Beritapacitan.com, PACITAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan menggelar pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Pacitan di kantor DKPP pada Rabu, 26 Februari 2025.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda rutin BEM STAINU yang dilakukan setiap minggu sekali untuk menjalin silaturahmi, berbagi wawasan, dan menjajaki peluang kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam pertemuan ini, hadir tujuh anggota BEM STAINU Pacitan bersama beberapa pejabat DKPP, yakni Agus Rustamto, Sutarman, serta Susilo Budi.
Pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah ketahanan pangan di Pacitan. Sutarman menjelaskan bahwa ketersediaan pangan di Pacitan setiap tahunnya tergolong cukup, didukung oleh luas lahan pertanian yang memadai serta sumber daya manusia yang berkompeten di bidang pertanian.
“Ketersediaan pangan di Pacitan setiap tahunnya tergolong cukup, didukung oleh luas lahan pertanian yang memadai serta sumber daya manusia yang berkompeten di bidang pertanian,” terangnya.
Selain itu, Agus Rustamto turut memaparkan mengenai produksi pupuk organik yang dikembangkan DKPP.
Ia menekankan bahwa hasil pupuk ini sangat berkualitas dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian di Pacitan.
Teknologi lain yang turut didiskusikan meliputi zat pengatur tumbuh (ZPT), hormon, serta pestisida organik guna mendukung pertanian berkelanjutan.
“Kami terus mengembangkan produksi pupuk organik dengan hasil yang sangat berkualitas. Teknologi yang kami gunakan, seperti zat pengatur tumbuh (ZPT), hormon, dan pestisida organik, dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Afrianto, perwakilan dari BEM STAINU, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta menggali wawasan terkait pertanian dan ketahanan pangan di Pacitan.
Ia berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara mahasiswa dan DKPP dalam mendukung sektor pertanian daerah.
“Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, berbagi wawasan, dan menjajaki peluang kolaborasi dengan OPD, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Pacitan.” tandasnya.(*)