Beritapacitan.com, PACITAN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan menghadirkan strategi baru dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menawarkan program unggulan “Sekolah Sak Ngajine” untuk menarik minat orang tua.
Program ini menjadi salah satu upaya Dinas Pendidikan dalam merespons tren masyarakat yang kini semakin mempertimbangkan aspek keagamaan dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pacitan, Fandi Normansyah, mengatakan kecenderungan tersebut menjadi dasar lahirnya inovasi program pendidikan berbasis penguatan nilai religius di sekolah umum.
“Tidak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini masyarakat lebih condong menyekolahkan anak-anaknya ke lembaga yang berbasis keagamaan. Ini menjadi kebutuhan sekaligus harapan masyarakat,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.
Melalui program tersebut, sekolah tingkat SMP mengintegrasikan kegiatan pembelajaran umum dengan pendidikan keagamaan, seperti madrasah diniyah dan aktivitas mengaji yang terstruktur dalam kegiatan sekolah.
Fandi menegaskan, inovasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan SPMB 2026.
“Ini bagian dari strategi kami untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri, sekaligus memberikan alternatif pendidikan yang seimbang antara ilmu umum dan agama,” jelasnya.
Pelaksanaan SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Dalam proses sosialisasi, sekolah didorong aktif mempromosikan program unggulan masing-masing melalui berbagai platform, mulai dari media sosial hingga media informasi langsung seperti banner dan flyer.
Selain itu, sistem zonasi tetap diberlakukan dengan acuan domisili, yakni berbasis desa untuk SD dan kecamatan untuk SMP. Meski begitu, pilihan sekolah tetap sepenuhnya berada di tangan siswa dan orang tua.
“Kami hanya memfasilitasi dan memberikan informasi. Keputusan tetap ada pada wali murid,” tegas Fandi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Pandu Surya Pratikna, turut mendorong penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh anak usia sekolah dapat terlayani.
Melalui forum lintas jenjang yang telah dibentuk, berbagai persoalan pendidikan diharapkan dapat ditangani secara terpadu, termasuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS).
Dengan hadirnya program Sekolah Sak Ngajine, Dinas Pendidikan Pacitan optimistis pelaksanaan SPMB 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menjawab harapan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.(*)










