Beritapacitan.com, Pacitan– Menyambut bulan Ramadan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pacitan memastikan kesiagaan penuh selama 30 hari dengan pemantauan 24 jam guna mengantisipasi potensi konflik dalam pelaksanaan tradisi Rontek Gugah Sahur.
Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat, namun tak jarang memunculkan persoalan ketertiban hingga gesekan antar kelompok pemuda.
Oleh karena itu, Kesbangpol melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi konflik yang mungkin terjadi.
Kepala Bidang Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Pacitan, Herman Ramahi, SE., MM., menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengawasan intensif, baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial.
“Kami memastikan tim Kesbangpol akan terus siaga, baik di kantor maupun di wilayah-wilayah rawan. Pemantauan dilakukan 24 jam selama Ramadan untuk mencegah gesekan yang bisa berkembang menjadi konflik besar,” jelasnya kepada Berita Pacitan, Senin 3 Maret 2025.
Selain pengawasan, Kesbangpol juga memperkuat koordinasi dengan Satpol PP, kepolisian, TNI, Lanal, serta tokoh masyarakat untuk memperketat aturan pelaksanaan Rontek.
Regulasi yang lebih ketat telah disusun guna memastikan keseimbangan antara pelestarian budaya dan ketertiban umum.
“Rontek ini adalah tradisi yang perlu kita lestarikan, tetapi jangan sampai menimbulkan gangguan bagi masyarakat lain. Oleh karena itu, pengawasan ketat selama 30 hari ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara budaya dan ketertiban umum,” tambahnya.

Herman juga mengungkapkan bahwa jika terjadi bentrokan, pihak Kesbangpol akan langsung turun ke lokasi untuk melakukan mediasi dan mencegah konflik agar tidak semakin meluas.
“Kami lebih mengutamakan komunikasi dan mediasi di lapangan. Jika ada potensi konflik, kami akan bergerak cepat untuk menyelesaikannya sebelum meluas,” tegasnya.
Kesbangpol juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas, baik dengan memberikan pemahaman kepada anak muda maupun melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan.
Dengan kesiagaan penuh selama 30 hari, Kesbangpol berharap pelaksanaan Rontek Gugah Sahur tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan menjadi ajang kebersamaan tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Kami berharap tahun ini tidak ada konflik seperti tahun lalu karena komunikasi lebih intens dilakukan. Kami berkoordinasi dengan koordinator wilayah di desa dan kelurahan agar pelaksanaan Rontek tetap estetis sekaligus tetap menjaga keamanan,” pungkasnya.












