Thursday, May 14, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Daerah

Petani Diminta Bergerak Cepat, DKPP Pacitan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
April 23, 2026
in Daerah
Reading Time: 2min read
0
Petani di Pacitan tetap mengolah lahan di tengah ancaman musim kering, memanfaatkan sisa curah hujan dan dukungan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian. (Foto : Sunardi / Beritapacitan.com).

Petani di Pacitan tetap mengolah lahan di tengah ancaman musim kering, memanfaatkan sisa curah hujan dan dukungan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian. (Foto : Sunardi / Beritapacitan.com).

10
SHARES
24
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan bergerak cepat menghadapi potensi kekeringan yang mulai mengintai musim tanam tahun ini.

Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, SP, M.Sc., menegaskan pentingnya langkah taktis dan respons cepat dari petani agar tidak kehilangan momentum produksi.

Related posts

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
25
Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

April 26, 2026
27

Sugeng menyebut kondisi cuaca yang masih belum menentu menjadi peluang sekaligus tantangan. Hujan yang masih turun sesekali harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

“Selagi masih ada potensi hujan, petani harus segera melakukan pengolahan lahan dan penanaman. Kita tidak bisa menebak cuaca ke depan, jadi momentum ini jangan disia-siakan,” tegasnya. Kamis, (23/4/2026).

DKPP, lanjut Sugeng, telah menyiapkan berbagai intervensi sejak 2024 hingga 2025 untuk menopang keberlanjutan pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Bantuan berupa sumur, jaringan irigasi perpipaan, hingga pompa air telah disalurkan melalui kelompok tani.

“Fasilitas itu bukan sekadar bantuan, tapi instrumen bertahan. Harus dimanfaatkan maksimal, terutama saat terjadi kekurangan air di fase kritis tanaman,” ujarnya lugas.

Di sisi lain, Sugeng juga menyoroti serapan pupuk subsidi yang masih tergolong rendah. Hingga Maret 2026, realisasi pupuk urea baru mencapai 18 persen, sementara NPK di angka 14 persen.

“Kuota tersedia, jangan sampai tidak terserap optimal. Mekanisme penebusan juga sudah jelas petani wajib membawa KTP, dan jika diwakilkan harus ada surat kuasa serta fotokopi identitas,” jelasnya.

DKPP juga membuka ruang pengaduan bagi petani yang mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk subsidi.

Ia menegaskan, seluruh petani yang tergabung dalam kelompok tani telah memiliki alokasi pupuk.

“Kalau masih ada yang kesulitan, segera laporkan. Jangan dibiarkan. Sistem sudah mengakomodasi,” katanya.

Terkait potensi penyimpangan di lapangan, Sugeng memberi peringatan keras kepada kios pupuk yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau ada kios menjual di atas HET, itu pelanggaran dan pasti ada teguran. Pengawasan juga melibatkan dinas perdagangan dan pihak terkait,” tandasnya.

Meski demikian, hingga saat ini DKPP memastikan belum menerima laporan terkait kelangkaan pupuk di wilayah Pacitan. Distribusi dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan kelompok tani.

Tak hanya fokus pada ketersediaan input, DKPP juga mulai mendorong transformasi pola pertanian yang lebih berkelanjutan.

Petani didorong beralih secara bertahap ke pupuk organik dan pestisida nabati guna menjaga kesuburan tanah.

“Kalau tanah terus dieksploitasi tanpa perbaikan struktur, kesuburannya akan turun. Ini yang kita antisipasi sejak sekarang,” ungkap Sugeng.

Upaya tersebut diperkuat dengan keberadaan Asosiasi Pertanian Organik “Sahabat Bumi” di Pacitan yang telah mengantongi sertifikasi.

DKPP bersama komunitas tersebut terus mengintensifkan sosialisasi pertanian organik di tingkat petani.

Di sektor data, DKPP juga memastikan validitas penerima pupuk subsidi melalui pembaruan berkala E-RDKK. Pendataan dilakukan setiap empat bulan sekali atau tiga kali dalam setahun.

“Ini penting agar tidak ada petani yang tercecer. Yang belum terakomodasi masih punya kesempatan masuk dalam pembaruan data,” pungkasnya.(*)

Tags: berita Pacitan hari inidistribusi pupuk pacitanDKPP Pacitane-rdkk pacitanirigasi pertanian pacitankekeringan pacitanketahanan pangan pacitanlahan pertanian keringmusim kemarau pacitanpertanian organik pacitanpertanian pacitan 2026petani pacitanpompa air petanipupuk subsidi pacitansolusi kekeringan petani
SendShare4Tweet3
Previous Post

Tiang Listrik Tumbang Timpa Rumah Warga di Pacitan, Keluhan Tak Kunjung Ditindaklanjuti

Next Post

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)
Pendidikan

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

by Admin Berita Pacitan
May 13, 2026
0
67

Beritapacitan.com, PACITAN - Kesejahteraan guru madrasah yang disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan, kini ditindaklanjuti dan dibahas dalam...

Read more
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026
171
Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
25
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
23
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
51

Berita Terbaru

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

May 13, 2026
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi
  • Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!
  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In