Saturday, April 11, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

6 Fakta Mistis Gunung Limo di Pacitan 

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
February 3, 2024
in Kesehatan
Reading Time: 4min read
0
6 Fakta Mistis Gunung Limo di Pacitan 
269
SHARES
656
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terdapat sebuah gunung yang banyak menyimpan misteri, yaitu Gunung Limo.

Gunung ini terletak di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung. Terkenal dengan keberadaannya karena menimbulkan aura spiritual yang kuat, dan bahkan dianggap keramat atau angker oleh sebagian masyarakat.

Related posts

Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Tahun 2025, Pacitan Gagal Zero Kematian Ibu dan Bayi

December 17, 2025
85
Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Dinas PPKB dan PPPA Pacitan: Prevalensi Stunting Turun 9,2 Persen

July 18, 2025
109

Adapun sederet fakta dari Gunung Limo yang terangkum diantaranya sebagai berikut:

1. Watu Lawang

Disana terdapat lokasi yang dinamai Watu Lawang atau disebut juga dengan Gerbang Wahyu Setangkep/Selo Manangkep. Sebuah pintu masuk menuju jalur pertapaan atau puncak gunung dengan diameter sedalam 7 meter dengan lebar hanya 23 cm.

Masyarakat percaya, bahwa Batu ini hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang memiliki kesucian hati.

Menurut Sunaryo, juru kunci Gunung Limo, gerbang ini merupakan pintu menuju tempat moksanya (membebaskan diri dari keterikatan dunia) Resi Eyang Tunggul Wulung, seorang tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

“Watu Lawang adalah Jalan masuk atau pintu masuk menuju ke Gua dan puncak gunung limo. Watu Lawang berupa sebuah batu belah yang digunakan sebagai jalan masuk menuju puncak gunung limo,” kata Juru Kunci Gunung Limo, Sunaryo.

Keunikan gerbang ini terletak pada ukurannya yang tidak lazim alias sempit. Di mana orang-orang yang tak memiliki hati bersih bakal sukar melewatinya.

Bagi orang yang tidak memiliki kesucian hati, gerbang ini akan terasa sempit membuatnya tidak bisa melintas.

Terlebih bagi pendaki yang tidak menjaga ucapan, atau mengumpat. Mereka kemungkinan besar dapat mengalami hal-hal buruk seperti mengalami masalah dalam perjalanan atau bahkan terhimpit diantara selah watu lawang saat melintas.

“Sekilas kami beritahukan kepada pendaki yang ingin menuju puncak gunung limo bahwa adat Jawa itu harus punya sopan santun, apalagi terutama di Gunung Limo,” pintanya.

2. Pertapaan Keramat

Selain itu, di area pertapaan, terdapat tempat yang terbagi menjadi dua bagian. Yakni tempat singgah bertapa Tunggul Wulung dan Nyai Abang.

Pertapaan Tunggul Wulung, dipercayai merupakan lambang menuju ketaatan dan kedekatan kepada Allah SWT. Sedangkan pertapaan Nyai Abang melambangkan jalan menuju perbuatan ingkar kepada Allah SWT.

“Kalau sampai di pertapaan Eyang Tunggal Wulung, memang harus dijaga. Jangan sampai setelah di pertapaan entah mau berak, kencing di tahan dulu. Apalagi antara laki-laki dan perempuan jangan sampai gojekan atau berperilaku kurang sopan,” pesannya.

3. Tetaken dan Gunung yang Berjumlah Lima

Terdapat tradisi rutin di Gunung Limo, sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kini dapat dinikmati masyarakat luas, digambarkan melalui upacara adat yang disebut Tetaken.

Secara singkat, upacara tersebut menceritakan tentang purnanya (wisudanya) para pertapa dalam menuntut ilmu di Padepokan Tunggul Wulung. Atas keberhasilannya, kemudian disambut rasa syukur oleh keluarga dan warga setempat.

Ritual yang kental dengan suasana mistis religius ini rutin digelar setiap tanggal 1 Suro (Muharam), disusul upacaranya dilakukan tanggal 15 Suro. Pada tahun 2020 lalu, telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud RI, dengan nomor registrasi 202001176.

Sedangkan, adanya penanaman gunung limo tersebut karena adanya gugusan gunung yang berjumlah lima, yaitu, Gunung Gembuk, Pakis Cakar, Lanang, Kukusan, serta Limo di Desa Mantren.

Sejauh ini, lokasi yang paling terkenal mistis dan memiliki aura spiritual adalah Gunung Limo.

4. Dihuni Makhluk Gaib dan Aura Mistis

Saat melintasi batu-batu besar disana, banyak pendaki mengakui merasakan suasana berbeda. Merinding hingga bulu kuduk berdiri.

Berbagai ahli spiritual berpendapat, konon terdapat bermacam-macam penunggu dari golongan makhluk tak kasat mata yang menghuni disana. Seperti berwujud ular besar, jin, tuyul, siluman hingga nenek-nenek tua.

