Friday, January 9, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

Editor: Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
January 8, 2026
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
0
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

3
SHARES
7
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan belum dapat memastikan angka terbaru Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya.

Hingga kini, proses pendataan ulang masih terus dilakukan untuk memperoleh data riil sekaligus memetakan penyebab utama persoalan tersebut.

Related posts

Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
374
Sumino, dari Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas perkembangan pendataan serta pembinaan pondok pesantren di Kabupaten Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Pendataan Pesantren Pacitan: 46 Terdaftar, Empat Lembaga Masih Proses Izin Operasional

November 21, 2025
40

Kepala Dindik Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengatakan pihaknya masih melakukan penyisiran menyeluruh karena data yang ada belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

“Untuk angka ATS terbaru, kami masih berupaya menyisir data riilnya. Akan kami data ulang agar jelas berapa jumlahnya dan apa penyebab dominannya,” ujar Khemal, Kamis, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, persoalan ATS di Pacitan tidak bisa dipandang semata-mata akibat keterbatasan biaya pendidikan.

Berdasarkan pengamatan sementara, faktor sosial justru menjadi penyebab yang lebih dominan dan membutuhkan upaya bersama lintas sektor.

“Yang jelas, penyebab ATS itu karena permasalahan sosial. Ini yang perlu effort besar dan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat,” katanya.

Khemal juga menyinggung keberadaan program sekolah rakyat gratis yang selama ini sering dianggap sebagai solusi utama persoalan ATS.

Namun, menurutnya, program tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan.

“Sekolah rakyat yang gratis ternyata belum bisa memenuhi kuota. Kalau ATS itu disebut karena faktor biaya, itu juga bisa jadi kurang tepat,” ucapnya.

Ia menilai, persoalan ATS lebih banyak berkaitan dengan pola pikir, kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta kondisi sosial keluarga dan lingkungan sekitar anak.

Sebagai langkah ke depan, Dinas Pendidikan Pacitan berencana melibatkan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, yakni camat dan kepala desa.

Peran mereka dinilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan.

“Kami akan menggandeng pak camat dan pak kades sebagai pemangku kepentingan sosial kemasyarakatan. Mereka harus ikut memberikan pemahaman pentingnya pendidikan dan mengubah cara berpikir masyarakat,” jelas Khemal.

Ia menyebut, penanganan ATS tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor pendidikan, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini bukan hanya urusan sekolah, tapi urusan bersama,” pungkasnya.(*)

Tags: Anak Tidak SekolahATS PacitanDinas Pendidikan PacitanPendidikan PacitanSekolah Rakyat Gratis
SendShare1Tweet1
Previous Post

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

Next Post

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

by Sunardi
January 9, 2026
0
49

Beritapacitan.com, PACITAN - Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak...

Read more
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
7
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
25
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
63
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
374

Berita Terbaru

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

January 9, 2026
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos
  • Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan
  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In