Friday, April 10, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

Sunardi by Sunardi
January 9, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

41
SHARES
100
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak alias tak kunjung berjalan optimal, inisiatif justru datang dari warga.

Bangunan yang sempat mangkrak itu kini dimanfaatkan sebagai unit produksi pupuk kompos berbahan kotoran hewan.

Related posts

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
15
Kader PMII Pacitan mengikuti doa bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Sekretariat Cabang PMII Pacitan, Sabtu malam (13/9/2025). (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

PMII Pacitan Gelar Do’a Bersama Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

September 13, 2025
61

Kepala Dusun Kendal sekaligus Kepala Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kendal, Turmudi, mengalihfungsikan fasilitas tersebut menjadi tempat pengolahan pupuk organik murni tanpa campuran bahan kimia.

Sejak 2023, pengelolaan unit produksi sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabnya menyusul reorganisasi kepengurusan KSM.

“Sebelumnya sudah ada kegiatan, tapi tidak maksimal. Setelah diserahkan ke saya, kami fokuskan untuk produksi kompos,” kata Turmudi saat ditemui Beritapacitan com, Kamis, 9 Januari 2026.

Saat ini, unit produksi didukung dua mesin pabrikan berupa mesin penggiling dan mesin pengayak bermesin diesel Kubota.

Meski masih dalam keterbatasan, proses produksi terus berjalan dengan melibatkan sedikitnya lima pekerja lokal.

Aktivitas pengolahan kerap dilakukan pada malam hari menyesuaikan waktu luang para pekerja.

Bahan baku kompos berasal dari kotoran sapi kering, daun hijau tidak berminyak seperti daun jati, serta rumput gunung atau suket jarongan.

Seluruh bahan difermentasi secara alami menggunakan molase racikan sendiri dari nanas dan gula pasir.

“Kotoran sapi disusun sebagai lapisan dasar, ditutup daun hijau, lalu dilapisi lagi kotoran sapi. Setelah disiram molase, ditutup plastik 12 sampai 15 hari,” jelasnya.

Setelah fermentasi selesai, bahan digiling dan diayak hingga halus sebelum dikemas.

Menurut Turmudi, pupuk organik tersebut cocok digunakan untuk tanaman jagung, kacang, dan tanaman ladang lainnya.

“Kalau sudah jadi rabuk, baunya langsung hilang,” ujarnya.

Unit produksi kompos KSM Kendal berdiri di atas lahan seluas 12 x 26 meter dengan bangunan permanen yang menyerupai pabrik kecil.

Lokasi itu sejatinya merupakan TPS 3R yang tidak berfungsi sebagaimana peruntukannya.

“Karena TPS 3R tidak bisa berjalan dengan baik, akhirnya dimanfaatkan untuk pengelolaan kompos,” kata Turmudi.

Meski produksi berjalan, persoalan pemasaran masih menjadi kendala. Produk pupuk kompos belum melalui uji laboratorium, sementara biaya pengujian dinilai cukup mahal.

Upaya pengusulan bantuan uji laboratorium melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat dilakukan, namun hingga kini belum terealisasi.

“Karena awalnya ini TPS 3R, jadi sempat mau diusulkan untuk uji lab,” ujarnya.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga masih rendah.

Warga Desa Kendal disebut enggan membayar iuran sampah meski hanya Rp5.000, dan lebih memilih mengubur sampah di pekarangan rumah.

Dari sisi produksi, Turmudi mengaku siap memenuhi permintaan pasar. Namun akses pasar dan legalitas masih menjadi hambatan utama.

Ketersediaan bahan baku pun tidak selalu stabil. Kotoran sapi dibeli dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per muatan dan diangkut menggunakan kendaraan tosa.

Pada 2024 lalu, KSM Kendal bahkan memanfaatkan bongkaran kandang sapi yang diangkut hingga 23 dam truk. Harga pupuk kompos dipasarkan Rp30 ribu per sak plastik.

Di tengah fasilitas yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, inisiatif warga Desa Kendal menunjukkan solusi tetap bisa tumbuh dari bawah.(*)

Tags: #PACITANDesa Kendalinisiatif wargaKecamatan PunungPengelolaan Sampahpupuk komposTPS 3R
SendShare16Tweet10
Previous Post

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

Next Post

Cara Tekan Tuas Nozzle Diklaim Tak Pengaruhi Isi BBM di SPBU Pacitan

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Petugas metrologi Disdagnaker Pacitan saat melakukan tera ulang dispenser BBM di salah satu SPBU, Senin, 12 Januari 2026. (Foto: Dok. Disdagnaker Pacitan for Berita Pacitan)

Cara Tekan Tuas Nozzle Diklaim Tak Pengaruhi Isi BBM di SPBU Pacitan

Membawa pengeras suara dan sejumlah dokumen kajian, kader PMII Pacitan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan audiensi langsung dengan jajaran pejabat terkait. (Foto : Dokumen PMII for Berufa Pacitan).

PMII Desak DLH Pacitan Benahi TPS 3R, Kepala Dinas Diingatkan Risiko Pidana Lingkungan

Suasana kelas di salah satu sekolah di Pacitan yang tengah mengalami kekosongan posisi Kepala Sekolah. Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk segera melakukan pengisian jabatan. (Foto: Istimewa / Berita Pacitan)

98 Sekolah di Pacitan Kosong Kepala Sekolah, Dindik Targetkan Pengisian Rampung Februari 2026

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Pemerintahan

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

by Admin Berita Pacitan
April 8, 2026
0
37

Beritapacitan.com, PACITAN - Usai mengucapkan sumpah janji sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pacitan sisa masa jabatan 2024-2029,...

Read more
Perumda Air Minum Pacitan memastikan pasokan air masih aman, sembari menyiapkan strategi distribusi jika kemarau panjang terjadi. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman

April 8, 2026
10
Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
6
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
155
Komandan Yonif TP 934 Satria Buana Yudha (SBY), Mayor Inf Dr. Dian Nurhuda, memberikan keterangan kepada awak media terkait kegiatan Jumat Bersih bersama Forkopimda di Pacitan, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com)

Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah

March 27, 2026
91

Berita Terbaru

Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

April 8, 2026
Perumda Air Minum Pacitan memastikan pasokan air masih aman, sembari menyiapkan strategi distribusi jika kemarau panjang terjadi. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman

April 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan
  • Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman
  • Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In