Beritapacitan.com, PACITAN – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-III Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pacitan di Gedung DPRD Pacitan, menjadi titik balik konsolidasi alumni lintas generasi.
Dalam forum itu, Agus Salim ditetapkan sebagai ketua untuk periode 2026–2031.
Penetapan tersebut juga tidak main-mian, forum menetapkan yang tahu kebutuhan organisasi akan kepemimpinan yang mampu merawat kesinambungan sekaligus mendorong lompatan baru.
Muscab kali ini menegaskan bahwa IKA PMII Pacitan sedang memasuki fase penguatan arah dan peran strategis di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Agus Salim menempatkan kepemimpinan yang diembannya sebagai kelanjutan dari kerja panjang yang telah dirintis sebelumnya.
Fondasi organisasi, menurutnya, sudah diletakkan dan diperkuat oleh kepengurusan terdahulu, sehingga periode ini harus berorientasi pada hasil yang lebih konkret.
“Periode ini bukan memulai dari nol. Pondasi sudah dibangun oleh sahabat M. Zafry Wicaksono dan diperkuat pada masa sahabat Zainal Arifin. Yang diperlukan sekarang adalah memastikan keberlanjutan itu melahirkan capaian nyata,” tegasnya.
Salah satu agenda yang disorot adalah penyelesaian gedung permanen IKA PMII Pacitan yang telah dirintis sejak 2023.
Pembangunan tersebut dinilai bukan hanya kebutuhan fisik organisasi, tetapi simbol kemandirian dan keseriusan alumni dalam membangun institusi yang berkelanjutan.
“Gedung ini bukan sekadar bangunan, tapi representasi keseriusan kolektif. Jika soliditas terjaga, target penyelesaian dan pemanfaatannya di periode ini sangat realistis,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus Salim menegaskan bahwa IKA PMII Pacitan tidak boleh terjebak pada rutinitas organisasi semata.
Ia mendorong agar setiap gerakan memiliki orientasi dampak, baik secara sosial maupun nilai kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Organisasi tidak cukup hanya bergerak. Harus ada dampak yang terukur dan dirasakan. Di situlah nilai keberadaan kita diuji,” imbuhnya.
Di akhir, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh alumni sebagai energi utama organisasi. Tanpa partisipasi yang solid, arah besar yang telah dirumuskan tidak akan berjalan maksimal.
“IKA PMII ini milik bersama. Kekuatan utamanya ada pada keterlibatan anggotanya. Tanpa itu, organisasi hanya akan berjalan di tempat,” tandasnya.(*)







