Beritapacitan.com, PACITAN – Silaturahmi antara pemuda bersama Anggota DPR RI sekaligus Wakil MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang digelar Sabtu, 29 November 2025 di Hotel Srikandi Pacitan menimbulkan kekecewaan di kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) setempat.
Kegiatan bertema “Mengikat Persaudaraan, Menumbuhkan Perubahan: Silaturahmi Organisasi Kepemudaan Pacitan” ini dinilai tak melibatkan seluruh unsur organisasi pemuda.
Sejumlah organisasi menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menerima undangan resmi.
Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Pacitan, Khoirul Afandi alias Akha, mengatakan bahwa informasi mengenai penyebaran undangan berbeda dengan fakta di lapangan.
“Kami tidak menerima undangan sama sekali, padahal kami termasuk organisasi yang menurut informasi harusnya diundang. Hal seperti ini menimbulkan pertanyaan besar,” ujarnya.
Ia menyebut ada diskriminasi atau seleksi undangan yang hadir dalam acara tersebut.
Menurutnya, situasi semakin ramai setelah beredar informasi bahwa nama sejumlah organisasi disebut oleh MC sebagai pihak yang masuk daftar undangan.
Padahal, kata dia, pihaknya tidak pernah diminta hadir maupun dihubungi panitia.
Ia mengaku geram dan menilai kondisi tersebut memperkuat dugaannya bahwa undangan hanya diberikan kepada kelompok tertentu.
“Kenyataan ini membuat kami kecewa dengan panitia penyelenggara. Sebagian organisasi lain yang memiliki basis massa besar serta kontribusi aktif dalam kegiatan kepemudaan justru tidak dilibatkan,” tambah Akha.
Sementara itu, Ketua GMNI Pacitan, Febri Firdiansyah, juga menyampaikan keberatan atas mekanisme undangan kegiatan.
“Kami dari GMNI tidak mendapat undangan. Kalau kegiatan silaturahmi pemuda, seharusnya semua unsur pemuda dilibatkan secara terbuka,” katanya.
Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi, menyampaikan bahwa ketidakterbukaan dalam proses pengundangan menjadi sumber persoalan yang muncul.
Menurutnya, kegiatan yang mengusung semangat persaudaraan seharusnya tidak menimbulkan rasa dipilah atau dikesampingkan di antara organisasi pemuda lain.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar kegiatan kepemudaan di Pacitan dapat berlangsung lebih terbuka dan menyeluruh.
Sementara, Ketua KNPI Pacitan, Bagus Surya Pratikna yang hadir mengaku hanya menerima undangan untuk KNPI saja, tanpa adanya tembusan atau pemberitahuan bahwa organisasi kepemudaan lain juga dihubungi.
“Saya cuma dapat undangan ini ketua,” ujar Bagus. Saya kira tim Ibas sudah menghubungi masing-masing OKP,” ungkapnya melalui grup WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan dugaan seleksi undangan tersebut.(*)









