Monday, May 25, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

Sunardi by Sunardi
January 9, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

46
SHARES
112
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak alias tak kunjung berjalan optimal, inisiatif justru datang dari warga.

Bangunan yang sempat mangkrak itu kini dimanfaatkan sebagai unit produksi pupuk kompos berbahan kotoran hewan.

Related posts

Suasana panggung utama Syawalan Fest yang ramai dikerumuni penonton. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Lautan Manusia Padati Syawalan Fest 2026, Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Warga

April 12, 2026
28
Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
28

Kepala Dusun Kendal sekaligus Kepala Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kendal, Turmudi, mengalihfungsikan fasilitas tersebut menjadi tempat pengolahan pupuk organik murni tanpa campuran bahan kimia.

Sejak 2023, pengelolaan unit produksi sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabnya menyusul reorganisasi kepengurusan KSM.

“Sebelumnya sudah ada kegiatan, tapi tidak maksimal. Setelah diserahkan ke saya, kami fokuskan untuk produksi kompos,” kata Turmudi saat ditemui Beritapacitan com, Kamis, 9 Januari 2026.

Saat ini, unit produksi didukung dua mesin pabrikan berupa mesin penggiling dan mesin pengayak bermesin diesel Kubota.

Meski masih dalam keterbatasan, proses produksi terus berjalan dengan melibatkan sedikitnya lima pekerja lokal.

Aktivitas pengolahan kerap dilakukan pada malam hari menyesuaikan waktu luang para pekerja.

Bahan baku kompos berasal dari kotoran sapi kering, daun hijau tidak berminyak seperti daun jati, serta rumput gunung atau suket jarongan.

Seluruh bahan difermentasi secara alami menggunakan molase racikan sendiri dari nanas dan gula pasir.

“Kotoran sapi disusun sebagai lapisan dasar, ditutup daun hijau, lalu dilapisi lagi kotoran sapi. Setelah disiram molase, ditutup plastik 12 sampai 15 hari,” jelasnya.

Setelah fermentasi selesai, bahan digiling dan diayak hingga halus sebelum dikemas.

Menurut Turmudi, pupuk organik tersebut cocok digunakan untuk tanaman jagung, kacang, dan tanaman ladang lainnya.

“Kalau sudah jadi rabuk, baunya langsung hilang,” ujarnya.

Unit produksi kompos KSM Kendal berdiri di atas lahan seluas 12 x 26 meter dengan bangunan permanen yang menyerupai pabrik kecil.

Lokasi itu sejatinya merupakan TPS 3R yang tidak berfungsi sebagaimana peruntukannya.

“Karena TPS 3R tidak bisa berjalan dengan baik, akhirnya dimanfaatkan untuk pengelolaan kompos,” kata Turmudi.

Meski produksi berjalan, persoalan pemasaran masih menjadi kendala. Produk pupuk kompos belum melalui uji laboratorium, sementara biaya pengujian dinilai cukup mahal.

Upaya pengusulan bantuan uji laboratorium melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat dilakukan, namun hingga kini belum terealisasi.

“Karena awalnya ini TPS 3R, jadi sempat mau diusulkan untuk uji lab,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga masih rendah.

Warga Desa Kendal disebut enggan membayar iuran sampah meski hanya Rp5.000, dan lebih memilih mengubur sampah di pekarangan rumah.

Dari sisi produksi, Turmudi mengaku siap memenuhi permintaan pasar. Namun akses pasar dan legalitas masih menjadi hambatan utama.

Ketersediaan bahan baku pun tidak selalu stabil. Kotoran sapi dibeli dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per muatan dan diangkut menggunakan kendaraan tosa.

Pada 2024 lalu, KSM Kendal bahkan memanfaatkan bongkaran kandang sapi yang diangkut hingga 23 dam truk. Harga pupuk kompos dipasarkan Rp30 ribu per sak plastik.

Di tengah fasilitas yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, inisiatif warga Desa Kendal menunjukkan solusi tetap bisa tumbuh dari bawah.(*)

Tags: #PACITANDesa Kendalinisiatif wargaKecamatan PunungPengelolaan Sampahpupuk komposTPS 3R
SendShare18Tweet12
Previous Post

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

Next Post

Cara Tekan Tuas Nozzle Diklaim Tak Pengaruhi Isi BBM di SPBU Pacitan

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Petugas metrologi Disdagnaker Pacitan saat melakukan tera ulang dispenser BBM di salah satu SPBU, Senin, 12 Januari 2026. (Foto: Dok. Disdagnaker Pacitan for Berita Pacitan)

Cara Tekan Tuas Nozzle Diklaim Tak Pengaruhi Isi BBM di SPBU Pacitan

Membawa pengeras suara dan sejumlah dokumen kajian, kader PMII Pacitan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan audiensi langsung dengan jajaran pejabat terkait. (Foto : Dokumen PMII for Berufa Pacitan).

PMII Desak DLH Pacitan Benahi TPS 3R, Kepala Dinas Diingatkan Risiko Pidana Lingkungan

Suasana kelas di salah satu sekolah di Pacitan yang tengah mengalami kekosongan posisi Kepala Sekolah. Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk segera melakukan pengisian jabatan. (Foto: Istimewa / Berita Pacitan)

98 Sekolah di Pacitan Kosong Kepala Sekolah, Dindik Targetkan Pengisian Rampung Februari 2026

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kasdim 0801/Pacitan Mayor Inf. Muhajir saat melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Watumejo, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin, 25 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)
Lingkungan

Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan

by Admin Berita Pacitan
May 25, 2026
0
20

Beritapacitan.com, PACITAN - Upaya perlindungan kawasan pesisir terus diperkuat Kodim 0801/Pacitan melalui aksi penanaman mangrove serentak di kawasan Obyek Wisata Watumejo,...

Read more
Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026
8
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026
36
Satpol PP Kabupaten Pacitan saat apel untuk melakukan penegakan ketertiban umum dan pelanggaran Perda di Pacitan, Jumat, 22 Mei 2026.

Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban

May 22, 2026
11
Petugas Satpol PP Kabupaten Pacitan saat melakukan patroli penertiban gelandangan dan pengemis di kawasan lampu merah di Pacitan, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Satpol PP Pacitan Gencar Patroli, Lampu Merah Kini Sepi dari Gelandangan dan Pengemis

May 20, 2026
21

Berita Terbaru

Kasdim 0801/Pacitan Mayor Inf. Muhajir saat melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Watumejo, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin, 25 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan

May 25, 2026
Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan
  • Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman
  • Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In