Sunday, May 10, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Daerah

Langit Pacitan Penuh Warna: Layang-Layang Jadi Tradisi Komunal Setiap Musim Angin

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
September 17, 2025
in Daerah
Reading Time: 1min read
0
Pemuda di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, tengah merakit layangan malam berlampu warna-warni. Tradisi musim angin ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan lintas generasi di Pacitan. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

Pemuda di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, tengah merakit layangan malam berlampu warna-warni. Tradisi musim angin ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan lintas generasi di Pacitan. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

16
SHARES
40
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Langit Pacitan kembali dihiasi warna-warni layang-layang raksasa seiring datangnya musim angin. Dari anak-anak hingga orang dewasa, tradisi turun-temurun ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat, fenomena ini bukan sekadar permainan musiman, melainkan warisan budaya yang terus hidup lintas generasi.

Related posts

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
12
Agus Salim memberikan sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 dalam Muscab-III di Gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Yusuf Arifa'i for Beritapacitan.com)

Agus Salim Nahkodai IKA PMII Pacitan 2026- 2031, Tegaskan Arah Gerakan Berdampak

April 26, 2026
25

Di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, misalnya, para pemuda dan anak-anak berkumpul merakit layangan berukuran besar.

Tak hanya siang hari, malam pun menjadi ajang keseruan saat layangan dipasangi lampu warna-warni, menciptakan pemandangan langit yang menawan.

“Kalau musim angin ke barat seperti sekarang, hampir semua anak muda bikin layangan. Rasanya ada yang kurang kalau tidak ikut main,” ujar Candra, Rabu malam (17/9/2025).

Hal senada juga disampaikan Agus Riyanto, seorang pemuda yang kini sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Meski kesibukan bertambah, ia tetap meluangkan waktu untuk ikut bermain layangan.

“Sejak kecil memang sudah terbiasa main layangan. Sekarang sudah punya anak pun rasanya masih ada dorongan untuk ikut. Malah sering ngajak anak lihat, biar tahu tradisi ini,” ungkap Agus.

Lebih dari hiburan, tradisi layang-layang juga memperkuat interaksi sosial. Banyak kelompok pemuda rela berkumpul hingga larut malam untuk berkreasi, berdiskusi, bahkan beradu keterampilan dalam merakit dan menerbangkan layangan.

Bagi masyarakat Pacitan, musim layang-layang adalah ruang kebersamaan. Dari bahan sederhana, kreativitas dan semangat komunal melahirkan kegembiraan yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Tradisi ini membuktikan bahwa kebahagiaan tak selalu lahir dari hal besar, melainkan juga dari permainan sederhana yang menyatukan generasi.(*)

Tags: #PACITANanakmudabudayahiburankebersamaankomunalkreativitaslangitberwarnalayanganlintasgenerasimusimanginpacitankreatifpermainantradisionaltradisiwarisanbudaya
SendShare6Tweet4
Previous Post

RPJMD Pacitan Capai 108 Persen, Pariwisata Jadi Pekerjaan Rumah

Next Post

Ketua Komisi I DPRD Pacitan Dorong BUMDesa Bangun Sinergi Kemitraan

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Ketua Komisi I DPRD Pacitan, Rakhman Wijayanto, saat ditemui di ruang kerjanyan Kamis, 18 September 2025. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Ketua Komisi I DPRD Pacitan Dorong BUMDesa Bangun Sinergi Kemitraan

PMII STAINU Pacitan bersama Kapolres dan jajaran Polres Pacitan dalam acara Kopi Bolo Bhabin, membangun ruang dialog santai sekaligus literasi bagi mahasiswa. Kamis malam, 18/09/2025. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

PMII Gandeng Kepolisian, Kopi Bolo Bhabin Hadir di STAINU Pacitan

Rumah Wawan di Dusun Krajan, Desa Kayen, Kecamatan Pacitan. Sosok yang dikenal pendiam dan kerap dianggap baik oleh tetangga ini kini menjadi buronan polisi usai diduga melakukan pembacokan sadis di Desa Temon, Arjosari. (foto : Sunardi Berita Pacitan).

Ini Kesaksian Tetangga tentang Wawan, Sosok Baik yang Kini Diburu karena Pembacokan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
Daerah

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

by Admin Berita Pacitan
May 10, 2026
0
12

Beritapacitan.com, PACITAN-Kesenian tradisional tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu terlihat dalam pengukuhan sekaligus pagelaran Langen...

Read more
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
20
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
32
Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

May 1, 2026
82
Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

April 28, 2026
10

Berita Terbaru

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026
  • PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In