Beritapacitan.com, PACITAN – Langit Pantai Pancer Door dipenuhi warna-warni parasut saat prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 934/Satria Buwana Yudha menampilkan demonstrasi paralayang yang disaksikan ribuan masyarakat.
Aksi tersebut menjadi puncak penutupan latihan paralayang prajurit sekaligus menghadirkan hiburan edukatif bagi masyarakat Pacitan.
Sejak pagi, kawasan wisata andalan Pacitan itu dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung kemampuan prajurit TNI AD.
Selain demonstrasi paralayang, pengunjung juga disuguhkan berbagai atraksi seperti pencak silat militer, permainan nunchaku, kalistenik, hingga panahan yang memancing tepuk tangan para penonton.
Momentum tersebut juga menjadi penutupan resmi latihan paralayang Yonif TP 934/SBY yang dipimpin Komandan Yonif TP 934/SBY, Mayor Inf. Dr. Dian Nur Huda.
Dalam amanatnya, Mayor Dian mengapresiasi seluruh peserta, pelatih, instruktur, dan panitia yang telah menyelesaikan seluruh tahapan latihan dengan aman dan sesuai sasaran.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, penyelenggara, dan pelatih yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya sehingga latihan ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mencapai target yang diharapkan,” ujar Mayor Dian. Minggu (28/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kemampuan paralayang dan paramotor merupakan bagian dari pengembangan kualitas prajurit infanteri modern yang dituntut mampu menghadapi tantangan operasi yang terus berkembang.
Menurutnya, penguasaan ruang udara menjadi salah satu kompetensi penting karena melatih keberanian, ketepatan mengambil keputusan, kemampuan membaca kondisi cuaca dan arah angin, hingga meningkatkan mobilitas dalam berbagai skenario operasi.
“Kemampuan menguasai ruang udara menjadi salah satu nilai tambah bagi prajurit infanteri modern. Ini bukan hanya soal keberanian, tetapi juga kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, dan menjalankan misi secara efektif,” katanya.
Mayor Dian juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian latihan dapat diselesaikan dengan prinsip zero accident.
Meski latihan telah berakhir, ia mengingatkan agar kemampuan yang diperoleh tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus dipelihara melalui latihan yang berkesinambungan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan apresiasi kepada para instruktur dan pelatih, sekaligus mengucapkan selamat kepada 11 prajurit yang dinyatakan lulus sebagai cikal bakal penerbang paralayang di lingkungan Yonif TP 934/SBY.
Tak hanya menjadi ajang menunjukkan profesionalisme prajurit, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi antara TNI dan masyarakat.
Ribuan warga yang hadir tampak antusias menikmati setiap atraksi yang ditampilkan, menciptakan suasana akrab antara prajurit dan masyarakat.
Mayor Dian berharap kehadiran Yonif TP 934/Satria Buwana Yudha dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan teritorial maupun sosial.
“Teruslah berbuat yang terbaik, tulus dan ikhlas bagi masyarakat dan rakyat Pacitan, karena TNI adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” pungkasnya.
Penampilan kemampuan prajurit di Pantai Pancer Door pun menjadi salah satu magnet wisata akhir pekan di Pacitan.
Selain menghibur masyarakat, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kesiapan Yonif TP 934/SBY dalam membangun prajurit yang profesional, adaptif, dan memiliki kemampuan menghadapi tantangan operasi modern. (*)







