Beritapacitan.com, PACITAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pacitan menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako dan Al-Qur’an kepada para tukang becak di sekitar Alun-Alun Pacitan, Minggu 23 Maret 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kebahagiaan sekaligus meringankan beban para tukang becak yang setiap hari berjuang mencari nafkah.
Ketua Bidang Eksternal PC PMII Pacitan, Ihsan Efendi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan, terutama kepada para tukang becak yang bekerja keras setiap hari. Selain bantuan sembako, kami juga memberikan Al-Qur’an agar bisa dimanfaatkan selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Dalam aksi sosial ini, PMII Pacitan membagikan berbagai kebutuhan pokok, di antaranya:
- 40 kilogram beras
- 3 karton mie instan
- 1 karton minyak goreng
- 10 kilogram gula pasir
- 25 Al-Qur’an
- Uang tunai Rp400 ribu
Hariawan (62), salah satu penerima manfaat asal Arjowinangun, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, matur nuwun adik-adik mahasiswa,” tuturnya dengan senyum bahagia.
Kegiatan ini tidak hanya mengandalkan iuran dari anggota PMII, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah pengusaha di Pacitan.
Ketua PC PMII Pacitan, Al Ahmadi, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini diharapkan bisa terus berlanjut untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Kami menggalang dana dari internal anggota dan juga mendapat dukungan dari beberapa pengusaha. Sinergi ini semoga bisa semakin meluas ke depannya,” kata Al Ahmadi.
PMII Pacitan berencana untuk terus melakukan aksi serupa ke kelompok masyarakat lain yang membutuhkan.
Mereka berharap gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turut serta dalam kegiatan sosial.
“Mahasiswa bukan hanya bisa berorasi, tapi juga harus bergerak dan berbuat nyata. Kami ingin semakin banyak pihak yang peduli dan tergerak untuk membantu sesama,” tutup Al Ahmadi.
Aksi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya turun ke jalan untuk demonstrasi, tetapi juga untuk berbagi berkah dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.(*)