Saturday, March 14, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Buruh Pacitan Dukung Tuntutan Nasional: Upah Tak Cukup, Hidup Sering Nombok

Editor: Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
August 28, 2025
in Uncategorized
Reading Time: 2min read
0
Indra, pekerja harian pemilah rongsokan di Ploso, Pacitan. Meski kerja keras seharian, penghasilan yang didapat sering kali tak cukup untuk menutup kebutuhan rumah tangga.” (foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Indra, pekerja harian pemilah rongsokan di Ploso, Pacitan. Meski kerja keras seharian, penghasilan yang didapat sering kali tak cukup untuk menutup kebutuhan rumah tangga.” (foto: Sunardi/Berita Pacitan)

27
SHARES
67
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Tuntutan buruh yang bergema di Jakarta, 28 Agustus 2025 mendapat sorotan luas.

Mereka mendesak pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan tanpa embel-embel Omnibus Law.

Related posts

Petugas Satlantas Polres Pacitan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kecelakaan adu banteng di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan, Rabu malam (18/2/2026). (Foto : Istimewa for Beritapacitan.com).

Adu Banteng di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Meninggal Dunia di TKP

February 18, 2026
513
Genangan air kembali menutup ruas jalan di Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan. Pengendara terpaksa melintas dengan ekstra hati-hati di tengah jalan licin dan air yang meluap usai hujan deras. Kondisi ini kerap terjadi dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Foto : Sunardi Beritapacitan.com).

Banjir Kerap Terjadi di Pacitan, Warga Minta Saluran Segera Dikeruk

December 26, 2025
94

Poin penting lainnya yakni penghapusan sistem outsourcing dan upah murah, pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta reformasi pajak perburuhan.

Tuntutan ini dinilai relevan dengan kondisi riil para pekerja, terutama di daerah. Di Pacitan, sejumlah buruh mengaku penghasilan yang diterima jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ihsan Efendi, pekerja wiraswasta di salah satu outlet Sari Roti Pacitan, menilai UMK Pacitan sebesar Rp2,2 juta tidak sebanding dengan biaya hidup yang semakin tinggi.

“Pas-pasan, yang pasti sering nombok kalau nggak ada ceperan. Semakin hari harga pokok naik, tapi gaji segitu-segitu saja. UMK Pacitan 2,2 kalau dikalkulasi sehari-hari itu kurang. Itu baru satu orang, belum kalau punya keluarga,” ungkap Ihsan, Kamis (28/8/2025),

Meski tak turun ke jalan, Ihsan menyatakan dukungannya kepada buruh yang beraksi di kota-kota besar.

“Tetap mendukung, tetap semangat. Dari Pacitan memang jangkauannya jauh, tapi saya sepakat dengan apa yang dilakukan itu selama untuk kebaikan rakyat Indonesia, terutama buruh,” tambahnya.

Suara senada datang dari Indra, pekerja harian pemilah rongsokan di Ploso. Baginya, kerja keras setiap hari tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima.

“Kadang kerja dari pagi sampai sore, tapi uangnya nggak sampai cukup buat kebutuhan dapur,” ujarnya.

Indra menambahkan, buruh di daerah kerap menghadapi dilema: tetap bekerja meski penghasilan pas-pasan, karena tidak ada pilihan lain.

“Kalau sehari nggak kerja, otomatis nggak ada uang buat makan. Jadi memang butuh perubahan biar buruh bisa hidup lebih layak,” tegasnya.

Potret buruh Pacitan ini sejalan dengan kajian sejumlah lembaga yang menyebut daya beli masyarakat kecil terus tergerus akibat inflasi pangan dan beban pajak yang tak proporsional.

UMK Pacitan termasuk salah satu yang terendah di Jawa Timur, sehingga wajar jika pekerja lokal merasa tertinggal.

Di sisi lain, tuntutan nasional soal reformasi pajak perburuhan juga dianggap krusial. Beban pajak pesangon, THR, dan JHT selama ini dirasakan memberatkan buruh.

Bahkan, ketentuan pajak yang berbeda untuk perempuan menikah dinilai diskriminatif.

Aksi di Jakarta dan suara buruh Pacitan sama-sama memperlihatkan urgensi pembaruan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih manusiawi.

Jika pemerintah pusat fokus pada payung hukum, suara dari daerah memperlihatkan realitas sehari-hari bekerja keras, namun masih sering nombok untuk sekadar bertahan hidup.(*)

Tags: #PACITANBuruh Pacitan
SendShare11Tweet7
Previous Post

Rp20 Miliar PBB Sudah Masuk Kas Daerah Pacitan, Warga Diminta Segera Lunasi

Next Post

Ketua PMII Pacitan Desak Usut Tuntas Tragedi Ojol Tewas Ditabrak Brimob

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Al Ahmadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Pacitan. ( Foto : PMII for Berita Pacitan).

Ketua PMII Pacitan Desak Usut Tuntas Tragedi Ojol Tewas Ditabrak Brimob

Kepala Inspektorat Kabupaten Pacitan, Mahmud. (Foto: Mahmud for Berita Pacitan)

Dilapori Netizen, Inspektorat Pacitan Bakal Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Polisi tengah menunjukkan barang bukti berupa pakaian korban. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

Polres Pacitan Bongkar Dua Kasus Rudapaksa Anak, Satu Pelaku Ayah Kandung

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Ratusan Miras Jowo/Ciu di musnahkan di halaman pendopo Kabupaten Pacitan oleh Polres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).
POLRI

Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

by Sunardi
March 12, 2026
0
23

Beritapacitan.com, PACITAN - Kepolisian Resor Pacitan memusnahkan ratusan botol minuman keras (miras) hasil penindakan dalam Operasi Pekat Semeru 2026 serta...

Read more
Sejumlah pompa BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Pacitan tidak beroperasi setelah stok bahan bakar habis, Kamis 12/3/2026. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com)

SPBU di Pacitan Sempat Tutup, Stok BBM Diklaim Tak Langka

March 12, 2026
40
Aulia menunjukkan kue kering hasil produksi rumahan yang mulai banyak dipesan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

Jelang Idul Fitri, Kue Nastar Rumahan di Pacitan Kebanjiran Pesanan

March 11, 2026
47
Kantor UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Menjelang arus mudik Lebaran 2026. (Foto: Sunardi Beeitapacitan.com)

UPT PJJ Pacitan Siagakan Alat Berat dan Tim Siaga, Antisipasi Longsor di Jalur Mudik Lebaran

March 11, 2026
15
Pengendara melintas di depan Pos pelayanan satu Polres Pacitan, Selasa (10/3/2026).

Mudik Lebaran 2026, Sejumlah Pos Pengamanan dan Layanan Darurat Disiagakan di Pacitan

March 10, 2026
19

Berita Terbaru

Ratusan Miras Jowo/Ciu di musnahkan di halaman pendopo Kabupaten Pacitan oleh Polres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

March 12, 2026
Sejumlah pompa BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Pacitan tidak beroperasi setelah stok bahan bakar habis, Kamis 12/3/2026. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com)

SPBU di Pacitan Sempat Tutup, Stok BBM Diklaim Tak Langka

March 12, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026
  • SPBU di Pacitan Sempat Tutup, Stok BBM Diklaim Tak Langka
  • Jelang Idul Fitri, Kue Nastar Rumahan di Pacitan Kebanjiran Pesanan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In