Wednesday, April 29, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dinas PPKB dan PPPA Pacitan: Prevalensi Stunting Turun 9,2 Persen

Editor: Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
July 18, 2025
in Kesehatan
Reading Time: 2min read
0
Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

47
SHARES
114
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Pacitan menunjukkan penurunan yang signifikan. Dari 20,9% pada tahun 2023, kini turun menjadi 11,7% di tahun 2025. Capaian tersebut diraih berkat kerja kolektif lintas sektor dan upaya masif edukasi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan Dinas PPKB dan PPPA bersama mitra.

Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pada faktor penyebab utama stunting di Pacitan, yakni pola asuh.

Related posts

Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
36
Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Tahun 2025, Pacitan Gagal Zero Kematian Ibu dan Bayi

December 17, 2025
87

“Penyebab stunting ada banyak, bisa dari asupan gizi, kesehatan, hingga faktor penyakit bawaan. Namun penyebab tertinggi di Pacitan adalah pola asuh. Maka fokus utama kami adalah intervensi melalui edukasi, terutama lewat program Sekolah Orang Tua Hebat,” jelas Jayuk saat ditemui, Jumat (18/7/2025).

Program Sekolah Orang Tua Hebat sudah dilaksanakan di seluruh desa di Pacitan sejak tahun lalu. Melalui program ini, para orang tua mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya gizi, perawatan anak, hingga cara mendidik anak secara sehat dan menyeluruh.

Selain itu, keterlibatan kader, remaja, hingga lansia dalam sosialisasi serta pendampingan kepada ibu hamil dan ibu pasca melahirkan turut menjadi bagian dari strategi menyeluruh.

Kolaborasi erat juga dilakukan dengan PKK desa dan para bidan untuk memastikan setiap calon ibu dan anak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang maksimal.

Tak hanya mengandalkan kerja satu dinas, upaya penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi bersama dinas kesehatan, pertanian, Kominfo, Bappeda, Dinsos, serta jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa.

“Kami rutin menggelar rapat koordinasi dan rembuk stunting mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Karena stunting bukan hanya urusan satu sektor, tapi semua harus bergerak bersama,” tegas Jayuk.

Ia mengakui bahwa pendekatan terhadap masyarakat pun harus menyesuaikan kondisi sosial yang beragam. Namun, dengan pendekatan yang sabar dan berkelanjutan, hasilnya kini bisa dirasakan bersama.

“Penurunan sebesar 9,2 persen ini adalah capaian luar biasa. Bahkan untuk Jawa Timur, Pacitan termasuk tiga besar kabupaten dengan penurunan stunting tertinggi,” tambahnya.

Menghadapi tantangan ke depan, Jayuk menyebut bahwa program Dinas PPKB dan PPPA akan tetap melanjutkan pendekatan holistik, dengan tambahan program berbasis Kementerian baru, yakni Kemendukbanga (Kementerian Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berkualitas).

Beberapa program unggulan yang akan diterapkan antara lain:
1. GATI (Gerakan Ayah Teladan) Menumbuhkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak agar tumbuh berkarakter.
2. TAMASYA (Tama Asuh Anak) Edukasi kesehatan anak dan ibu di lembaga pendidikan seperti penitipan anak.
3. SIDAYA (Sinergi Pemberdayaan Lansia) Menyiapkan lansia tahun 2045 agar tetap produktif dan tidak menjadi beban keluarga maupun negara.

Jayuk juga mengungkapkan bahwa Sekolah Lansia Tangguh sudah mulai berdiri di Arjosari, dan tahun ini tengah digalakkan di seluruh kecamatan bekerja sama dengan desa untuk pendanaan.

Di akhir wawancara, Jayuk menyampaikan pesan penting kepada seluruh orang tua di Pacitan, baik ibu maupun ayah.

“Perhatikan kesehatan ibu sejak sebelum menikah. Ikuti bimbingan nikah bersama Kemenag, periksa kehamilan secara rutin, berikan ASI eksklusif selama enam bulan tanpa tambahan PMT, dan aktif hadir ke posyandu setiap bulan,” imbaunya.

Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam membentuk karakter anak melalui keterlibatan dalam tumbuh kembang mereka, sebagaimana semangat Gerakan Ayah Teladan.

Dengan semangat gotong royong dan edukasi berkelanjutan, Jayuk optimis Pacitan dapat terus menekan angka stunting demi menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan.(*)

Tags: #PACITANStunting di Pacitan
SendShare19Tweet12
Previous Post

Wow! Nol Kasus Rokok Ilegal di Pacitan, Dewan Ingatkan: Jangan Lengah

Next Post

Kolaborasi Jaga Bumi di Pancer Door, DLH Pacitan Ajak Warga Aktif Rawat Wisata

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Kepala DLH, Cicik Roudlotul Jannah mengatakan bahwa aksi bersih pantai bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ajakan terbuka kepada semua pihak untuk ikut menjaga lingkungan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Kolaborasi Jaga Bumi di Pancer Door, DLH Pacitan Ajak Warga Aktif Rawat Wisata

Baritan, Tradisi Tolak Bala dan Syukur Leluhur Digelar di Dusun Wati Pacitan

Baritan, Tradisi Tolak Bala dan Syukur Leluhur Digelar di Dusun Wati Pacitan

Abdul Rohman (67), perajin kerupuk asal Baleharjo, Pacitan, bersama seorang warga menyusuri puing-puing rumah produksinya yang hangus dilalap api, Selasa (22/7/2025). Seluruh peralatan usaha miliknya ludes terbakar dalam insiden tersebut. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Lenyap Dilalap Api, Kakek Produsen Kerupuk Asal Pacitan Harus Memulai Usaha dari Nol

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).
Pemerintahan

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

by Sunardi
April 28, 2026
0
6

Beritapacitan.com, PACITAN - Kondisi Shelter Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan kian memprihatinkan. Separuh lapak tampak kosong dan aktivitas perdagangan...

Read more
Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

April 26, 2026
12
Petani di Pacitan tetap mengolah lahan di tengah ancaman musim kering, memanfaatkan sisa curah hujan dan dukungan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian. (Foto : Sunardi / Beritapacitan.com).

Petani Diminta Bergerak Cepat, DKPP Pacitan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan

April 23, 2026
19
Tiang listrik roboh dan menimpa rumah warga di kawasan Pasar Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Rabu (22/4/2026).(Foto: Warga for Beritapacitan.com)

Tiang Listrik Tumbang Timpa Rumah Warga di Pacitan, Keluhan Tak Kunjung Ditindaklanjuti

April 22, 2026
137
Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
36

Berita Terbaru

Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

April 28, 2026
Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

April 26, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai
  • Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak
  • Petani Diminta Bergerak Cepat, DKPP Pacitan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In