Beritapacitan.com, PACITAN – Harapan warga mendapat layanan listrik yang andal di Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tampaknya masih sebatas angan.
Buktinya, gangguan listrik terus jadi momok bagi tiga keluarga selama sekitar enam tahun terakhir tanpa penanganan tuntas.
Gangguan tersebut dialami tiga rumah yang berada dalam satu jalur jaringan listrik, masing-masing milik Agus Wahyudi, David, dan Fitri Ayu Puspitasari.
Ketiganya mengalami kondisi serupa setiap kali terjadi pemadaman listrik.
Kondisinya, alih-alih kembali normal bersamaan dengan rumah lain di sekitarnya usai pemadaman, listrik di tiga rumah tersebut justru bablas mati lebih lama.
Padahal, aliran listrik di rumah warga sekitar sudah lebih dulu menyala.
Setiap pemadaman terjadi, perbedaannya terasa mencolok. Rumah lain di sekitar lokasi relatif cepat kembali mendapat pasokan listrik, sementara tiga rumah dalam satu jalur itu harus menunggu lebih lama tanpa kepastian.
Menurut pengakuan warga, gangguan tersebut bukan kejadian sekali dua kali. Polanya berulang dan bahkan pemilik mengaku bisa memperkirakan waktunya.
“Jadi setiap mati listrik, tiga rumah ini bablas mati total. Butuh waktu lebih lama untuk hidup. Beda sama yang lain,” ujar Fitri Ayu Puspitasari, di kediamannya RT 01 RW 08 Dusun Krajan, Selasa, 3 Februari 2026.
Fitri mengungkapkan, petugas lapangan PLN sempat menyebut sumber persoalan berasal dari kabel di tiang listrik. Namun hingga kini, perbaikan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
“Katanya petugas lapangan itu karena kabelnya rusak di tiang listrik. Waktu itu dibilangi, yang penting menyala dulu, kapan-kapan insyaallah kabelnya diganti. Tapi sampai sekarang belum diganti. Akhirnya kasusnya ya terus berulang sampai sekarang,” kata Fitri.
Masalah tak berhenti di situ. Selain kerap padam, tegangan listrik di ketiga rumah tersebut juga rendah. Lampu kerap terlihat meredup sebelum akhirnya mati total.
Upaya komplain sudah berulang kali dilakukan warga, baik melalui aplikasi PLN Mobile maupun sambungan telepon. Namun hasilnya tetap nihil.
“Pernah beberapa kali saya langsung telepon ke PLN, saat itu memang diperbaiki. Tapi satu sampai dua minggu kemudian, kejadian yang sama terulang. Yang janggal juga, listrik masih mati tapi di aplikasi PLN Mobile sudah muncul notifikasi selesai dikerjakan, padahal aslinya belum,” jelasnya.
Gangguan listrik yang berlangsung bertahun-tahun ini diakui sangat mengganggu aktivitas warga. Mulai dari memasak, mengerjakan tugas, hingga menjalankan usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.
“Belum lagi bagi yang punya dagangan,” ucap Fitri.
Warga berharap PLN dapat melakukan penanganan menyeluruh pada jalur jaringan listrik tersebut agar gangguan tak lagi berulang dan pelayanan kembali normal.
“Harapannya benar-benar segera diatasi supaya tidak kejadian terus,” pungkasnya.(*)







