, monggo diperbolehkan. Tapi bisa disarankanya mencari ilmu dulu, namun,” sambungnya.

Pun ia menegaskan, bahwa tuntutan ilmu adalah hal yang paling utama bagi para pemuda dan pemudi. Alasannya, di usia muda, permasalahan dan tanggung jawab belum sebanyak ketika tengah memasuki usia tua.

Menurutnya, pernikahan merupakan hal yang harus dipikirkan secara matang. Bagi laki-laki di usia muda, pernikahan tidak disarankan karena tanggung jawabnya besar.

“Santri laki-laki harus siap mengelola kehidupan pernikahan, ekonomi, dan pemikirannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, laki-laki dianjurkan untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pengalamannya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kehidupan pernikahannya lebih tertata.

Selain itu bagi wanita, menikah diperbolehkan muda dengan jaminan pihak keluarga telah merasa cocok.

“Karena titahnya wanita itu mengikuti dan membantu pria dalam berumah tangga, namun juga dianjurkan untuk menuntut ilmu terlebih dahulu,” terangnya kembali.

Usai memberikan pesan, KH Lukman berharap santri yang lulus dari Pondok Tremas, dapat menjadi manusia yang lebih baik, kini dan masa mendatang.

 

Sebagai catatan, Haflah merupakan kegiatan rutin tahunan pondok pesantren yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan ini mudah dikenal oleh para alumni dan orang-orang yang akrab dengan pesantren.

Setelah lulus, para santri putra dikirim ke berbagai pelosok untuk berdakwah. Dakwah ini dimaklumi oleh para pembimbing dan alumni yang berada di lokasi dakwah.

Haflah menjadi momen istimewa bagi para santri untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama ditempa ilmu agama.

Acara seremonial tersebut dihadiri oleh para wali murid yang berasal dari luar kota, tak sedikit yang berasal dari luar pulau, serta para masyarakat sekitar.

Kedatangan mereka, untuk menyaksikan prosesi kegiatan Haflah. Para alumni pun turut hadir untuk mengobati rasa rindu pada suasana pesantren yang pernah mereka tinggali.(al/jh/red)

Tags: #PACITANPondok TremasWisuda
SendShare82Tweet51
Previous Post

Wisuda Pondok Tremas Bawa Berkah, Pedagang UMKM Kehujanan Cuan

Next Post

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

ST Burhanuddin: Program Bersih-Bersih BUMN Merupakan Langkah Preventif dan Represif Terhadap Fraud

ST Burhanuddin: Program Bersih-Bersih BUMN Merupakan Langkah Preventif dan Represif Terhadap Fraud

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Ketua PC PMII Pacitan, Sunardi, menyoroti serius kondisi penerangan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Minimnya lampu penerangan di sejumlah titik disebut menjadi perhatian bersama agar tidak terus memakan korban. (Foto : Dok PMII Pacitan for Beritapacitan.com).
Daerah

Makan Puluhan Korban, PMII Pacitan Minta Penerangan JLS Segera Dibenahi

by Sunardi
February 21, 2026
0
38

Beritapacitan.com, PACITAN - Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan kembali menjadi perhatian. Minimnya penerangan di...

Read more
Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Pacitan terpantau ramai. Sejumlah titik persimpangan yang telah terpasang perangkat ETLE statis masih menunggu proses pengaktifan. Satlantas Polres Pacitan saat ini mengoptimalkan mobil incar (ETLE mobile) untuk meningkatkan penindakan pelanggaran secara elektronik di wilayah hukum Pacitan. (Foto: Sunadi Berita Pacitan).

ETLE Statis Belum Aktif, Satlantas Pacitan Optimalkan Mobil Incar di 2026

February 20, 2026
22
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi saat menyampaikan harapan di momen hari jadi Pacitan, Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: Sunardi Berita Pacitan)

Ketua DPRD ASB Harap Warga Kian Sejahtera di Usia Pacitan ke-281

February 19, 2026
7
Petugas Satlantas Polres Pacitan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kecelakaan adu banteng di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan, Rabu malam (18/2/2026). (Foto : Istimewa for Beritapacitan.com).

Adu Banteng di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Meninggal Dunia di TKP

February 18, 2026
458
Pengurus Cabang PMII Pacitan Masa Khidmat 2025–2026 resmi dilantik dengan penuh khidmat dan semangat pergerakan. (Foto : Doc. PMII Pacitan)

Resmi Dilantik, PC PMII Pacitan Tegaskan Mitra Kritis-Solutif Pembangunan Daerah

February 15, 2026
28

Berita Terbaru

Ketua PC PMII Pacitan, Sunardi, menyoroti serius kondisi penerangan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Minimnya lampu penerangan di sejumlah titik disebut menjadi perhatian bersama agar tidak terus memakan korban. (Foto : Dok PMII Pacitan for Beritapacitan.com).

Makan Puluhan Korban, PMII Pacitan Minta Penerangan JLS Segera Dibenahi

February 21, 2026
Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Pacitan terpantau ramai. Sejumlah titik persimpangan yang telah terpasang perangkat ETLE statis masih menunggu proses pengaktifan. Satlantas Polres Pacitan saat ini mengoptimalkan mobil incar (ETLE mobile) untuk meningkatkan penindakan pelanggaran secara elektronik di wilayah hukum Pacitan. (Foto: Sunadi Berita Pacitan).

ETLE Statis Belum Aktif, Satlantas Pacitan Optimalkan Mobil Incar di 2026

February 20, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Makan Puluhan Korban, PMII Pacitan Minta Penerangan JLS Segera Dibenahi
  • ETLE Statis Belum Aktif, Satlantas Pacitan Optimalkan Mobil Incar di 2026
  • Ketua DPRD ASB Harap Warga Kian Sejahtera di Usia Pacitan ke-281
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In