Beritapacitan.com, PACITAN— Dalam upaya menyemai minat dan pembiasan membaca di kalangan pelajar dan memperkenalkan budaya literasi sejak dini.
Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) STAINU Pacitan menggelar kegiatan Gerakan Literasi, menyasar puluhan pelajar di MA Darul Huda Temon, Kamis, 30 Januari 2025.
Ketua KOPRI STAINU Pacitan, Elisa, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan mereka sebelumnya ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pacitan.
“Tujuan utama acara ini adalah untuk mendorong siswa agar lebih menyukai membaca buku dan mengembangkan minat literasi mereka. Kami juga menyasar sekolah-sekolah di pelosok desa yang masih memiliki keterbatasan dalam sarana dan prasarana literasi,” ungkap Elisa, saat diwawancarai oleh Beritapacitan.com
Kegiatan Gerakan Literasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai literasi, dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Dalam acara tersebut, peserta tidak hanya diajak untuk membaca buku bersama, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan isi buku yang telah mereka baca. Harapannya, metode ini dapat membuat kegiatan literasi lebih menarik dan efektif, serta membantu siswa mengembangkan kemampuan berbicara dan bernalar.
“Kami ingin membuat literasi lebih menarik dengan metode interaktif seperti ini. Selain itu, kami juga memberikan reward kepada siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tambah Elisa, menjelaskan upaya mereka untuk memotivasi siswa agar lebih giat membaca.
Salah satu siswa MA Darul Huda Temon, Mukhsin Muhaini, mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Ia merasa bahwa metode membaca buku kemudian mempresentasikannya ini memberikan pengalaman baru yang lebih menarik dibandingkan dengan kegiatan literasi yang sebelumnya pernah diadakan di sekolahnya.
“Sebelumnya, kegiatan literasi memang pernah diadakan, tetapi baru kali ini dengan metode membaca lalu dipresentasikan. Menurut saya, cara ini lebih menarik dan efektif,” ungkapnya penuh semangat.
Antusiasme yang tinggi dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif, meskipun jumlah peserta yang hadir pada kesempatan kali ini masih terbatas. Elisa mengakui bahwa faktor-faktor tertentu seperti jadwal sekolah dan kondisi cuaca mempengaruhi jumlah siswa yang bisa ikut serta.
“Meskipun antusiasme siswa sangat tinggi, kami mengakui bahwa jumlah peserta yang hadir masih belum maksimal. Namun, ini adalah langkah awal yang baik,” kata Elisa.

Dalam kesempatan yang serupa, Elisa juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan. Ia berencana untuk mengadakan gerakan literasi ini di sekolah-sekolah lain, khususnya di daerah-daerah yang masih kurang mendapatkan perhatian dalam hal fasilitas literasi.
“Saya berharap kegiatan serupa bisa terus kita lakukan di masa mendatang jika situasi dan kondisi memungkinkan. Kami ingin literasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa, dan membawa dampak positif bagi perkembangan mereka,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat baca mereka, tetapi juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi dalam membangun karakter dan intelektual pelajar.
Melalui gerakan ini, diharapkan semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
KOPRI STAINU Pacitan berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan serupa guna memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mencetak pelajar yang cerdas, kritis, dan kreatif di masa depan. (*)