Thursday, April 2, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Jumlah Pengawas Kemenag Pacitan Sangat Terbatas, Empat Orang Membina Ribuan Guru

Editor : Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
September 23, 2025
in Pendidikan
Reading Time: 1min read
0
Abdul Hamid Aminudin, Kasi PAIS Kemenag Pacitan Empat pengawas harus membina hampir 1.100 guru madrasah. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

Abdul Hamid Aminudin, Kasi PAIS Kemenag Pacitan Empat pengawas harus membina hampir 1.100 guru madrasah. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

31
SHARES
75
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Keterbatasan jumlah pengawas di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan masih menjadi persoalan serius. Saat ini, pengawas yang tersedia hanya empat orang, sementara guru madrasah di seluruh jenjang pendidikan mencapai hampir 1.100 orang.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Pacitan, Abdul Hamid Aminudin, menegaskan kondisi ini jauh dari standar ideal.

Related posts

Suasana kelas di salah satu sekolah di Pacitan yang tengah mengalami kekosongan posisi Kepala Sekolah. Harapan besar tertuju pada pemerintah daerah untuk segera melakukan pengisian jabatan. (Foto: Istimewa / Berita Pacitan)

98 Sekolah di Pacitan Kosong Kepala Sekolah, Dindik Targetkan Pengisian Rampung Februari 2026

January 14, 2026
90
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
16

“Idealnya, satu pengawas membina sekitar 20 guru binaan. Namun kenyataannya, empat pengawas di Pacitan harus menangani ribuan guru, bahkan lintas kecamatan. Akibatnya, beban kerja sangat berat dan tidak sebanding dengan kebutuhan,” jelasnya, Selasa (23/9/2025).

Ia menjelaskan, rekrutmen pengawas terakhir kali dibuka pada 2023. Namun jumlah peserta yang memenuhi syarat terbatas. Untuk bisa diusulkan menjadi pengawas, seorang guru harus pernah mengikuti assessment dan juga diklat pengawas.

“Di Pacitan, diklat pengawas belum pernah ada, sehingga stok calon pengawas minim. Selain itu, minat untuk menjadi pengawas juga relatif rendah, sebab tugas pengawas cukup berat dan menuntut mobilitas tinggi di lapangan,” tambahnya.

Abdul Hamid menyinggung bahwa keberadaan pengawas sempat menjadi wacana nasional. Pada masa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pernah muncul rencana penghapusan jabatan pengawas sekolah madrasah dan digantikan dengan pengawas satuan pendidikan.

Namun, dengan perubahan kebijakan di kementerian saat ini, sistem pengawas kembali diperkuat.

“Oleh karena itu, kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius, baik dari Pemkab, Pemprov, maupun Kemenag. Keterbatasan jumlah pengawas jangan dianggap sepele, karena menyangkut kualitas pembinaan guru sekaligus mutu pendidikan di madrasah,” tegasnya.(*)

Tags: Berita Pacitanguru madrasahkemenag jatimketerbatasan pengawasmutu pendidikanPendidikan Pacitanpengawas kemenag pacitan
SendShare12Tweet8
Previous Post

Ini Kesaksian Tetangga tentang Wawan, Sosok Baik yang Kini Diburu karena Pembacokan

Next Post

Angka Kemiskinan Pacitan Turun, Pertumbuhan Ekonomi Tercatat 3,75 Persen

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Angka Kemiskinan Pacitan Turun, Pertumbuhan Ekonomi Tercatat 3,75 Persen

Putra daerah Pacitan sekaligus Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyapa warga dalam Festival Resik Kali 2025 di Desa Sukoharjo. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

SBY Hadiri Festival Resik Kali di Sukoharjo, Penari di Atas Gethek Jadi Sorotan

Plt. Sekretaris Dinas Sosial Pacitan, Luky Puspitosari, saat memberikan keterangan terkait perkembangan Sekolah Rakyat di Pacitan yang kuotanya belum terpenuhi hingga 24 September 2025. (Foto Al Ahmadi Berita Pacitan).

Kuota Sekolah Rakyat Pacitan Belum Terpenuhi, Dinsos Pastikan Proses Belajar Tetap Jalan

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)
Peristiwa

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

by Admin Berita Pacitan
March 31, 2026
0
132

Beritapacitan.com, PACITAN - Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Pacitan pada triwulan pertama 2026 tercatat menurun dibanding tahun...

Read more
Komandan Yonif TP 934 Satria Buana Yudha (SBY), Mayor Inf Dr. Dian Nurhuda, memberikan keterangan kepada awak media terkait kegiatan Jumat Bersih bersama Forkopimda di Pacitan, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com)

Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah

March 27, 2026
61
Korban terjatuh usai diduga terlibat kejar-kejaran dengan petugas kepolisian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat. Rabu (25/3/2026).(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Dikejar Polisi, Pemotor Tewas Tabrak Tiang di Pacitan

March 25, 2026
459
Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
13
Kader PMII Pacitan menyerahkan bantuan kepada Ponijan (76), warga Desa Plubungan, Kecamatan Kebonagung, yang hidup sebatang kara di rumah sederhana. (Foto : Dok. Pmii Pacitan).

Aksi Nyata PMII Pacitan Turun Langsung Salurkan Bantuan Sosial ke Warga tak Mampu

March 18, 2026
17

Berita Terbaru

Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
Komandan Yonif TP 934 Satria Buana Yudha (SBY), Mayor Inf Dr. Dian Nurhuda, memberikan keterangan kepada awak media terkait kegiatan Jumat Bersih bersama Forkopimda di Pacitan, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com)

Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah

March 27, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku
  • Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah
  • Dikejar Polisi, Pemotor Tewas Tabrak Tiang di Pacitan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In