Thursday, May 14, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
April 28, 2026
in Pemerintahan
Reading Time: 2min read
0
Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

5
SHARES
12
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Kondisi Shelter Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan kian memprihatinkan. Separuh lapak tampak kosong dan aktivitas perdagangan terlihat lesu.

Namun di tengah kondisi tersebut, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penyewaan kios tahun 2025 tetap diklaim tercapai oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan.

Related posts

Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
38
Kepala Dinas Perkimtan Pacitan, Heru Tunggul, saat memberikan keterangan terkait capaian program 3 juta rumah yang hingga kini baru satu yang memenuhi indikator BPHTB dan PBG di Pacitan, Kamis (16/4/2026). (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Pacitan Kejar Target Program 3 Juta Rumah, Baru Satu yang Penuhi Indikator BPHTB dan PBG

April 16, 2026
39

PAD yang ditargetkan sebesar Rp6 juta per tahun disebut berhasil dipenuhi. Padahal berdasarkan pantauan di lokasi, saat ini hanya sekitar lima pedagang yang masih bertahan menempati lapak di shelter tersebut.

Jika dihitung dari jumlah penyewa aktif, pendapatan dari lima pedagang diperkirakan hanya menghasilkan sekitar Rp3 juta per tahun. Kondisi itu memunculkan tanda tanya publik terkait mekanisme pemenuhan target PAD di tengah minimnya okupansi kios.

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan, Sri Kusumo, mengakui bahwa kekurangan target PAD dibebankan kepada para pengguna fasilitas shelter.

“Fasilitas itu kan ada penggunanya, termasuk Mbak Ana. Kita komunikasikan ke mereka, PAD-nya targetnya kurang sekian segera dipenuhi,” ujarnya. Selasa, (28/4/2026).

Pernyataan tersebut memicu sorotan lantaran para pedagang dinilai harus ikut menutup kekurangan target meski kondisi usaha di shelter sedang sepi pengunjung.

Sejumlah lapak di Shelter PLUT diketahui sudah lama tidak beroperasi. Beberapa kios tampak kosong tanpa aktivitas jual beli. Cat kusam dan pintu kios tertutup menjadi pemandangan yang kontras dengan tujuan awal pembangunan shelter sebagai pusat pengembangan UMKM di Pacitan.

Lesunya aktivitas perdagangan disebut dipengaruhi minimnya pembeli serta lokasi shelter yang dinilai kurang strategis untuk menarik keramaian. Kondisi itu membuat satu per satu pedagang memilih hengkang karena omzet dinilai tak mampu menutup biaya operasional harian.

“Kadang sehari tidak ada pembeli sama sekali,” ujar salah satu pedagang yang masih bertahan.

Di sisi lain, capaian PAD tetap diklaim terpenuhi meski jumlah penyewa terus menyusut. Publik pun mempertanyakan pola pengelolaan shelter serta dasar penarikan PAD ketika okupansi kios tidak berjalan normal.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai skema perhitungan PAD maupun mekanisme penutupan kekurangan target tersebut.(*)

Tags: #PACITANberitapacitanDinasKoperasiEkonomiDaerahFaktaLapanganLapakSepiPADPacitanPLUTPacitanTransparansiPADUmkm
SendShare2Tweet1
Previous Post

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

Next Post

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program 'Sekolah Sak Ngajine' di SPMB 2026

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)
Pendidikan

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

by Admin Berita Pacitan
May 13, 2026
0
67

Beritapacitan.com, PACITAN - Kesejahteraan guru madrasah yang disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan, kini ditindaklanjuti dan dibahas dalam...

Read more
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026
171
Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
25
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
23
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
52

Berita Terbaru

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

May 13, 2026
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi
  • Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!
  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In