Beritapacitan.com, PACITAN – Tradisi memberi angpao saat Lebaran biasanya membawa berkah tersendiri bagi para penyedia jasa penukaran uang baru.
Namun, tahun ini, para pelaku usaha jasa tersebut di Pacitan merasakan penurunan peminat akibat kenaikan persentase keuntungan.
Atta (33), salah satu penyedia jasa tukar uang baru di Pacitan, mengungkapkan bahwa usahanya kali ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit ini memilih beralih menjadi penjual uang baru selama Ramadan karena penghasilannya cukup menjanjikan.
Namun, kenaikan persentase penukaran dari 5-10% menjadi 15% membuat minat masyarakat menurun.
“Biasanya H-7 sampai H-5 ramai, tapi sekarang sepi karena kenaikan persenan,” ujarnya.
Atta juga menyebutkan bahwa ada rombongan jasa penukaran uang dari Solo yang setiap tahun datang ke Pacitan dan menetap selama satu hingga dua minggu menjelang Lebaran.
Namun, mereka pun merasakan dampak dari penurunan jumlah pelanggan akibat kenaikan biaya tukar tersebut.
Meskipun begitu, Atta tetap menjalankan usaha ini sebagai pekerjaan sampingan selama Ramadan.
“Kalau tidak begini, biasanya saya hanya menjahit di rumah. Tapi karena ini sampingan, saya tetap jalani sampai Hari Raya,” pungkasnya.