Meski membuat jantung berdegup kencang. Gunung Limo tetap sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin melakukan ritual spiritual, seperti meditasi, tirakat, dan mencari hal duniawi. Tak jarang, para pelancong luar kota datang untuk memanjatkan doa dan meminta sesuatu.

5. Simbol Batas Dimensi Ghaib

Seorang pendaki spiritual, Kinan Dewe menyebut terdapat sesuatu yang diluar dugaan pasca pendakian.

Setelah dirinya melakukan pendeteksian energi saat berada di puncak. Ia menyebut ternyata Gunung Limo bukan hanya sekedar gunung tempat bertapanya Tunggul Wulung.

Namun, Gunung Limo merupakan simbol batas dimensi ghaib dan spiritual. “Ini ada hubungannya dengan penguasa pantai selatan dikenal sebagai ratu Pantai selatan,” tulis Pendaki, Kinan Dewe dalam channel YouTubenya yang diunggah satu bulan lalu.

Menurut Kinan, batas dimensi ghaib wilayah kekuasaan pantai selatan terbagi menjadi tiga. Dari ujung barat pulau Jawa ke arah timur sampai dengan Pantai Pangandaran dibawah saat ini berada di bawah kekuasaan putri dari Trah Kerajaan Pajajaran.

“Kemudian dari Pantai Pangandaran ke timur sampai ke Pacitan di pantai sekitar Gunung Limo sampai Kecamatan Lorok merupakan kekuasaan seorang putri atau bidadari dari Trah Majapahit Akhir-Mataram. Terakhir, dari pantai di Kecamatan Lorok ke arah timur pulau Jawa, ada dibawah kekuasaan seorang putri dari Trah Kediri,” sambungnya.

Dia mengungkapkan bahwa ternyata gunung limo bukan hanya sekedar gunung yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai gunung mistis. Tetapi ternyata juga menjadi simbol yang berperan dalam batas sekat pada dimensi lain.

“Namun, tentu saja ini hanya dipercaya oleh sebagian para pelaku spiritualis yg mempercayai hal tersebut dan hal ini tergantung juga keyakinan masing masing individu,” pungkasnya.

6. Pongaan

Selain hal mistisnya yang bikin pengen kencing, Gunung Limo juga menawarkan keindahan alamnya.

Tempat ini dinamai “Pongaan” atau dalam Istilah jawa adalah pengungakan yaitu sebuah tempat untuk melihat-lihat pemandangan dari atas gunung limo.

Pun menjadi tempat persinggahan pertama setelah masuk watu lawang sebelum ke goa. Lokasi ini cocok untuk menikmati pemandangan indah dari atas gunung.

Pongaan menjadi tempat yang ideal untuk beristirahat setelah mendaki jalan yang curam dan melelahkan. Di sini, para pendaki dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan menghilangkan rasa lelah setelah melewati jalan yang curam.

Itulah sederet fakta menarik terkait Gunung Limo yang dipercaya keramat oleh sebagian besar masyarakat.

Gunung Limo sendiri memiliki makna “Ayo bersama-sama sembahyang lima waktu atau melakukan sholat”. Hal ini menunjukkan bahwa, sejatinya tempat ini adalah tempat yang suci dan penuh berkah. (*)

Source: Ahmadi
Via: Rojihan
Tags: #PACITANFakta BaruGunung LimoMistis
SendShare108Tweet67
Previous Post

Pemkab Pacitan Perlu Genjot Kinerja untuk Dongkrak Ekonomi

Next Post

Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Rasakan Sensasi Pedas Menggigit Mie Huh Hah, Kuliner Kekinian Khas Pacitan

Tergerus Kultur, Petani Milenial di Pacitan Terancam Punah

Tergerus Kultur, Petani Milenial di Pacitan Terancam Punah

Berbakti Tanpa Batas, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jualan Es Teh Jumbo Bantu Keuangan Keluarga

Berbakti Tanpa Batas, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Jualan Es Teh Jumbo Bantu Keuangan Keluarga

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Pemerintahan

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

by Admin Berita Pacitan
April 8, 2026
0
37

Beritapacitan.com, PACITAN - Usai mengucapkan sumpah janji sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pacitan sisa masa jabatan 2024-2029,...

Read more
Perumda Air Minum Pacitan memastikan pasokan air masih aman, sembari menyiapkan strategi distribusi jika kemarau panjang terjadi. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman

April 8, 2026
10
Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
6
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
155
Komandan Yonif TP 934 Satria Buana Yudha (SBY), Mayor Inf Dr. Dian Nurhuda, memberikan keterangan kepada awak media terkait kegiatan Jumat Bersih bersama Forkopimda di Pacitan, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com)

Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah

March 27, 2026
93

Berita Terbaru

Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

April 8, 2026
Perumda Air Minum Pacitan memastikan pasokan air masih aman, sembari menyiapkan strategi distribusi jika kemarau panjang terjadi. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman

April 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan
  • Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman
  • Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In