Saturday, May 23, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
March 2, 2024
in Pendidikan
Reading Time: 4min read
0
Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan, KH. Lukman Haris Dimyati saat memberikan beberapa pesan penting kepada santri pasca mondok. (Foto: Bir Nadian Wildan Ihsana/Beritapacitan.com)

218
SHARES
531
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN -Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Pacitan, Jawa Timur telah diwisuda, Jumat,(1/3/2024) malam. Ditandai dengan adanya acara tahunan bertajuk Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Kelas III MA.

Demikianlah beberapa pesan refleksi penting dan penekanan untuk masa depan yang disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Tremas kepada para santrinya. Pasca mereka menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Related posts

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

May 13, 2026
83
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
27

Dalam Perayaannya, Pengasuh Ponpes Tremas, KH. Luqman Harist Dimyathi, berpesan kepada para santri, agar setelah lulus tidak berhenti menuntut ilmu.

“Nanti setelah lulus jangan berhenti menuntut ilmu kalian tetap harus belajar, mau hifdhil Qur’an silahkan, mau kuliah silahkan, mau mondok lagi silahkan, mau Ma’had Ali silahkan, mencari ilmu Minal Mahdi Ilallah dimana saja silahkan,” ajak KH. Lukman yang juga selaku pimpinan Majlis Ma’arif Pondok Tremas, Jumat, (1/3/2024) malam.

Tak lupa, tambah dia, para santri diminta untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.

“Jangan berhenti untuk mengamalkan ilmu yang didapat,” imbuhnya.

Sementa itu. Terkait pernikahan sebagai bekal santri, KH Lukman menjelaskan, bahwa anjuran pernikahan antara santri laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan.

Bagi santri laki-laki yang baru saja lulus dari pondok pesantren, Dia mengatakan, sejatinya mereka tidak pantas untuk langsung diminta oleh orang tuanya.

“Apabila kalian setelah tamat minta nikah ke bapak ibumu itu belum pantas untuk yang lelaki. Coba 7 santri berdiri, lihatlah ini usianya masih 18-21 tahun apa sudah pantas kalau menikah?, nabi Muhammad saja berumur 25 tahun baru menikah kalian masih usia segini kok ingin menikah,” papar KH. Lukman menjelaskan.

Sedangkan, selanjutnya, bagi santri putri diberikan kelenturan dalam memilih untuk menikah, baik setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren ataupun setelah hafal Al-Qur’an.

Namun dengan catatan, dari segala sisi antara kedua pihak keluarga telah mengaku setuju untuk dinikahkan.

Dia mengambil contoh Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menikah di usia muda, yaitu 11 tahun.

“Apabila sudah memiliki kecocokan dari berbagai pihak, monggo diperbolehkan. Tapi bisa disarankanya mencari ilmu dulu, namun,” sambungnya.

Pun ia menegaskan, bahwa tuntutan ilmu adalah hal yang paling utama bagi para pemuda dan pemudi. Alasannya, di usia muda, permasalahan dan tanggung jawab belum sebanyak ketika tengah memasuki usia tua.

Menurutnya, pernikahan merupakan hal yang harus dipikirkan secara matang. Bagi laki-laki di usia muda, pernikahan tidak disarankan karena tanggung jawabnya besar.

“Santri laki-laki harus siap mengelola kehidupan pernikahan, ekonomi, dan pemikirannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, laki-laki dianjurkan untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan pengalamannya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kehidupan pernikahannya lebih tertata.

Selain itu bagi wanita, menikah diperbolehkan muda dengan jaminan pihak keluarga telah merasa cocok.

“Karena titahnya wanita itu mengikuti dan membantu pria dalam berumah tangga, namun juga dianjurkan untuk menuntut ilmu terlebih dahulu,” terangnya kembali.

Usai memberikan pesan, KH Lukman berharap santri yang lulus dari Pondok Tremas, dapat menjadi manusia yang lebih baik, kini dan masa mendatang.

 

Sebagai catatan, Haflah merupakan kegiatan rutin tahunan pondok pesantren yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadhan. Kegiatan ini mudah dikenal oleh para alumni dan orang-orang yang akrab dengan pesantren.

Setelah lulus, para santri putra dikirim ke berbagai pelosok untuk berdakwah. Dakwah ini dimaklumi oleh para pembimbing dan alumni yang berada di lokasi dakwah.

Haflah menjadi momen istimewa bagi para santri untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama ditempa ilmu agama.

Acara seremonial tersebut dihadiri oleh para wali murid yang berasal dari luar kota, tak sedikit yang berasal dari luar pulau, serta para masyarakat sekitar.

Kedatangan mereka, untuk menyaksikan prosesi kegiatan Haflah. Para alumni pun turut hadir untuk mengobati rasa rindu pada suasana pesantren yang pernah mereka tinggali.(al/jh/red)

Tags: #PACITANPondok TremasWisuda
SendShare87Tweet55
Previous Post

Wisuda Pondok Tremas Bawa Berkah, Pedagang UMKM Kehujanan Cuan

Next Post

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

ST Burhanuddin: Program Bersih-Bersih BUMN Merupakan Langkah Preventif dan Represif Terhadap Fraud

ST Burhanuddin: Program Bersih-Bersih BUMN Merupakan Langkah Preventif dan Represif Terhadap Fraud

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)
Peristiwa

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

by Admin Berita Pacitan
May 23, 2026
0
4

Beritapacitan.com, PACITAN - Warga RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan dibuat resah dengan kondisi...

Read more
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026
34
Satpol PP Kabupaten Pacitan saat apel untuk melakukan penegakan ketertiban umum dan pelanggaran Perda di Pacitan, Jumat, 22 Mei 2026.

Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban

May 22, 2026
11
Petugas Satpol PP Kabupaten Pacitan saat melakukan patroli penertiban gelandangan dan pengemis di kawasan lampu merah di Pacitan, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Satpol PP Pacitan Gencar Patroli, Lampu Merah Kini Sepi dari Gelandangan dan Pengemis

May 20, 2026
20
Zio Ataya Ariassafa, siswa kelas 5 SD Nuril Islam Pacitan, sukses meraih Juara 1 lomba renang pada ajang Porseni Kabupaten Pacitan 2026. (Foto: Tri Setyowati For Berita Pacitan)

Putranya Juara Renang, Wali Murid Sebut Porseni Jadi Panggung Bakat Anak-anak Pacitan

May 20, 2026
87

Berita Terbaru

Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman
  • Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan
  • Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In