Beritapacitan.com, PACITAN – Perwakilan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo 1, Rudy Agustian, memberikan klarifikasi terkait keluhan sebagian wali murid mengenai menu Makan Bergizi (MBG) yang sempat menjadi perbincangan pada akhir-akhir ini.
Dalam keterangannya, Rudy menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai masukan dari masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami dari SPPG Sidomulyo 1 sangat berterima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan. Hal itu menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan dapat memperbaiki kekurangan dalam pelayanan,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tim dapur yang terdiri dari para pelayan dan petugas penyedia makanan terus berupaya melakukan pembenahan agar pelayanan sesuai dengan regulasi dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Rudy mengungkapkan, polemik bermula pada menu yang disajikan pada 24 Februari 2026, yakni buah belimbing dan abon, yang dinilai sebagian pihak hanya terdiri dari dua item.
Saat itu, pihaknya juga langsung mendapat teguran dari wali murid serta Koordinator Wilayah MBG.
“Pada saat itu memang ada teguran dari wali murid yang menanyakan mengapa menunya hanya dua item. Koordinator wilayah juga langsung menegur kami,” jelasnya.
Namun Bahwa pihaknya segera merespons teguran tersebut dengan melakukan perbaikan dalam proses pelayanan.
“Setelah adanya teguran tersebut, kami langsung melakukan evaluasi internal dan pembenahan dalam proses penyajian agar pelayanan ke depan dapat berjalan lebih baik dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurut Rudy, salah satu hal yang kerap disalahpahami adalah terkait besaran anggaran per porsi makanan.
Ia menyebutkan bahwa terdapat perbedaan antara porsi kecil dan porsi besar.
“Banyak yang mengira anggaran per porsi sebesar Rp15 ribu. Padahal untuk porsi kecil anggarannya Rp8 ribu, dan yang kami laksanakan di lapangan saat itu adalah porsi kecil dengan dua item menu,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa proses pengadaan bahan baku dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan yang layak dan higienis untuk dikonsumsi.
“Kami membeli bahan yang sudah mencakup berbagai komponen. Namun tetap kami sortir kembali agar yang disajikan benar-benar layak dan higienis,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga memperhitungkan berbagai biaya operasional dalam proses penyediaan makanan.
Terkait dengan pengelolaan anggaran, ia menegaskan bahwa pihaknya sebagai mitra pelaksana program siap mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang berasal dari pemerintah.
“Sebagai mitra dalam program ini, kami tentu bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran dari pemerintah. Dari pihak SPPG Sidomulyo 1 kami siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi dan evaluasi, SPPG Sidomulyo 1 kini rutin memperbarui informasi menu harian melalui media sosial resmi, lengkap dengan label harga per kemasan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.
“Dari pemerintah pusat memang diwajibkan untuk mengunggah menu setiap hari. Hal itu juga untuk menjelaskan perbedaan antara porsi kecil dan porsi besar kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)







