Friday, January 9, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pendidikan

PMII Layangkan Empat Tuntutan Keras kepada Satpol-PP Pacitan

Editor: Al Ahmadi

Diki Kurnia by Diki Kurnia
May 15, 2025
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
0
PMII Layangkan Empat Tuntutan Keras kepada Satpol-PP Pacitan

PMII mendesak penertiban kos-kosan bebas yang kini marak diperjualbelikan secara terbuka di media sosial.

17
SHARES
41
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Pacitan pada Kamis, 15 Mei 2025.

Dalam pertemuan yang dikemas dalam bentuk audiensi itu, mereka menyampaikan kekhawatiran sekaligus mendesak perubahan atas lemahnya pengawasan terhadap berbagai pelanggaran Peraturan Daerah (Perda).

Related posts

Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
7
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
387

Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi, menegaskan bahwa fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan harus segera direspons dengan tindakan konkret. Mereka membawa empat tuntutan utama yang ditujukan kepada Satpol-PP.

Pertama, PMII mendesak penertiban kos-kosan bebas yang kini marak diperjualbelikan secara terbuka di media sosial.

Ahmadi menyebut keberadaan kos-kosan semacam ini menjadi pemicu meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Banyak kos yang disewakan per jam tanpa pengawasan. Ini rawan penyalahgunaan, mulai dari seks bebas hingga peredaran narkoba,”

katanya. PMII meminta pendataan ulang dan penguatan regulasi, termasuk keterlibatan perangkat desa dan pemilik kos dalam pengawasan.

Kedua, mahasiswa juga meminta agar Satpol-PP rutin melakukan razia ke tempat-tempat nongkrong pelajar saat jam sekolah.

Menurut mereka, banyak pelajar yang bolos sekolah dan menghabiskan waktu di warung kopi atau kafe tanpa ada pengawasan.

Ketiga, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di sejumlah titik strategis seperti Jalur Lintas Selatan (JLS) dan kawasan Alun-Alun turut disoroti.

PMII meminta penataan yang lebih baik melalui pengadaan lokasi resmi bagi PKL, demi menjaga ketertiban umum dan keindahan kota.

Tuntutan keempat adalah penanganan terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng). PMII menilai keberadaan gepeng semakin marak dan diduga merupakan kelompok terorganisir dari luar daerah.

Mereka mendesak agar dilakukan pendataan serta upaya rehabilitasi sosial oleh Dinas Sosial, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung.

“Kami tidak ingin Satpol-PP hanya menjadi penonton. Sudah waktunya mereka bertindak tegas,” tegas Ahmadi.

Ia juga memberikan tenggat waktu satu bulan bagi Satpol-PP untuk menunjukkan progres nyata atas tuntutan yang disampaikan. Jika tidak ada langkah konkret, PMII mengancam akan menggelar aksi lanjutan.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol-PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti seluruh masukan.

Ia mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan berjanji segera berkoordinasi dengan dinas terkait guna memperkuat pengawasan.

“Kami terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk dari adik-adik PMII. Langkah konkret akan segera kami susun mulai besok,” tandas Ardyan. (*)

Tags: #PACITAN#PMII PACITAN
SendShare7Tweet4
Previous Post

Inovasi Ramah Lingkungan, PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Next Post

Komunitas PACE Dukung Pendidikan Inklusif di Pacitan

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Komunitas PACE Dukung Pendidikan Inklusif di Pacitan

Komunitas PACE Dukung Pendidikan Inklusif di Pacitan

PMII Pacitan Apresiasi Razia Kos-Kosan oleh Aparat, Usulkan Jadi Agenda Rutin

PMII Pacitan Apresiasi Razia Kos-Kosan oleh Aparat, Usulkan Jadi Agenda Rutin

Dindik Pacitan Soroti Kasus Pelajar Berpasangan, Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah

Dindik Pacitan Soroti Kasus Pelajar Berpasangan, Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

by Sunardi
January 9, 2026
0
54

Beritapacitan.com, PACITAN - Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak...

Read more
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
7
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
26
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
67
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
387

Berita Terbaru

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

January 9, 2026
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos
  • Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan
  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In