Sunday, May 10, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

584 Guru PAI untuk 1.100 Sekolah, Pacitan Hadapi Kesenjangan Serius

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
September 15, 2025
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
0
Abdul Hamid Aminudin, Kepala Seksi PAIS Kemenag Pacitan, menegaskan perlunya pemenuhan guru PAI agar pembelajaran agama diberikan oleh tenaga profesional, 15/9/2025. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

Abdul Hamid Aminudin, Kepala Seksi PAIS Kemenag Pacitan, menegaskan perlunya pemenuhan guru PAI agar pembelajaran agama diberikan oleh tenaga profesional, 15/9/2025. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

46
SHARES
112
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Kekurangan tenaga pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pacitan masih menjadi persoalan serius. Dari total sekitar 1.100 lembaga pendidikan mulai tingkat TK hingga SMA/SMK, defisit guru PAI diperkirakan mencapai 20 persen.

Kondisi paling parah terjadi di jenjang pendidikan anak usia dini, terutama TK, karena mayoritas dikelola swasta dan hanya ada tiga TK negeri di seluruh kabupaten.

Related posts

Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
19
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
32

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Pacitan, Abdul Hamid Aminudin, mengungkapkan, akibat kekosongan ini banyak pembelajaran PAI dipegang guru non-PAI.

“Khususnya di TK dan kelompok bermain, guru PAI sangat-sangat kurang. Bahkan sering di-handle guru kelas non-PAI,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Hamid menegaskan, kebutuhan guru PAI di semua jenjang harus segera dipenuhi agar siswa mendapat pendidikan agama dari tenaga yang benar-benar kompeten.

“Harapan kami, anak-anak bisa belajar PAI dari guru profesional, apalagi yang sudah menempuh PPG. Tahun ini ada 310 guru PAI dari TK sampai SMK yang diberangkatkan mengikuti PPG,” jelasnya.

Meski demikian, Hamid menegaskan kewenangan pengadaan guru bukan berada di Kemenag, melainkan di Dinas Pendidikan, termasuk cabang dinas untuk SMA/SMK.

“Sejak otonomi daerah, Kemenag hanya melakukan pembinaan. Pengadaan guru, baik ASN maupun non-ASN, sepenuhnya ada di dinas pendidikan. Terakhir kali Kemenag melakukan rekrutmen CPNS guru PAI itu tahun 2005,” terangnya.

Untuk mengatasi keterbatasan, Kemenag Pacitan mendorong penguatan kompetensi melalui forum belajar bersama. Mulai Forum Komunikasi Guru (FKG) PAI di TK, Kelompok Kerja Guru (KKG) di SD, hingga Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP dan SMA/SMK.

“Kami dorong semua guru memanfaatkan wadah tersebut, agar kualitas tetap terjaga meski jumlahnya terbatas,” tambah Hamid.

Saat ini jumlah guru PAI di Pacitan tercatat 584 orang. Namun dengan kebijakan pemerintah pusat yang menargetkan penyelesaian status Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi PPPK pada 2026, pengangkatan guru baru di sekolah negeri masih menunggu.

“Kita berharap setelah proses PPPK selesai, ada kebijakan untuk mengisi kekosongan guru PAI di Pacitan,” pungkasnya.(*)

Tags: guru non PAIguru PAI Pacitankekurangan guruKemenag Pacitankrisis guru PAImutu pendidikanpendidikan agama IslamPendidikan PacitanPPG guru PAITK Pacitan
SendShare18Tweet12
Previous Post

Beban Listrik Jadi Kendala, Perumdam Pacitan Optimalkan Layanan di Tengah Target PAD

Next Post

RPJMD Pacitan Capai 108 Persen, Pariwisata Jadi Pekerjaan Rumah

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Kantor Bappeda Litbang Pacitan, lembaga yang berperan strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah. (Foto : Sunardi Berita Pacitan)

RPJMD Pacitan Capai 108 Persen, Pariwisata Jadi Pekerjaan Rumah

Pemuda di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, tengah merakit layangan malam berlampu warna-warni. Tradisi musim angin ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan lintas generasi di Pacitan. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

Langit Pacitan Penuh Warna: Layang-Layang Jadi Tradisi Komunal Setiap Musim Angin

Ketua Komisi I DPRD Pacitan, Rakhman Wijayanto, saat ditemui di ruang kerjanyan Kamis, 18 September 2025. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Ketua Komisi I DPRD Pacitan Dorong BUMDesa Bangun Sinergi Kemitraan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
Daerah

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

by Admin Berita Pacitan
May 10, 2026
0
12

Beritapacitan.com, PACITAN-Kesenian tradisional tayub masih mendapat tempat di tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu terlihat dalam pengukuhan sekaligus pagelaran Langen...

Read more
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
19
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
32
Naila Salsabila, kader PMII Komisariat STKIP PGRI Pacitan, sukses mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 lomba microteaching tingkat nasional yang digelar UIN Sunan Kudus. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com).

Kader PMII Pacitan Raih Juara 1 Nasional Lomba Microteaching

May 1, 2026
82
Sepi aktivitas di Shelter PLUT Pacitan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya segelintir pedagang yang bertahan, sementara pengunjung nyaris tak terlihat. Di tengah kondisi ini, target PAD justru diklaim tetap terpenuhi.(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Setengah Lapak Kosong, PAD Shelter PLUT Pacitan Tetap Diklaim Tercapai

April 28, 2026
10

Berita Terbaru

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026
  • PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In