Sunday, May 10, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Daerah

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
May 10, 2026
in Daerah
Reading Time: 2min read
0
Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Ratusan warga menghadiri pengukuhan dan pagelaran Langen Tayub di halaman Kantor Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Sabtu malam (9/5/2026). (Dok. Beritapacitan.com)

4
SHARES
10
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN-Kesenian tradisional tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu terlihat dalam pengukuhan sekaligus pagelaran Langen Tayub yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Kebonagung, Sabtu malam, 9 Mei 2026.

Ratusan warga dari 19 desa di Kecamatan Kebonagung hingga luar daerah memadati lokasi acara. Mereka larut dalam alunan gamelan dan tembang-tembang Jawa yang mengiringi pertunjukan hingga larut malam.

Related posts

Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

April 26, 2026
24
Petani di Pacitan tetap mengolah lahan di tengah ancaman musim kering, memanfaatkan sisa curah hujan dan dukungan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian. (Foto : Sunardi / Beritapacitan.com).

Petani Diminta Bergerak Cepat, DKPP Pacitan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kekeringan

April 23, 2026
23

Pagelaran tersebut bukan sekadar hiburan rakyat. Kegiatan itu juga menjadi ajang silaturahmi para pelaku seni tradisional sekaligus bentuk komitmen masyarakat menjaga warisan budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi.

Sejumlah tokoh masyarakat, pegiat seni, dan perwakilan pemerintah desa turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dewan Pembina Langen Tayub Kecamatan Kebonagung, Udin Wahyudi, mengatakan tayub merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat pedesaan yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.

Menurut Camat Kebonagung itu, keberadaan kelompok tayub di desa harus terus dijaga agar tidak hilang tergerus perkembangan budaya modern.

“Kami berharap desa-desa bisa terus melestarikan kesenian ini. Tayub merupakan warisan budaya yang sudah lama hidup di tengah masyarakat dan harus dijaga bersama,” kata Udin.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, tayub dikenal sebagai kesenian rakyat yang identik dengan tari dan iringan gamelan. Kesenian ini kerap hadir dalam hajatan maupun kegiatan budaya desa.

Di sejumlah wilayah Jawa Timur, tayub juga dimaknai sebagai ruang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Langen Tayub Kabupaten Pacitan, Arif Setyo Budi, menilai tantangan pelestarian budaya semakin berat di tengah perubahan sosial masyarakat.

Pria yang akrab disapa ASB itu menyebut kemajuan teknologi dan modernisasi tidak selalu berjalan seiring dengan kemajuan nilai budaya.

“Zaman modern rasanya masyarakat malah semakin susah. Bukan berarti ketika zaman semakin modern peradaban semakin maju, tapi ternyata bisa jadi malah semakin mundur,” ujarnya di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ASB juga menyampaikan lima pesan kehidupan kepada masyarakat. Mulai dari pentingnya keyakinan dalam menjalani hidup, menjaga kerukunan, bekerja keras, tidak meninggalkan doa, hingga menjaga harapan agar kehidupan tetap gemah ripah loh jinawi.

Suasana semakin hangat ketika ia menutup sambutannya dengan doa bagi masyarakat yang hadir.

“Semoga yang hadir dan pulang dari sini diberikan keselamatan, kesehatan, rezeki yang lancar, dan bagi yang punya hutang bisa segera lunas,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Pagelaran tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih mampu bertahan di tengah perkembangan budaya modern. Selain menjadi hiburan rakyat, tayub dinilai tetap memiliki peran sebagai media pemersatu masyarakat desa.

Sejumlah warga berharap kegiatan serupa terus digelar secara rutin agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya sendiri.

“Senang jika bisa terus dilestarikan,” kata Sularno, warga Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung.(*)

Tags: #PACITANArif Setyo BudiBerita Pacitanbudaya JawaInfo PacitanKebonagungkesenian tradisionallangen tayubpelestarian budayatayub PacitanUdin Wahyudi
SendShare2Tweet1
Previous Post

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
Daerah

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

by Admin Berita Pacitan
May 10, 2026
0
10

Beritapacitan.com, PACITAN-Kesenian tradisional tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu terlihat dalam pengukuhan sekaligus pagelaran Langen...

Read more
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
18
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
32
Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

May 1, 2026
81
Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

April 28, 2026
10

Berita Terbaru

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026
  • PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In