Wednesday, February 25, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Kisah Rogo Bahu dan Lima Sumur Pepunden Tawang dalam Ritual Jangkrik Genggong Pacitan

Editor: Al Ahmadi

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
May 13, 2025
in Pariwisata, Uncategorized
Reading Time: 2min read
0
Kisah Rogo Bahu dan Lima Sumur Pepunden Tawang dalam Ritual Jangkrik Genggong Pacitan
29
SHARES
71
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Di balik gemuruh ombak Pantai Tawang, tersimpan kisah mistis yang telah turun-temurun dipercaya oleh masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Tradisi Jangkrik Genggong bukan hanya sebuah pertunjukan budaya, melainkan manifestasi dari legenda lokal yang melekat kuat dalam memori kolektif warga.

Related posts

Petugas Satlantas Polres Pacitan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai kecelakaan adu banteng di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan, Rabu malam (18/2/2026). (Foto : Istimewa for Beritapacitan.com).

Adu Banteng di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Meninggal Dunia di TKP

February 18, 2026
484
Suasana camping di Pantai Buyutan Pacitan yang semakin diminati wisatawan. (Foto: Instagram @_hrnndoo)

Asyik dan Nyaman, Wisata di Pantai Buyutan Pacitan Didukung Fasilitas Lengkap

January 25, 2026
234

Konon, kisah ini berakar dari legenda pertemuan antara Nyi Roro Kidul dan Panembahan Senopati. Dikisahkan bahwa Panembahan Senopati seorang raja Mataram menikahi Nyi Roro Kidul demi memperoleh kekuatan gaib untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Namun, setelah berhasil menggapai ambisinya, Panembahan Senopati meninggalkan sang ratu dalam keadaan mengandung (Hamil).

Dari rahim Nyi Roro Kidul, lahirlah seorang putra bernama Rogo Bahu. Ketika dewasa, ia mencari ayahnya ke Kerajaan Mataram.

Namun, sang ayah menolak mengakui dirinya. Dalam kekecewaan dan amarah, Rogo Bahu memutuskan untuk pergi dan hidup mengembara, hingga akhirnya menetap di pesisir yang kini dikenal sebagai Pantai Tawang.

Di tempat itu, Rogo Bahu bertemu empat tokoh dari Keraton Nyi Gadung Melati, Nyi Gambir Anom, Tumenggung Mangkunegaran, dan Ki Wonocaki. Persahabatan yang terjalin membuat mereka berlima sepakat menetap di wilayah tersebut.

Mereka membuat lima sumur sebagai sumber kehidupan, dan dari sanalah masyarakat mulai berdatangan, hingga Tawang menjadi permukiman yang ramai.

Menariknya, kelima sumur peninggalan para pepunden ini masing-masing memiliki nama Sumur yang berbeda, Rogo Bahu memiliki sumur Di pantai tawang, Sumur Gede Nyi Gadung Melati, Sumur pinggir Nyi Gambir Anom, Sumur Wungu Tumenggung Mangkunegaran, dan Sumur teren Ki Wonocaki.

Kelima sumur tersebut dipercaya memiliki daya spiritual dan menjadi tempat pelarungan sajen dalam prosesi adat tahunan.

Kelima tokoh ini kemudian dikenal sebagai leluhur atau pepunden. Mereka memiliki kegemaran yang sama: mendengarkan gending-gending Jawa.

Dari semuanya, kesukaan Ki Wonocaki pada gending Jangkrik Genggong menjadi yang paling membekas di benak warga. Gending itu dikenal energik, khas, dan menjadi ikon kebudayaan Tawang hingga kini.

Setelah wafatnya kelima pepunden, warga setempat mengaku mendapatkan petunjuk melalui mimpi untuk menjaga dan merawat sumur peninggalan mereka. Dari sanalah muncul inisiatif untuk menggelar tradisi tahunan Tradisi Jangkrik Genggong.

Di tahun ini kegiatan puncak dilaksanakan pada Selasa, 13 Mei 2025 ,namun acara diawali dua hari sebelum acara puncak. Hari pertama diisi dengan bersih dusun, dan hari kedua prosesi adat, termasuk doa bersama serta makan bersama bertempat di Pelelangan Ikan (TPI) Tawang.

Prosesi dilanjutkan dengan pelarungan sajen ke lima sumur sebagai bentuk penghormatan kepada para pepunden.

Puncak acara ditandai dengan pertunjukan tari sakral, dimana kelima pepunden diperankan oleh pria meski dua di antaranya adalah tokoh perempuan. Setiap tokoh mendapat giliran menari, dengan penutup Ki Wonocaki yang menampilkan tarian iringan gending Jangkrik Genggong.

