Sunday, May 10, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Tahun 2025, Pacitan Gagal Zero Kematian Ibu dan Bayi

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
December 17, 2025
in Kesehatan
Reading Time: 2min read
0
Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

38
SHARES
93
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan gagal mencapai target Zero Case Kematian Ibu dan Bayi (AKIAKP) tahun 2025. Hingga akhir Desember 2025, Dinas Kesehatan Pacitan masih mencatat adanya tiga kasus kematian ibu dan 57 kasus kematian bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, Nunuk Irawati, mengatakan kematian ibu terjadi pada bulan Januari, Maret, dan Mei 2025, sedangkan kematian bayi berlangsung sepanjang tahun hingga Desember.

Related posts

Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
37
Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Dinas PPKB dan PPPA Pacitan: Prevalensi Stunting Turun 9,2 Persen

July 18, 2025
116

“Kalau jumlah absolutnya, kematian ibu ada tiga kasus, sedangkan kematian bayi sampai Desember 2025 ada 57 kasus,” kata Nunuk Irawati, Rabu (17/12/2025).

Target zero case kematian ibu dan bayi sebelumnya menjadi agenda besar Pemerintah Kabupaten Pacitan dan ditetapkan sebagai sasaran lintas sektor.

Namun, capaian tersebut belum bisa direalisasikan hingga akhir tahun 2025.

“Zero case itu cita-cita besar dan target yang kemarin ditetapkan oleh Bupati Pacitan, termasuk menjadi target kepala dinas dan kepala KB. Tapi memang sampai saat ini belum bisa kita capai,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kematian ibu pada 2025 mengalami peningkatan dibanding 2024. Pada 2024 tercatat dua kasus kematian ibu, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi tiga kasus.

Untuk kematian bayi, jumlah kasus juga naik dari 51 kasus pada 2024 menjadi 57 kasus pada 2025.

“Kalau kita lihat trennya, 2024 kematian ibu ada dua, 2025 menjadi tiga. Kematian bayi juga naik dari 51 menjadi 57 kasus,” jelasnya.

Dari hasil kajian Dinas Kesehatan Pacitan, faktor geografis masih menjadi kendala utama. Jarak tempuh rujukan dari puskesmas ke fasilitas kesehatan, bahkan di beberapa wilayah ambulans tidak bisa menjangkau lokasi persalinan.

“Faktor pertama itu geografis. Ada wilayah yang ambulans tidak bisa masuk,” kata Nunuk.

Ia menjelaskan, seluruh ibu yang meninggal dunia sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin dan lengkap, termasuk pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan.

Namun, pada fase akhir kehamilan atau pasca persalinan, ibu berada di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.

“Dari pemeriksaan kehamilan sebenarnya sudah cukup dan lengkap. Tapi di fase akhir, ibu berada di lokasi yang jauh dari jangkauan layanan kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil audit, penyebab dominan kematian ibu adalah pendarahan. Salah satu kasus terjadi, di mana ibu selamat saat persalinan, namun meninggal dunia pada hari ketujuh pasca melahirkan.

Dua kasus lainnya juga berkaitan dengan pendarahan, termasuk pada persalinan kembar.

“Kalau dari kajian, kematian ibu ini semuanya karena pendarahan. Ada yang meninggal di hari ketujuh pasca melahirkan, ada yang karena pendarahan hebat, dan satu kasus karena persalinan kembar,” terangnya.

Sementara itu, penyebab kematian bayi didominasi oleh gangguan pernapasan, seperti gagal napas akibat lilitan tali pusar, berat badan lahir rendah, hingga bayi dengan berat lahir sangat rendah.

“Bayi banyak yang meninggal karena gagal napas, ada yang terlilit tali pusar dua kali, ada yang berat lahirnya dua setengah kilo, bahkan ada yang hanya delapan ratus gram,” kata Nunuk.

Dinas Kesehatan Pacitan mengklaim telah melakukan audit dan kajian pada setiap kasus kematian ibu dan bayi melalui tim Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, dokter spesialis, UGD, dan tenaga anestesi.

“Kita lakukan kajian di setiap kasus, kemudian hasilnya kita diseminasi untuk perbaikan penanganan ke depan,” ujarnya.

Meski target zero case gagal tercapai, Nunuk menyebut angka kematian ibu dan bayi di Pacitan masih berada di bawah rata-rata nasional.

Namun capaian zero kematian yang sempat diraih beberapa puskesmas pada 2024 belum dapat dipertahankan pada 2025.

“Untuk 2024 kemarin kita sempat memberikan penghargaan ke beberapa puskesmas yang zero kematian. Tapi untuk 2025 memang belum bisa kita rekap seperti itu,” pungkasnya.(*)

Tags: #PACITANDinkes PacitanEvaluasi Program KesehatanKematian Ibu dan BayiKesehatan Ibu dan AnakPemerintah Kabupaten PacitanZero Case AKI AKB
SendShare15Tweet10
Previous Post

Penyaluran Lebih Terbuka, Pemdes di Pacitan Tempeli Stiker Penerima Bansos di Rumah Warga

Next Post

Pelantikan PAW DPRD Pacitan Tunggu SK Gubernur, Dilakukan Dua Tahap

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Didik Alih, Sekretaris DPRD Kabupaten Pacitan, saat ditemui membahas proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pacitan di Gedung DPRD. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Pelantikan PAW DPRD Pacitan Tunggu SK Gubernur, Dilakukan Dua Tahap

Sunardi (kanan) saat serah terima simbolis setelah terpilih menjadi nahkoda baru PC PMII Pacitan pada Konfercab 15 di Gedung Aula Kantor Kecamatan Arjosari, Kamis (25/12/2025). (FOTO: Al Ahmadi)

Konfercab XV: Sunardi Terpilih Pimpin PC PMII Pacitan Periode 2025-2026

Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru oleh DPKPP Pacitan

Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru oleh DPKPP Pacitan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
Daerah

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

by Admin Berita Pacitan
May 10, 2026
0
12

Beritapacitan.com, PACITAN-Kesenian tradisional tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu terlihat dalam pengukuhan sekaligus pagelaran Langen...

Read more
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
19
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
32
Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

May 1, 2026
82
Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

April 28, 2026
10

Berita Terbaru

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026
  • PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In