Wednesday, April 8, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Cerita Pandai Besi Tradisional Pacitan yang Tetap Bertahan di Era Modern

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
June 16, 2024
in Ekonomi
Reading Time: 4min read
0
Cerita Pandai Besi Tradisional Pacitan yang Tetap Bertahan di Era Modern
58
SHARES
141
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, Pacitan- Di tengah gempuran modernisasi, profesi pandai besi tradisional di Kabupaten Pacitan nampaknya masih lestari.

Salah satu pandai besi kuno yang masih bertahan adalah Suwandi warga RT 002 RW 001, Dusun Nglaos, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung.

Related posts

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
13
Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

January 9, 2026
96

Saat dikunjungi tim beritapacitan, Suwandi tampak sibuk dengan karyanya. Hari ini, ia fokus membuat pisau daging, alat vital bagi penyembelih hewan kurban di momen Idul Adha.

Api di tungku pembakaran tampak membara saat mesin pompa peniup angin dinyalakan.

Sedemikian besar api menyala, menciptakan kepulan asap yang nyaris membuat atap asbes bengkel milik Suwandi hitam legam bak lubang knalpot.

Melalui kegesitan tangan yang mulai mengkerut, mulut tungku api itu dipakai untuk membakar besi. Aneka perangkat besi itu lanjut ditempa dengan martil hingga dibentuk sesuai pesanan.

Suaran dentuman palu beradu besi pun tak luput dari indra pendengar. Melengking nyaring bahkan dari jarak ratusan meter.

Setelah terbentuk sesuai desain pisau, besi panas lanjut dicelupkan ke bak air pendingin. Sensasi desis dan kepulan uap air pun menyeruak, menandakan sebuah babak baru dalam proses pembuatan.

Usai proses tersebut dilakukan berulang kali oleh Suwandi, sambil sesekali dilihatnya. Ia lanjut meng-gerinda pisau pisau agar halus dan tajam.

Selang beberapa waktu, pekerjaan lelaki berusia 69 tahun itu rampung. Duit jasa mulai berpindah menuju saku baju miliknya.

Kendati proses pembuatannya pun masih tradisional alias menggunakan tungku pembakaran dan peralatan sederhana. Hasil karyanya tak kalah dengan perkakas buatan pabrik.

Bahkan, banyak orang rela antri dan memesan jauh-jauh hari untuk mendapatkan alat besi buatan Suwandi.

“Kurang lebih sekitar 30-an tahun jadi pandai besi. Sebelumnya malah lebih tradisional sekali, masih pakai pompa angin manual, belum pakai peralatan listrik,” ucap Suwandi menceritakan pengalamannya, Minggu (16/6/2024).

Rahasia Bilah Kokoh Tebas Daging Kurban

Menurut Suwandi, bagi seorang pengrajin pisau berpengalaman, ada tiga unsur penting yang harus dipenuhi agar pisau dapat mencapai kualitas terbaik.

Yakni, bahan berkualitas alias pisau harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti baja karbon tinggi. Lalu alat yang tepat, dan terakhir adalah keahlian dan ketelitian pengrajin dalam menempa, mengasah, dan membentuk pisau.

Suwandi menjelaskan bahwa ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring. “Jika salah satu tidak terpenuhi, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Misalnya, Suwandi menunjukkan produk pisau buatannya. “Rahasianya ada di bahan, alat, dan proses produksi,” ungkapnya sambil menunjuk pada hasil karyanya.

Suwandi menekankan bahwa pisau yang tidak memenuhi unsur ketiga tersebut akan mudah tumpul dan membutuhkan diasah lebih sering.

Kebanjiran Pesanan Saat Dekat Idul Adha

Meski tergolong langka, keahlian Suwandi masih terus dicari, terutama oleh masyarakat desa yang membutuhkan alat-alat pertanian dan pemeliharaan.

Apalagi, saat menjelang Hari Raya Idul Adha, pandai besi tradisional Suwandi mengaku selalu kebanjiran pesanan.

Permintaan pisau dan alat-alat dapur lainnya meningkat drastis, seiring dengan tradisi menyembelih hewan kurban pada momen tersebut.

“Semakin dekat dengan hari raya kurban, pesanan semakin banyak. Kadang kalau di target waktu, terpaksa tidak saya terima,” ujarnya.

Pisau buatannya banyak diminati karena terkenal awet dan tajam. Dia menggunakan bahan besi berkualitas tinggi dan diproses dengan cara tradisional, sehingga menghasilkan pisau yang kuat dan tahan lama.

Lebih lanjutnya, harga pisau buatan khas Suwandi cukup bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. Untuk pisau besar seperti golok, kapak, dan parang, dia mematok harga mulai dari Rp 50-200 ribu.

Sedangkan untuk pisau dapur biasa, harganya berkisar antara Rp20-50 ribu.

“Alhamdulillah, tahun ini juga banyak pesannya. Ini berkah Idul Adha,” tandas Suwandi dengan wajah bersyukur. (*)

Source: Rojihan
Tags: Idul AdhaKurabnPiasau
SendShare23Tweet15
Previous Post

Enam Eks GM PT Antam Jadi Tersangka Korupsi 109 Ton Emas

Next Post

Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Peran Kejaksaan dan Kemenkumham Berkolaborasi Dalam KUHP Nasional Melaksanakan Dialog Publik

Rugikan Negara Rp 510 Miliar, Bos PT Waskita–Acset Jadi Tersangka Korupsi Tol Japek

Rugikan Negara Rp 510 Miliar, Bos PT Waskita–Acset Jadi Tersangka Korupsi Tol Japek

JAM PIDUM Kejagung dan OJK Bersinergi Tangani Tindak Pidana Perbankan dan BB Kripto

JAM PIDUM Kejagung dan OJK Bersinergi Tangani Tindak Pidana Perbankan dan BB Kripto

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)
Peristiwa

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

by Admin Berita Pacitan
April 7, 2026
0
5

Beritapacitan.com, PACITAN - Forum Pewarta Pacitan (FPPA) menggelar Puncak Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal...

Read more
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
154
Komandan Yonif TP 934 Satria Buana Yudha (SBY), Mayor Inf Dr. Dian Nurhuda, memberikan keterangan kepada awak media terkait kegiatan Jumat Bersih bersama Forkopimda di Pacitan, Jumat (27/3/2026). (Foto: Sunardi / Beritapacitan.com)

Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah

March 27, 2026
83
Korban terjatuh usai diduga terlibat kejar-kejaran dengan petugas kepolisian sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat. Rabu (25/3/2026).(Foto: Sunardi/Beritapacitan.com).

Dikejar Polisi, Pemotor Tewas Tabrak Tiang di Pacitan

March 25, 2026
460
Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Disdagnaker Pacitan

March 19, 2026
13

Berita Terbaru

Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA
  • Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku
  • Hadir di Pacitan, Yonif TP 934 SBY Perkuat Peran Strategis TNI Jaga Stabilitas Wilayah
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In