Wednesday, April 22, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mengenal Sosok KH Abdul Mannan: Santri Angkatan Pertama Al-Azhar Kairo Asal Pacitan

Editor: Al Ahmadi

Diki Kurnia by Diki Kurnia
April 22, 2025
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
0
Mengenal Sosok KH Abdul Mannan: Santri Angkatan Pertama Al-Azhar Kairo Asal Pacitan

KH Abdul Mannan. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

132
SHARES
322
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Sosok KH Abdul Mannan Dipomenggolo, ulama besar asal Desa Semanten, Kabupaten Pacitan, dikenal sebagai generasi pertama dari Nusantara yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada tahun 1850-an.

Pengasuh Asrama Al Widadiyah Perguruan Islam Pondok Tremas, Gus Muhammad Fakhri Asna, menuturkan bahwa KH Abdul Mannan merupakan murid dari ulama-ulama Nusantara di Timur Tengah dan memiliki guru utama yakni Syekh Ibrahim Al-Bajuri, Grand Syekh Al-Azhar, serta merupakan pembawa sanad kitab Ithaf Sadat Al-Muttaqin (syarah Ihya Ulumuddin) karya Syekh Murtadla Azzabidi.

Related posts

Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
8
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
160

“Pada tahun 1850-an di komplek Masjid Al Azhar telah dijumpai komunitas orang Nusantara atau Indonesia kalau sekarang. Dan Mbah Abdul Manan tercatat sebagai generasi pertama yang belajar di sana. Kemudian disusul puteranya, yakni KH Abdullah hingga cucu-cucunya seperti Mbah Mahfudz At-Turmusi, Mbah Dimyathi, dan Mbah Dahlan Al-Falaki,” kata Gus Asna sapaan akrabnya, dalam acara Dampar Simbah Pacitan yang digelar Ansor Pacitan di Masjid Desa Semanten, Selasa, 22 April 2025 malam.

Abdul Mannan berguru juga dengan ulama-ulama besar seperti KH Hasan Besari dari Tegalsari, Ponorogo, Sayyid Muhammad Satha Addimyathl, Syekh Murtadla Azzabidi, Syekh Ibrahim Al-Bajuri, dan Syekh Abdusshamad Al-Falimbani.

Untuk menegaskan keberadaan pondok pesantrennya, Gus Asna juga mengungkapkan.

“Ada salah satu koran Belanda meliputi tentang pondok pesantren Tremas meskipun sekolah di Patji-tan (Pacitan) diperkirakan berusia lebih dari 250 tahun, sekolah tertua, di Kecamatan Arjosari, didirikan pada paruh kedua abad ketujuh belas sekitar tahun 1660,” imbuhnya.

KH Abdul Mannan juga memiliki jejaring ulama Nusantara seperti KH Abdullah bin Abdul Mannan, KH Muhammad Shalih Bangkalan Madura, dan KH Abu Bakar Madura.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Mus AB menyampaikan penemuan manuskrip penting.

“Kitab Nihayatul Muhtaj kepemilikan KH Abu Bakar bin Zakariya Patapan Madura yang terdapat catatan ketika mengaji dengan KH Abdul Mannan,” ucapnya.

KH Luqman Harist Dimyathi, yang akrab disapa Gus Luqman, adalah pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Arjosari, Pacitan.(Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

Selain itu, ditemukan juga manuskrip Miftahul Mannan karya KH Muhammad Sholeh yang ditemukan di Madura di Mbah Sholeh.

“Itu berarti umur 60 ke atas Mbah Abdul Mannan belajar lagi,” tambahnya.

Karya dan kontribusi KH Abdul Mannan di antaranya adalah Miftahul Mannan fi Thariqah Wal Haqiqah, penyebar kitab Ithaf Sadet Al-Muttaqin, dan pengajar kitab Nihayatul Muhtaj (mazhab Syafi’i), sebagai bukti kepakaran beliau dalam ilmu syariah dan tasawuf.

“Dua manuskrip Nihayatul Muhtaj yang tersimpan di Tremas dan Semanten,” katanya.

“Melalui naskah temuan yang tak ternilai ini, jejak penelusuran perjalanan intelektual KH Abdul Manan menemukan kebenarannya dan menjadi bukti keberadaan beliau sebagai salah satu pioner lahirnya tradisi rihlah ilmiah ke negeri piramida tersebut,” sambungnya.

KH Abdul Mannan yang mempunyai nama kecil Raden Bagus Darso adalah putera dari Raden Ngabehi Dipomenggolo.

Ia adalah peletak batu pertama Pondok Pesantren Tremas yang dirintis selepas studinya di Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo di bawah asuhan KH Hasan Besari.

