Tuesday, May 26, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

6 Fakta Mistis Gunung Limo di Pacitan 

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
February 3, 2024
in Kesehatan
Reading Time: 4min read
0
6 Fakta Mistis Gunung Limo di Pacitan 
303
SHARES
740
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terdapat sebuah gunung yang banyak menyimpan misteri, yaitu Gunung Limo.

Gunung ini terletak di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung. Terkenal dengan keberadaannya karena menimbulkan aura spiritual yang kuat, dan bahkan dianggap keramat atau angker oleh sebagian masyarakat.

Related posts

Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
44
Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Tahun 2025, Pacitan Gagal Zero Kematian Ibu dan Bayi

December 17, 2025
98

Adapun sederet fakta dari Gunung Limo yang terangkum diantaranya sebagai berikut:

1. Watu Lawang

Disana terdapat lokasi yang dinamai Watu Lawang atau disebut juga dengan Gerbang Wahyu Setangkep/Selo Manangkep. Sebuah pintu masuk menuju jalur pertapaan atau puncak gunung dengan diameter sedalam 7 meter dengan lebar hanya 23 cm.

Masyarakat percaya, bahwa Batu ini hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang memiliki kesucian hati.

Menurut Sunaryo, juru kunci Gunung Limo, gerbang ini merupakan pintu menuju tempat moksanya (membebaskan diri dari keterikatan dunia) Resi Eyang Tunggul Wulung, seorang tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

“Watu Lawang adalah Jalan masuk atau pintu masuk menuju ke Gua dan puncak gunung limo. Watu Lawang berupa sebuah batu belah yang digunakan sebagai jalan masuk menuju puncak gunung limo,” kata Juru Kunci Gunung Limo, Sunaryo.

Keunikan gerbang ini terletak pada ukurannya yang tidak lazim alias sempit. Di mana orang-orang yang tak memiliki hati bersih bakal sukar melewatinya.

Bagi orang yang tidak memiliki kesucian hati, gerbang ini akan terasa sempit membuatnya tidak bisa melintas.

Terlebih bagi pendaki yang tidak menjaga ucapan, atau mengumpat. Mereka kemungkinan besar dapat mengalami hal-hal buruk seperti mengalami masalah dalam perjalanan atau bahkan terhimpit diantara selah watu lawang saat melintas.

“Sekilas kami beritahukan kepada pendaki yang ingin menuju puncak gunung limo bahwa adat Jawa itu harus punya sopan santun, apalagi terutama di Gunung Limo,” pintanya.

2. Pertapaan Keramat

Selain itu, di area pertapaan, terdapat tempat yang terbagi menjadi dua bagian. Yakni tempat singgah bertapa Tunggul Wulung dan Nyai Abang.

Pertapaan Tunggul Wulung, dipercayai merupakan lambang menuju ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT. Sedangkan pertapaan Nyai Abang melambangkan jalan menuju perbuatan ingkar kepada Allah SWT.

“Kalau sampai di pertapaan Eyang Tunggal Wulung, memang harus dijaga. Jangan sampai setelah di pertapaan entah mau berak, kencing di tahan dulu. Apalagi antara laki-laki dan perempuan jangan sampai gojekan atau berperilaku kurang sopan,” pesannya.

3. Tetaken dan Gunung yang Berjumlah Lima

Terdapat tradisi rutin di Gunung Limo, sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kini dapat dinikmati masyarakat luas, digambarkan melalui upacara adat yang disebut Tetaken.

Secara singkat, upacara tersebut menceritakan tentang purnanya (wisudanya) para pertapa dalam menuntut ilmu di Padepokan Tunggul Wulung. Atas keberhasilannya, kemudian disambut rasa syukur oleh keluarga dan warga setempat.

Ritual yang kental dengan suasana mistis religius ini rutin digelar setiap tanggal 1 Suro (Muharam), disusul upacaranya dilakukan tanggal 15 Suro. Pada tahun 2020 lalu, telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud RI, dengan nomor registrasi 202001176.

Sedangkan, adanya penanaman gunung limo tersebut karena adanya gugusan gunung yang berjumlah lima, yaitu, Gunung Gembuk, Pakis Cakar, Lanang, Kukusan, serta Limo di Desa Mantren.

Sejauh ini, lokasi yang paling terkenal mistis dan memiliki aura spiritual adalah Gunung Limo.

4. Dihuni Makhluk Gaib dan Aura Mistis

Saat melintasi batu-batu besar disana, banyak pendaki mengakui merasakan suasana berbeda. Merinding hingga bulu kuduk berdiri.

Berbagai ahli spiritual berpendapat, konon terdapat bermacam-macam penunggu dari golongan makhluk tak kasat mata yang menghuni disana. Seperti berwujud ular besar, jin, tuyul, siluman hingga nenek-nenek tua.

Meski membuat jantung berdegup kencang. Gunung Limo tetap sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin melakukan ritual spiritual, seperti meditasi, tirakat, dan mencari hal duniawi. Tak jarang, para pelancong luar kota datang untuk memanjatkan doa dan meminta sesuatu.