Juru kunci lokasi sumur, Suwito, saat ditemui menyatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan wujud ketaatan terhadap amanah spiritual.

“Ini bukan sekadar budaya, tapi warisan yang harus dijaga dengan hati. Kita diajari menghormati tanah, leluhur, dan sejarah. Gending Jangkrik Genggong itu bukan hanya suara, tapi simbol semangat hidup warga Tawang,” jelas Suwito. Selasa, (13/5/2025).

Menariknya, warga meyakini bahwa jalur tengah menuju panggung adalah jalur khusus yang tidak boleh dilewati sembarangan. Jika dilanggar, diyakini akan berakibat kesurupan, sebagai bentuk pelanggaran terhadap jalan para leluhur.

Tradisi Jangkrik Genggong menjadi warisan budaya yang hidup, bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga wujud ketaatan terhadap nilai, sejarah, dan spiritualitas lokal. (*)

Dengan pelestarian yang terus dilakukan oleh masyarakat Tawang, tradisi ini menjadi simbol harmoni antara manusia, budaya, dan alam.(*)

Tags: #PACITANJangkrik Genggong
SendShare12Tweet7
Previous Post

Ingin Anak Berprestasi? Insan Mahardika Pacitan Tawarkan Bimbel dan Kursus Komputer

Next Post

LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

Delapan Titik Sumur Pertanian Dibangun di Pacitan, DKPP Fokus Pantau Progres

Delapan Titik Sumur Pertanian Dibangun di Pacitan, DKPP Fokus Pantau Progres

Inovasi Ramah Lingkungan, PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Inovasi Ramah Lingkungan, PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Pemasangan stiker ini sebagai bagian dari pendataan dan validasi penerima bantuan sosial agar tepat sasaran serta meningkatkan transparansi program kesejahteraan masyarakat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).
Daerah

Dinsos Pacitan Belum Kantongi Data Valid Rumah Berstiker Prasejahtera

by Sunardi
February 25, 2026
0
204

Beritapacitan.com, PACITAN - Program pemasangan stiker rumah prasejahtera di Kabupaten Pacitan hingga akhir Februari 2026 belum sepenuhnya terpetakan secara detail....

Read more
Salah satu paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa sekolah dasar di Kecamatan Kebonagung, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Dok. Wali Murid)

Terima Satu Belimbing dan Abon, Wali Siswa di Pacitan Protes Menu MBG Tak Wajar

February 24, 2026
1.3k
Ketua PC PMII Pacitan, Sunardi, menyoroti serius kondisi penerangan Jalan Lintas Selatan (JLS) yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara. Minimnya lampu penerangan di sejumlah titik disebut menjadi perhatian bersama agar tidak terus memakan korban. (Foto : Dok PMII Pacitan for Beritapacitan.com).

Makan Puluhan Korban, PMII Pacitan Minta Penerangan JLS Segera Dibenahi

February 21, 2026
68
Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Pacitan terpantau ramai. Sejumlah titik persimpangan yang telah terpasang perangkat ETLE statis masih menunggu proses pengaktifan. Satlantas Polres Pacitan saat ini mengoptimalkan mobil incar (ETLE mobile) untuk meningkatkan penindakan pelanggaran secara elektronik di wilayah hukum Pacitan. (Foto: Sunadi Berita Pacitan).

ETLE Statis Belum Aktif, Satlantas Pacitan Optimalkan Mobil Incar di 2026

February 20, 2026
49
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi saat menyampaikan harapan di momen hari jadi Pacitan, Kamis, 19 Februari 2026. (Foto: Sunardi Berita Pacitan)

Ketua DPRD ASB Harap Warga Kian Sejahtera di Usia Pacitan ke-281

February 19, 2026
104

Berita Terbaru

Pemasangan stiker ini sebagai bagian dari pendataan dan validasi penerima bantuan sosial agar tepat sasaran serta meningkatkan transparansi program kesejahteraan masyarakat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

Dinsos Pacitan Belum Kantongi Data Valid Rumah Berstiker Prasejahtera

February 25, 2026
Salah satu paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa sekolah dasar di Kecamatan Kebonagung, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Dok. Wali Murid)

Terima Satu Belimbing dan Abon, Wali Siswa di Pacitan Protes Menu MBG Tak Wajar

February 24, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Dinsos Pacitan Belum Kantongi Data Valid Rumah Berstiker Prasejahtera
  • Terima Satu Belimbing dan Abon, Wali Siswa di Pacitan Protes Menu MBG Tak Wajar
  • Makan Puluhan Korban, PMII Pacitan Minta Penerangan JLS Segera Dibenahi
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In