Selanjutnya, ia mendirikan pondok pesantren di Desa Semanten, berlokasi 1 km dari arah Utara Kota Pacitan.

Dengan dasar pertimbangan kekeluargaan, jauh dari keramaian atau pusat pemerintahan, dan lebih kondusif bagi para santri dalam belajar, maka akhirnya ia berpindah ke daerah Tremas.

Dari nama desa Tremas inilah kemudian pondok ini masyhur dengan sebutan Pondok Tremas.

KH Abdul Mannan wafat pada hari Jumat (minggu pertama) bulan Syawal 1282 H dan dimakamkan di Desa Semanten. Ia meninggalkan tujuh orang putera, yang antara lain adalah KH Abdullah.

Pendiri Perguruan Islam Pondok Tremas (PIP Tremas) Pacitan, Jawa Timur, KH Abdul Mannan Dipomenggolo adalah ulama yang mempelopori terbentuknya Jaringan Ulama Nusantara pada tahun 1800-an silam.

Ulama besar yang lahir di Desa Semanten pada tahun 911 masehi itu memiliki jasa besar terhadap perkembangan Islam Nusantara, khususnya pendidikan pesantren yang bisa kita jumpai hingga saat ini. (*)

Tags: #PACITAN
SendShare53Tweet33
Previous Post

Gegara Rem Motor Blong, Pasutri di Pacitan Tewas Terjun ke Jurang 10 Meter

Next Post

Dai Gen Z Siap Tampil: Kemenag Pacitan Suntik Ilmu Dakwah ke Anak Muda

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Dai Gen Z Siap Tampil: Kemenag Pacitan Suntik Ilmu Dakwah ke Anak Muda

Dai Gen Z Siap Tampil: Kemenag Pacitan Suntik Ilmu Dakwah ke Anak Muda

Belok Mendadak, Pelajar di Pacitan Bikin Celaka

Belok Mendadak, Pelajar di Pacitan Bikin Celaka

Kampoeng Warso, Destinasi Baru di Pacitan yang Instagramable dan Penuh Warna

Kampoeng Warso, Destinasi Baru di Pacitan yang Instagramable dan Penuh Warna

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Tiang listrik roboh dan menimpa rumah warga di kawasan Pasar Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Rabu (22/4/2026).(Foto: Warga for Beritapacitan.com)
Daerah

Tiang Listrik Tumbang Timpa Rumah Warga di Pacitan, Keluhan Tak Kunjung Ditindaklanjuti

by Sunardi
April 22, 2026
0
88

Beritapacitan.com, PACITAN - Sebuah tiang listrik tumbang dan menimpa rumah warga di kawasan Pasar Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten...

Read more
Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026
35
Suasana khidmat pengajian Syawalan Fest 2026 di Pacitan, saat mubaligh Achmad Syaifudin Zuhri, Sabtu malam (18/4/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com).

Pesan Moral di Malam Pengajian Syawalan Fest 2026 Pacitan, Mubaligh Ingatkan Ini

April 18, 2026
34
Kepala Dinas Perkimtan Pacitan, Heru Tunggul, saat memberikan keterangan terkait capaian program 3 juta rumah yang hingga kini baru satu yang memenuhi indikator BPHTB dan PBG di Pacitan, Kamis (16/4/2026). (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Pacitan Kejar Target Program 3 Juta Rumah, Baru Satu yang Penuhi Indikator BPHTB dan PBG

April 16, 2026
33
Rudi Handoko menanggapi Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih terjadi, bahkan diduga melibatkan orang terdekat dan lingkungan pendidikan. (Foto: Sunardi Berita Pacitan)

DPRD Pacitan Soroti Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Sampai Oknum Guru Terseret

April 13, 2026
45

Berita Terbaru

Tiang listrik roboh dan menimpa rumah warga di kawasan Pasar Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Rabu (22/4/2026).(Foto: Warga for Beritapacitan.com)

Tiang Listrik Tumbang Timpa Rumah Warga di Pacitan, Keluhan Tak Kunjung Ditindaklanjuti

April 22, 2026
Kegiatan penyuluhan kesehatan oleh dokter dari UNS di Acara Cek Kesehatan Gratis yang digelar oleh Yonif TP 934 SBY di GOR Pacitan, Minggu, 19 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan

April 19, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Tiang Listrik Tumbang Timpa Rumah Warga di Pacitan, Keluhan Tak Kunjung Ditindaklanjuti
  • Sinergi TNI, Dinkes, dan UNS Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan
  • Pesan Moral di Malam Pengajian Syawalan Fest 2026 Pacitan, Mubaligh Ingatkan Ini
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In