Wednesday, January 7, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cerita Pandai Besi Tradisional Pacitan yang Tetap Bertahan di Era Modern

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
June 16, 2024
in Ekonomi
Reading Time: 4min read
0
Cerita Pandai Besi Tradisional Pacitan yang Tetap Bertahan di Era Modern
52
SHARES
127
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, Pacitan- Di tengah gempuran modernisasi, profesi pandai besi tradisional di Kabupaten Pacitan nampaknya masih lestari.

Salah satu pandai besi kuno yang masih bertahan adalah Suwandi warga RT 002 RW 001, Dusun Nglaos, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung.

Related posts

Kader PMII Pacitan mengikuti doa bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Sekretariat Cabang PMII Pacitan, Sabtu malam (13/9/2025). (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

PMII Pacitan Gelar Do’a Bersama Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

September 13, 2025
55
Aktivitas nelayan di Pelabuhan Tamperan, Pacitan, saat menurunkan hasil tangkapan cumi, tuna, ronang, dan cakalang yang tengah melimpah. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Musim Ikan di Tamperan Pacitan, Kios Nelayan Ramai Pembeli

September 13, 2025
50

Saat dikunjungi tim beritapacitan, Suwandi tampak sibuk dengan karyanya. Hari ini, ia fokus membuat pisau daging, alat vital bagi penyembelih hewan kurban di momen Idul Adha.

Api di tungku pembakaran tampak membara saat mesin pompa peniup angin dinyalakan.

Sedemikian besar api menyala, menciptakan kepulan asap yang nyaris membuat atap asbes bengkel milik Suwandi hitam legam bak lubang knalpot.

Melalui kegesitan tangan yang mulai mengkerut, mulut tungku api itu dipakai untuk membakar besi. Aneka perangkat besi itu lanjut ditempa dengan martil hingga dibentuk sesuai pesanan.

Suaran dentuman palu beradu besi pun tak luput dari indra pendengar. Melengking nyaring bahkan dari jarak ratusan meter.

Setelah terbentuk sesuai desain pisau, besi panas lanjut dicelupkan ke bak air pendingin. Sensasi desis dan kepulan uap air pun menyeruak, menandakan sebuah babak baru dalam proses pembuatan.

Usai proses tersebut dilakukan berulang kali oleh Suwandi, sambil sesekali dilihatnya. Ia lanjut meng-gerinda pisau pisau agar halus dan tajam.

Selang beberapa waktu, pekerjaan lelaki berusia 69 tahun itu rampung. Duit jasa mulai berpindah menuju saku baju miliknya.

Kendati proses pembuatannya pun masih tradisional alias menggunakan tungku pembakaran dan peralatan sederhana. Hasil karyanya tak kalah dengan perkakas buatan pabrik.

Bahkan, banyak orang rela antri dan memesan jauh-jauh hari untuk mendapatkan alat besi buatan Suwandi.

“Kurang lebih sekitar 30-an tahun jadi pandai besi. Sebelumnya malah lebih tradisional sekali, masih pakai pompa angin manual, belum pakai peralatan listrik,” ucap Suwandi menceritakan pengalamannya, Minggu (16/6/2024).

Rahasia Bilah Kokoh Tebas Daging Kurban

Menurut Suwandi, bagi seorang pengrajin pisau berpengalaman, ada tiga unsur penting yang harus dipenuhi agar pisau dapat mencapai kualitas terbaik.

Yakni, bahan berkualitas alias pisau harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti baja karbon tinggi. Lalu alat yang tepat, dan terakhir adalah keahlian dan ketelitian pengrajin dalam menempa, mengasah, dan membentuk pisau.

Suwandi menjelaskan bahwa ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring. “Jika salah satu tidak terpenuhi, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Misalnya, Suwandi menunjukkan produk pisau buatannya. “Rahasianya ada di bahan, alat, dan proses produksi,” ungkapnya sambil menunjuk pada hasil karyanya.

Suwandi menekankan bahwa pisau yang tidak memenuhi unsur ketiga tersebut akan mudah tumpul dan membutuhkan diasah lebih sering.

Kebanjiran Pesanan Saat Dekat Idul Adha

Meski tergolong langka, keahlian Suwandi masih terus dicari, terutama oleh masyarakat desa yang membutuhkan alat-alat pertanian dan pemeliharaan.

Apalagi, saat menjelang Hari Raya Idul Adha, pandai besi tradisional Suwandi mengaku selalu kebanjiran pesanan.

Permintaan pisau dan alat-alat dapur lainnya meningkat drastis, seiring dengan tradisi menyembelih hewan kurban pada momen tersebut.

“Semakin dekat dengan hari raya kurban, pesanan semakin banyak. Kadang kalau di target waktu, terpaksa tidak saya terima,” ujarnya.

Pisau buatannya banyak diminati karena terkenal awet dan tajam. Dia menggunakan bahan besi berkualitas tinggi dan diproses dengan cara tradisional, sehingga menghasilkan pisau yang kuat dan tahan lama.

Lebih lanjutnya, harga pisau buatan khas Suwandi cukup bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. Untuk pisau besar seperti golok, kapak, dan parang, dia mematok harga mulai dari Rp 50-200 ribu.

Sedangkan untuk pisau dapur biasa, harganya berkisar antara Rp20-50 ribu.

“Alhamdulillah, tahun ini juga banyak pesannya. Ini berkah Idul Adha,” tandas Suwandi dengan wajah bersyukur. (*)

Source: Rojihan
Tags: Idul AdhaKurabnPiasau
SendShare21Tweet13
Previous Post

Enam Eks GM PT Antam Jadi Tersangka Korupsi 109 Ton Emas

Next Post

Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Rugikan Negara Rp 510 Miliar, Bos PT Waskita–Acset Jadi Tersangka Korupsi Tol Japek

Rugikan Negara Rp 510 Miliar, Bos PT Waskita–Acset Jadi Tersangka Korupsi Tol Japek

JAM PIDUM Kejagung dan OJK Bersinergi Tangani Tindak Pidana Perbankan dan BB Kripto

JAM PIDUM Kejagung dan OJK Bersinergi Tangani Tindak Pidana Perbankan dan BB Kripto

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).
Pemerintahan

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

by Sunardi
January 6, 2026
0
23

Beritapacitan.com, PACITAN - Petani muda di Kabupaten Pacitan diminta untuk bergabung dalam kelompok tani (poktan). Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya...

Read more
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
58
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
289
Ketua Umum PC PMII Pacitan Sunadi, menegaskan peran sebagai agent of change, menjaga independensi, dan siap mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat menyongsong 2026. (Foto : Sunardi Berita Pacitan)

Refleksi 2025, PMII Pacitan Kirim Sinyal Kritis Siap Kawal Kebijakan Publik 2026

December 31, 2025
35
Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa pelanggaran miras menjadi perhatian serius setelah angkanya melonjak hingga lebih dari lima kali lipat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

​Pelanggaran Minuman Keras Dominasi Tipiring, Kejahatan Narkotika dan Laka Lantas Justru Menurun

December 29, 2025
10

Berita Terbaru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 
  • 2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In