5. Simbol Batas Dimensi Ghaib

Seorang pendaki spiritual, Kinan Dewe menyebut terdapat sesuatu yang diluar dugaan pasca pendakian.

Setelah dirinya melakukan pendeteksian energi saat berada di puncak. Ia menyebut ternyata Gunung Limo bukan hanya sekedar gunung tempat bertapanya Tunggul Wulung.

Namun, Gunung Limo merupakan simbol batas dimensi ghaib dan spiritual. “Ini ada hubungannya dengan penguasa pantai selatan dikenal sebagai ratu Pantai selatan,” tulis Pendaki, Kinan Dewe dalam channel YouTubenya yang diunggah satu bulan lalu.

Menurut Kinan, batas dimensi ghaib wilayah kekuasaan pantai selatan terbagi menjadi tiga. Dari ujung barat pulau Jawa ke arah timur sampai dengan Pantai Pangandaran dibawah saat ini berada di bawah kekuasaan putri dari Trah Kerajaan Pajajaran.

“Kemudian dari Pantai Pangandaran ke timur sampai ke Pacitan di pantai sekitar Gunung Limo sampai Kecamatan Lorok merupakan kekuasaan seorang putri atau bidadari dari Trah Majapahit Akhir-Mataram. Terakhir, dari pantai di Kecamatan Lorok ke arah timur pulau Jawa, ada dibawah kekuasaan seorang putri dari Trah Kediri,” sambungnya.

Dia mengungkapkan bahwa ternyata gunung limo bukan hanya sekedar gunung yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai gunung mistis. Tetapi ternyata juga menjadi simbol yang berperan dalam batas sekat pada dimensi lain.

“Namun, tentu saja ini hanya dipercaya oleh sebagian para pelaku spiritualis yg mempercayai hal tersebut dan hal ini tergantung juga keyakinan masing masing individu,” pungkasnya.

6. Pongaan

Selain hal mistisnya yang bikin pengen kencing, Gunung Limo juga menawarkan keindahan alamnya.

Tempat ini dinamai “Pongaan” atau dalam Istilah jawa adalah pengungakan yaitu sebuah tempat untuk melihat-lihat pemandangan dari atas gunung limo.

Pun menjadi tempat persinggahan pertama setelah masuk watu lawang sebelum ke goa. Lokasi ini cocok untuk menikmati pemandangan indah dari atas gunung.

Pongaan menjadi tempat yang ideal untuk beristirahat setelah mendaki jalan yang curam dan melelahkan. Di sini, para pendaki dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan menghilangkan rasa lelah setelah melewati jalan yang curam.

Itulah sederet fakta menarik terkait Gunung Limo yang dipercaya keramat oleh sebagian besar masyarakat.

Gunung Limo sendiri memiliki makna “Ayo bersama-sama sembahyang lima waktu atau melakukan sholat”. Hal ini menunjukkan bahwa, sejatinya tempat ini adalah tempat yang suci dan penuh berkah. (*)

Source: Ahmadi
Via: Rojihan
Tags: #PACITANFakta BaruGunung LimoMistis
SendShare121Tweet76
Previous Post

Pemkab Pacitan Perlu Genjot Kinerja untuk Dongkrak Ekonomi

Next Post

Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Tergerus Kultur, Petani Milenial di Pacitan Terancam Punah

Tergerus Kultur, Petani Milenial di Pacitan Terancam Punah

Berbakti Tanpa Batas, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jualan Es Teh Jumbo Bantu Keuangan Keluarga

Berbakti Tanpa Batas, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jualan Es Teh Jumbo Bantu Keuangan Keluarga

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kasdim 0801/Pacitan Mayor Inf. Muhajir saat melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Watumejo, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin, 25 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)
Lingkungan

Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan

by Admin Berita Pacitan
May 25, 2026
0
21

Beritapacitan.com, PACITAN - Upaya perlindungan kawasan pesisir terus diperkuat Kodim 0801/Pacitan melalui aksi penanaman mangrove serentak di kawasan Obyek Wisata Watumejo,...

Read more
Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026
10
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026
36
Satpol PP Kabupaten Pacitan saat apel untuk melakukan penegakan ketertiban umum dan pelanggaran Perda di Pacitan, Jumat, 22 Mei 2026.

Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban

May 22, 2026
12
Petugas Satpol PP Kabupaten Pacitan saat melakukan patroli penertiban gelandangan dan pengemis di kawasan lampu merah di Pacitan, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Satpol PP Pacitan Gencar Patroli, Lampu Merah Kini Sepi dari Gelandangan dan Pengemis

May 20, 2026
21

Berita Terbaru

Kasdim 0801/Pacitan Mayor Inf. Muhajir saat melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Watumejo, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Senin, 25 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan

May 25, 2026
Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tebar Ribuan Bibit Mangrove di Watumejo, Cara Kodim 0801 Lindungi Pesisir Pacitan
  • Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman
  • Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In