Beritapacitan.com, PACITAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pacitan menyambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan untuk membahas berbagai gagasan terkait pembangunan daerah dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, PMII Pacitan menyampaikan sejumlah gagasan.
Salah satunya adalah adanya program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga nelayan, petani, dan pekebun untuk menempuh pendidikan di jurusan yang sesuai dengan sektor tersebut.
“Menurut kami, keahlian-keahlian tersebut cukup penting untuk masa depan Pacitan sebagai daerah agraris dan maritim,” kata Ketua PMII Pacitan, Sunardi, Jumat, 6 Maret 2026.
Melalui skema tersebut, imbuhnya, para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan dukungan pendidikan, tetapi juga diharapkan dapat melanjutkan pengembangan daerah maupun potensi ekonomi lokal usai menyelesaikan studi.
Selain itu, PMII Pacitan juga mengusulkan penguatan pendidikan vokasi melalui pengembangan jurusan pertanian dan perkebunan di tingkat SMK maupun MA.
“Penguatan pendidikan tersebut tentu perlu didukung dengan sistem Praktik Kerja Lapangan (PKL), sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga memahami potensi ekonomi dari sektor yang mereka tekuni,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, PMII juga mengusulkan adanya pendataan pengangguran secara rinci oleh pemerintah desa melalui sistem by name by address.
“Jika itu bisa dilakukan, bisa menjadi dasar dalam merancang program pemberdayaan masyarakat maupun penyiapan maupun penyaluran lapangan pekerjaan,” imbuhnya.
Kedatangan jajaran pengurus PMII Pacitan tersebut disambut baik oleh pimpinan DPRD Pacitan sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam memberikan gagasan dan pandangan terhadap arah pembangunan daerah.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PMII Pacitan yang hadir untuk berdialog dan menyampaikan berbagai gagasan yang membangun.
“Kami menyambut baik silaturahim dan audiensi ini. Masukan dari mahasiswa tentu menjadi bagian penting dalam memperkaya diskusi pembangunan daerah,” ujar Arif Setia Budi menutup. (*)








