Wednesday, January 7, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Petasan bagi Kesehatan dan Keselamatan

Diki Kurnia by Diki Kurnia
March 12, 2025
in Kesehatan
Reading Time: 2min read
0
Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Petasan bagi Kesehatan dan Keselamatan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Nunuk Irawati, S.Si., Apt., mengingatkan masyarakat akan risiko kesehatan dan keselamatan akibat petasan. Selain berbahaya bagi pernapasan karena kandungan zat kimia dalam asapnya, petasan juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran, luka bakar, hingga kebakaran. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

25
SHARES
62
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, Pacitan – Asap dan ledakan petasan tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan keselamatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Nunuk Irawati, S.Si., Apt., mengingatkan masyarakat akan bahaya bahan kimia yang terkandung dalam asap petasan.

Related posts

Nunuk Irawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pacitan, saat ditemui di ruang kerjanya membahas capaian target zero kematian ibu dan bayi tahun 2025. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Tahun 2025, Pacitan Gagal Zero Kematian Ibu dan Bayi

December 17, 2025
34
Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningsih. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Dinas PPKB dan PPPA Pacitan: Prevalensi Stunting Turun 9,2 Persen

July 18, 2025
93

“Zat dalam asap petasan mengandung bahan kimia seperti karbon dioksida (CO₂) dan sulfur dioksida (SO₂). Jika dihirup dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama, bisa membahayakan kesehatan pernapasan. Selain itu, debu dari asap petasan juga dapat menumpuk di paru-paru,” jelasnya kepada Berita Pacitan, Rabu, 12 Maret 2025

Nunuk juga menyoroti dampak polusi suara akibat ledakan petasan.

“Selain berdampak pada pernapasan, petasan juga menimbulkan polusi suara. Batas pendengaran manusia ada maksimalnya, dan jika terus-menerus terpapar suara bising, bisa terjadi gangguan pendengaran. Namun, seberapa besar dampaknya tergantung pada sensitivitas masing-masing individu,” tambahnya.

 

Dampak Negatif Petasan

1. Meningkatkan Risiko Luka Bakar

Percikan atau residu petasan yang mengenai kulit, rambut, atau bagian tubuh lainnya dapat menyebabkan luka bakar.

Jika ledakan terjadi di dekat tubuh, luka bakar bisa lebih parah dan bahkan membahayakan orang lain di sekitarnya.

 

2. Memicu Kejang pada Penderita Epilepsi

Suara ledakan petasan yang keras dapat memicu kambuhnya gejala epilepsi akibat peningkatan aktivitas listrik di otak.

Kondisi ini bisa menyebabkan kejang hingga penurunan kesadaran secara tiba-tiba.

 

3. Meningkatkan Risiko Gangguan Pernapasan

Bahan peledak dalam petasan menghasilkan polutan udara seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO₂), dan sulfur dioksida (SO₂).

Jika terhirup dalam jumlah banyak, senyawa ini dapat menyebabkan sesak napas, bronkitis, infeksi saluran napas atas, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga kanker paru-paru.

 

4. Memicu Gangguan Pendengaran

Bunyi ledakan petasan yang keras dapat menyebabkan trauma akustik atau gangguan pendengaran akibat kebisingan (Noise-Induced Hearing Loss). Gejalanya meliputi telinga berdenging (tinnitus) hingga pecahnya gendang telinga dalam kasus yang lebih parah.

 

5. Berisiko Menyebabkan Masalah Penglihatan

Serpihan atau residu bahan kimia dari petasan yang mengenai mata bisa menyebabkan luka bakar pada kornea dan berisiko menyebabkan kebutaan.

 

6. Meningkatkan Risiko Kebakaran

Percikan petasan yang mengenai rumah penduduk atau tanaman dapat memicu kebakaran dan merusak lingkungan. Selain itu, risiko luka bakar serta gangguan pernapasan akibat asap kebakaran juga meningkat.

Nunuk menambahkan bahwa paparan asap petasan harus segera dinetralisir, misalnya dengan minum susu untuk membantu mengurangi efek bahan kimia yang terhirup.

“Efek dari asap petasan ini cukup berat jika dihirup terus-menerus tanpa ada upaya untuk menguranginya. Gejala yang paling sering muncul adalah batuk. Hingga saat ini belum ada laporan terkait gangguan pernapasan berat akibat petasan, tetapi kasus luka bakar memang ada,” katanya.

Dinas Kesehatan Pacitan juga telah melakukan sosialisasi terkait pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Nunuk berharap masyarakat lebih waspada dan bijaksana dalam menggunakan petasan, terutama petasan berukuran besar yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap keselamatan.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan petasan, terutama yang berukuran besar seperti ‘long’. Selain membahayakan diri sendiri, petasan juga bisa menyebabkan kebakaran dan kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

Tags: #PACITANDinkes Pacitan
SendShare10Tweet6
Previous Post

UPT PJJ Pacitan Siapkan Jalur Mudik Lebaran dengan Perbaikan dan Pembersihan Jalan

Next Post

RUU KUHAP Disebut Belum Final, Habiburokhman: Jaksa Tetap Bisa Menyidik

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. (Foto: Fraksi Gerindra)

RUU KUHAP Disebut Belum Final, Habiburokhman: Jaksa Tetap Bisa Menyidik

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, SH. MH. (Foto: Istimewa)

Beredar Draf RUU KUHAP, Komisi Kejaksaan Soroti Potensi Pelemahan Wewenang Jaksa dalam Kasus Korupsi

Suasana Khotmil Qur'an di Masjid Al-Ghofur, Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan. (Foto: PMII for Berita Pacitan)

PMII Pacitan Gelar Khotmil Qur'an Bareng Warga Tamperan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).
Pemerintahan

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

by Sunardi
January 6, 2026
0
23

Beritapacitan.com, PACITAN - Petani muda di Kabupaten Pacitan diminta untuk bergabung dalam kelompok tani (poktan). Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya...

Read more
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
58
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
295
Ketua Umum PC PMII Pacitan Sunadi, menegaskan peran sebagai agent of change, menjaga independensi, dan siap mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat menyongsong 2026. (Foto : Sunardi Berita Pacitan)

Refleksi 2025, PMII Pacitan Kirim Sinyal Kritis Siap Kawal Kebijakan Publik 2026

December 31, 2025
35
Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa pelanggaran miras menjadi perhatian serius setelah angkanya melonjak hingga lebih dari lima kali lipat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

​Pelanggaran Minuman Keras Dominasi Tipiring, Kejahatan Narkotika dan Laka Lantas Justru Menurun

December 29, 2025
10

Berita Terbaru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 
  • 2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In