Monday, May 18, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Jumlah Siswa SMP Negeri di Pacitan Kian Menyusut, Dindik Sebut Efek Samping Program KB

Diki Kurnia by Diki Kurnia
April 15, 2025
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
0
Jumlah Siswa SMP Negeri di Pacitan Kian Menyusut, Dindik Sebut Efek Samping Program KB

Penyebab pertama, inputnya SMP dari SD juga menurun, dan input SD dari TK-nya juga menurun. Ini mungkin efek dari program keluarga berencana dari sisi kependudukan.( Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

31
SHARES
75
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan mencatat adanya penurunan jumlah siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam beberapa tahun terakhir, meskipun angkanya tidak signifikan.

Data menunjukkan bahwa pada 2023 terdapat 15.393 siswa baru, tahun 2024 turun menjadi 15.422 siswa dan tahun 2025 kembali berkurang menjadi 15.410 siswa.

Related posts

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

May 13, 2026
73
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
25

Kepala Bidang SMP Dindik Pacitan, Fandi Normansyah, mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab tren penurunan tersebut, serta berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya.

Fandi menjelaskan bahwa penurunan jumlah siswa SMP tidak lepas dari menurunnya jumlah lulusan dari tingkat pendidikan sebelumnya.

“Penyebab pertama, inputnya SMP dari SD juga menurun, dan input SD dari TK-nya juga menurun. Ini mungkin efek dari program keluarga berencana dari sisi kependudukan,” jelasnya kepada Beritapacitan.com, Selasa, 15 April 2025.

Selain itu, pergeseran minat masyarakat terhadap sekolah berbasis keagamaan juga turut berpengaruh.

“Kemudian ada faktor transformasi ke sekolah yang berbasis keagamaan, masyarakat minatnya juga ke sana,” tambahnya.

Kepala Bidang SMP Dindik Pacitan, Fandi Normansyah, mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penyebab tren penurunan tersebut. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan)

Faktor lain yang disebutkan Fandi adalah perpindahan penduduk atau mutasi ke luar daerah. Banyak siswa yang mengikuti orang tuanya merantau atau bekerja di luar Pacitan.

“Termasuk juga siswa-siswa yang tinggal di wilayah perbatasan seperti Wonogiri, banyak yang akhirnya bersekolah di daerah sebelah,” jelasnya.

Namun demikian, Dindik Pacitan juga mencatat adanya siswa mutasi masuk dari luar daerah, meski jumlahnya tidak cukup signifikan untuk menutupi angka penurunan.

Sebagai bentuk respons, Dindik Pacitan telah melakukan berbagai upaya untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Salah satunya dengan meningkatkan muatan keagamaan di sekolah-sekolah negeri.

“Karena masyarakat itu ada yang suka sekolah religius, kita meningkatkan seperti shalat berjamaah di sekolah, hafalan, sholawatan, bahkan ada yang mengadakan murotal atau ngaji di sekolah,” jelas Fandi.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan lembaga keagamaan lokal, seperti madrasah diniyah, dalam mewujudkan program “sekolah sak ngajine” sesuai arahan Bupati.

“Meskipun sekolah negeri, kita tetap menambahkan pembiasaan religius seperti salat Dhuha, salat Zuhur berjamaah, ngaji, dan sholawatan,” tambahnya.

Fandi mengimbau kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk terus berinovasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Paradigma pendidikan sekarang lebih pada pembentukan karakter anak melalui pembelajaran religius sesuai kepercayaan masing-masing. Yang penting adalah pembiasaan, seperti salat berjamaah, ngaji, murojaah, target hafalan juz 30, dan kajian kitab,” tandasnya.

Tags: #PACITAN
SendShare12Tweet8
Previous Post

PMII Pacitan Tegur Disbudparpora Soal Keamanan Wisata: Lima Nyawa Melayang di Soge dan Klayar

Next Post

Kondisi Kian Terhimpit, Pedagang Baju Pasar Minulyo Pacitan Sepi Peminat

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Kondisi Kian Terhimpit, Pedagang Baju Pasar Minulyo Pacitan Sepi Peminat

Kondisi Kian Terhimpit, Pedagang Baju Pasar Minulyo Pacitan Sepi Peminat

Jajakan Pentol Kuah di Depan Masjid Tegalombo Pacitan, Arin Raup Omzet Jutaan Rupiah

Jajakan Pentol Kuah di Depan Masjid Tegalombo Pacitan, Arin Raup Omzet Jutaan Rupiah

Agar Tak Gampang Cerai, Catin di Pacitan Dapat Bimbingan Khusus dari Kemenag

Agar Tak Gampang Cerai, Catin di Pacitan Dapat Bimbingan Khusus dari Kemenag

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)
Pendidikan

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

by Admin Berita Pacitan
May 13, 2026
0
73

Beritapacitan.com, PACITAN - Kesejahteraan guru madrasah yang disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan, kini ditindaklanjuti dan dibahas dalam...

Read more
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026
226
Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung

May 10, 2026
28
Pembelajaran Sekolah Sak Ngajine di SMP Negeri 1 Pacitan, sebagai bagian dari strategi menarik minat orang tua dalam SPMB 2026. (Foto: Instagram SMP Negeri 1 Pacitan)

Gaet Minat Pendaftar, Dindik Pacitan Tawarkan Program ‘Sekolah Sak Ngajine’ di SPMB 2026

May 6, 2026
25
Ketua PC PMII Pacitan saat menyampaikan orasi, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi guru madrasah yang hingga kini masih terpinggirkan.(foto : PMII for Berita Pacitan).

PMII Pacitan Demo Kemenag dan DPRD, Soroti Kesejahteraan Guru Madrasah

May 4, 2026
55

Berita Terbaru

Suasana RDP di DPRD Pacitan, PMII mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib guru madrasah. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi

May 13, 2026
Pemilik lahan, Wildan Sarifudin, mengaku keberatan lantaran pembangunan dilakukan tanpa adanya izin yang jelas dari pihak keluarga. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!

May 11, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • RDP di DPRD Pacitan: PMII Kawal Nasib Guru Madrasah-Hasilkan Perda Afirmasi
  • Bangunan Milik Perumdam Pacitan Disoal Pemilik Lahan: Jangan Seenaknya Sendiri!
  • Tayub Tetap Hidup di Pacitan, Ratusan Warga Padati Pengukuhan Langen Tayub Kebonagung
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In