Saturday, May 23, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Wisuda Pondok Tremas Bawa Berkah, Pedagang UMKM Kehujanan Cuan

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
March 2, 2024
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
Wisuda Pondok Tremas Bawa Berkah, Pedagang UMKM Kehujanan Cuan

umkm di wisudah pondok tremas dibanjiri pembeli (Foto: beritapacitan.com)

26
SHARES
63
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN-Ponpes Tremas Pacitan, Jawa Timur, mendadak ramai didatangi pedagang dadakan pada Jumat (1/4/2024) sore. Keramaian ini dipicu oleh acara Haflah Akhidirosah dan Wisuda Kelulusan Santri MA.

Para pedagang memanfaatkan momen kedatangan wali santri dan rombongan keluarga dari berbagai daerah untuk meraup keuntungan.

Related posts

Suasana panggung utama Syawalan Fest yang ramai dikerumuni penonton. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Lautan Manusia Padati Syawalan Fest 2026, Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Warga

April 12, 2026
28
Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
28

Sejak petang, mereka sudah memadati area sekitar Ponpes Tremas. Mendirikan lapak-lapak di sekitar area Ponpes Tremas dan menawarkan berbagai macam dagangan dengan harga yang relatif murah.

Bertempat di pinggir jalan, para pedagang berjejer nyaris satu kilometer tanpa putus memenuhi bahu jalan.

Berbagai macam dagangan dijajakan, mulai dari makanan dan minuman, hingga pernak-pernik dan pakaian. Termasuk permainan berbayar, hingga aksesoris bernuansa spiritual.

Tentunya, kemeriahan ini tak pelak menarik perhatian pengunjung, baik dari kalangan wali murid maupun masyarakat setempat. Omzet para penjual di sekitar lokasi wisuda cenderung meningkat drastis.

Seperti yang diungkapkan oleh Umar (35), salah seorang pedagang asal desa setempat. Ia mengaku, pendapatannya meningkat drastis saat event wisuda berlangsung.

“Alhamdulillah, event ini selalu membawa berkah bagi kami. Ada banyak pendatang dari luar kota, untuk menghadiri anaknya berwisuda. Bukan hanya wali santri, warga setempat juga banyak yang hadir untuk menyaksikan kegiatan tahunan ini,” kata pria penjual minuman segar itu.

Di hari biasa, tambah Umar, dirinya dapat keuntungan bersih sekitar Rp100-200 ribu per hari. Sedangkan saat ada suatu kegiatan, Rp400-500 ribu rupiah dapat dikantonginya.

“Kalo naik bisa sampai 100 persen. Bisa dipake untuk kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Tak hanya pedagang lokal, para pedagang luar kota pun turut merasakan hal serupa.

Penjual Es Boba dan Aneka Kuliner Panggang, Ika, asal Baturetno, Jawa Tengah mengatakan telah berjualan selama 4 hari di lokasi wisuda. Pun peningkatan pendapatan juga tak luput dari sakunya.

“Saya kesini sudah 2 kali, yang pertama saat acara 2 Abad dan yang kedua acara ini. Saya sudah 4 hari berdagang disini dan pendapatan saya juga meningkat karena banyak sekali orang yang berkumpul disini dan membeli dagangan,” ungkapnya.

Agak berbeda dengan sebelumnya, dirasa kurang puas hanya sekadar keuntungan materil. Beberapa pedagang lain mengaku, kedatangannya adalah jug ingin mendapatkan keberkahan.

“Saya itu kesini tidak semata mata mencari uang dengan cara berdagang, tapi kesini itu juga ingin mencari keberkahan dari pondok. Pondok Tremas ini adalah pondok tua yang menghasilkan ulama ulama terkemuka dan karena itu ben kecipratan sawape,” tutur Pedagang Cinderamata asal Purwodadi, Jawa Tengah, Khoirul.

Meskipun jauh, dia meyakini bahwa selama seseorang sewaktu masih berusaha, disitulah ada jalan rezeki.

“Ya juga tak takut rugi karena dari Purwodadi ke Tremas juga butuh biaya. Datang 4 hari sebelum event ini dilaksanakan juga butuh biaya makan dan lain-lain,” pungkas pria pedagang cinderamata khas santri seperti tasbih, peci, gelang dan cincin berbahan kayu kaoka. (*)

Tags: EKONOMITremasUmkmWisuda
SendShare10Tweet7
Previous Post

Babak Baru Kasus Korupsi Tata Niaga Timah, Lima Smelter Swasta Terlibat, Kerugian Negara Rp271 T

Next Post

Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Ini Pesan Penting KH. Lukman Pasca Mondok di Tremas Pacitan

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Kemah Pramuka Cara MIN 3 Pacitan Bentuk Karakter Kepemimpinan dan Keagamaan Siswa

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

Sambut Ramadan, Warga Dusun Batulapak dan Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Bersihkan Makam

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)
Peristiwa

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

by Admin Berita Pacitan
May 23, 2026
0
4

Beritapacitan.com, PACITAN - Warga RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan dibuat resah dengan kondisi...

Read more
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026
34
Satpol PP Kabupaten Pacitan saat apel untuk melakukan penegakan ketertiban umum dan pelanggaran Perda di Pacitan, Jumat, 22 Mei 2026.

Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban

May 22, 2026
11
Petugas Satpol PP Kabupaten Pacitan saat melakukan patroli penertiban gelandangan dan pengemis di kawasan lampu merah di Pacitan, Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: Al Ahmadi/Berita Pacitan)

Satpol PP Pacitan Gencar Patroli, Lampu Merah Kini Sepi dari Gelandangan dan Pengemis

May 20, 2026
20
Zio Ataya Ariassafa, siswa kelas 5 SD Nuril Islam Pacitan, sukses meraih Juara 1 lomba renang pada ajang Porseni Kabupaten Pacitan 2026. (Foto: Tri Setyowati For Berita Pacitan)

Putranya Juara Renang, Wali Murid Sebut Porseni Jadi Panggung Bakat Anak-anak Pacitan

May 20, 2026
87

Berita Terbaru

Kondisi kabel listrik yang menjuntai rendah di RT 01 RW 07 Dusun Kayat, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, membuat warga khawatir terjadi sengatan listrik. (Foto: Dok. Warga)

Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman

May 23, 2026
Rumah warga penerima bantuan sosial di Pacitan yang mulai dipasangi stiker penanda program bansos oleh pemerintah desa dan pendamping PKH. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan

May 22, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Was-was Tersetrum, Warga Pringkuku Pacitan Minta PLN Segera Tangani Kabel Menjuntai Rendah di Permukiman
  • Program Stikerisasi Bansos di Pacitan Melempem, Baru Dua Desa yang Jalankan
  • Satpol PP Pacitan Ajak Warga Aktif Laporkan Perda dan Gangguan Ketertiban
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In