Beritapacitan.com, Pacitan – Menjelang libur Lebaran 2025, Kabupaten Pacitan bersiap menyambut sekitar 48 ribu wisatawan yang diperkirakan akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di daerah ini.
Namun, meski memiliki potensi wisata yang besar, pendapatan dari sektor ini dinilai masih belum optimal.
Ketua Bidang Advokasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan, Ihsan Efendi, mengingatkan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan untuk memperhatikan berbagai aspek dalam pengelolaan wisata selama momen liburan.
Salah satu poin yang ditekankan Ihsan adalah pengawasan harga oleh pedagang di kawasan wisata. Ia meminta agar dinas terkait memastikan tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar, demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Selain itu, faktor keamanan wisatawan juga menjadi perhatian. Ihsan mengingatkan agar tidak terjadi insiden yang membahayakan pengunjung akibat kelalaian pengelola wisata.
Kejadian seperti kecelakaan atau bahkan kematian wisatawan bisa berdampak negatif terhadap citra pariwisata Pacitan di masa mendatang.
Ihsan juga menyoroti pentingnya optimalisasi promosi wisata serta insentif bagi pelaku usaha pariwisata yang sukses menarik wisatawan selama libur Lebaran. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan daya tarik wisata Pacitan.
Selain itu, ia menyinggung transparansi dalam pengelolaan retribusi. “Sistem yang diklaim aman dari kebocoran harus sebanding dengan pemasukan yang diperoleh. Jangan sampai ada kebocoran yang merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya, Rabu 26 Maret 2025.
Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan Pacitan dapat memberikan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman bagi para pengunjung selama libur Lebaran 2025.
“Semoga momentum ini tidak disia-siakan oleh dinas terkait untuk mendulang PAD dari sektor wisata. Itu lebih baik dibanding mendapat PAD dari orang sakit,” pungkas Ihsan.