Friday, January 9, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Kisah Rogo Bahu dan Lima Sumur Pepunden Tawang dalam Ritual Jangkrik Genggong Pacitan

Editor: Al Ahmadi

Admin Berita Pacitan by Admin Berita Pacitan
May 13, 2025
in Pariwisata, Uncategorized
Reading Time: 2min read
0
Kisah Rogo Bahu dan Lima Sumur Pepunden Tawang dalam Ritual Jangkrik Genggong Pacitan
26
SHARES
64
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Di balik gemuruh ombak Pantai Tawang, tersimpan kisah mistis yang telah turun-temurun dipercaya oleh masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Tradisi Jangkrik Genggong bukan hanya sebuah pertunjukan budaya, melainkan manifestasi dari legenda lokal yang melekat kuat dalam memori kolektif warga.

Related posts

Suasana sore di Pantai Pancer Door Pacitan, saat langit senja berpadu dengan garis laut selatan. Pantai di pusat kota ini menjadi ruang favorit warga dan wisatawan untuk menikmati sunset sekaligus aktivitas pesisir. ( Foto : Istimewa For Beritapacitan.com)

Pacitan Surganya Pantai Unik, Ini Rekomendasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

December 27, 2025
25
Genangan air kembali menutup ruas jalan di Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan. Pengendara terpaksa melintas dengan ekstra hati-hati di tengah jalan licin dan air yang meluap usai hujan deras. Kondisi ini kerap terjadi dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Foto : Sunardi Beritapacitan.com).

Banjir Kerap Terjadi di Pacitan, Warga Minta Saluran Segera Dikeruk

December 26, 2025
86

Konon, kisah ini berakar dari legenda pertemuan antara Nyi Roro Kidul dan Panembahan Senopati. Dikisahkan bahwa Panembahan Senopati seorang raja Mataram menikahi Nyi Roro Kidul demi memperoleh kekuatan gaib untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Namun, setelah berhasil menggapai ambisinya, Panembahan Senopati meninggalkan sang ratu dalam keadaan mengandung (Hamil).

Dari rahim Nyi Roro Kidul, lahirlah seorang putra bernama Rogo Bahu. Ketika dewasa, ia mencari ayahnya ke Kerajaan Mataram.

Namun, sang ayah menolak mengakui dirinya. Dalam kekecewaan dan amarah, Rogo Bahu memutuskan untuk pergi dan hidup mengembara, hingga akhirnya menetap di pesisir yang kini dikenal sebagai Pantai Tawang.

Di tempat itu, Rogo Bahu bertemu empat tokoh dari Keraton Nyi Gadung Melati, Nyi Gambir Anom, Tumenggung Mangkunegaran, dan Ki Wonocaki. Persahabatan yang terjalin membuat mereka berlima sepakat menetap di wilayah tersebut.

Mereka membuat lima sumur sebagai sumber kehidupan, dan dari sanalah masyarakat mulai berdatangan, hingga Tawang menjadi permukiman yang ramai.

Menariknya, kelima sumur peninggalan para pepunden ini masing-masing memiliki nama Sumur yang berbeda, Rogo Bahu memiliki sumur Di pantai tawang, Sumur Gede Nyi Gadung Melati, Sumur pinggir Nyi Gambir Anom, Sumur Wungu Tumenggung Mangkunegaran, dan Sumur teren Ki Wonocaki.

Kelima sumur tersebut dipercaya memiliki daya spiritual dan menjadi tempat pelarungan sajen dalam prosesi adat tahunan.

Kelima tokoh ini kemudian dikenal sebagai leluhur atau pepunden. Mereka memiliki kegemaran yang sama: mendengarkan gending-gending Jawa.

Dari semuanya, kesukaan Ki Wonocaki pada gending Jangkrik Genggong menjadi yang paling membekas di benak warga. Gending itu dikenal energik, khas, dan menjadi ikon kebudayaan Tawang hingga kini.

Setelah wafatnya kelima pepunden, warga setempat mengaku mendapatkan petunjuk melalui mimpi untuk menjaga dan merawat sumur peninggalan mereka. Dari sanalah muncul inisiatif untuk menggelar tradisi tahunan Tradisi Jangkrik Genggong.

Di tahun ini kegiatan puncak dilaksanakan pada Selasa, 13 Mei 2025 ,namun acara diawali dua hari sebelum acara puncak. Hari pertama diisi dengan bersih dusun, dan hari kedua prosesi adat, termasuk doa bersama serta makan bersama bertempat di Pelelangan Ikan (TPI) Tawang.

Prosesi dilanjutkan dengan pelarungan sajen ke lima sumur sebagai bentuk penghormatan kepada para pepunden.

Puncak acara ditandai dengan pertunjukan tari sakral, dimana kelima pepunden diperankan oleh pria meski dua di antaranya adalah tokoh perempuan. Setiap tokoh mendapat giliran menari, dengan penutup Ki Wonocaki yang menampilkan tarian iringan gending Jangkrik Genggong.

Juru kunci lokasi sumur, Suwito, saat ditemui menyatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan wujud ketaatan terhadap amanah spiritual.

“Ini bukan sekadar budaya, tapi warisan yang harus dijaga dengan hati. Kita diajari menghormati tanah, leluhur, dan sejarah. Gending Jangkrik Genggong itu bukan hanya suara, tapi simbol semangat hidup warga Tawang,” jelas Suwito. Selasa, (13/5/2025).

Menariknya, warga meyakini bahwa jalur tengah menuju panggung adalah jalur khusus yang tidak boleh dilewati sembarangan. Jika dilanggar, diyakini akan berakibat kesurupan, sebagai bentuk pelanggaran terhadap jalan para leluhur.

Tradisi Jangkrik Genggong menjadi warisan budaya yang hidup, bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga wujud ketaatan terhadap nilai, sejarah, dan spiritualitas lokal. (*)

Dengan pelestarian yang terus dilakukan oleh masyarakat Tawang, tradisi ini menjadi simbol harmoni antara manusia, budaya, dan alam.(*)

Tags: #PACITANJangkrik Genggong
SendShare10Tweet7
Previous Post

Ingin Anak Berprestasi? Insan Mahardika Pacitan Tawarkan Bimbel dan Kursus Komputer

Next Post

LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

Admin Berita Pacitan

Admin Berita Pacitan

Next Post
LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

LKS Tak Wajib Dibeli, Dindik Pacitan Minta Sekolah Lebih Transparan

Delapan Titik Sumur Pertanian Dibangun di Pacitan, DKPP Fokus Pantau Progres

Delapan Titik Sumur Pertanian Dibangun di Pacitan, DKPP Fokus Pantau Progres

Inovasi Ramah Lingkungan, PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Inovasi Ramah Lingkungan, PMII Pacitan Kenalkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap ke DLH

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Ekonomi

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

by Sunardi
January 9, 2026
0
54

Beritapacitan.com, PACITAN - Ketika Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan mangkrak...

Read more
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026
7
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
26
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
67
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
387

Berita Terbaru

Warga menunjukkan tempat proses pengolahan pupuk kompos berbahan kotoran sapi di bekas bangunan TPS 3R Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis, 9 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos

January 9, 2026
Ilustrasi siswa SD di Pacitan tampak antusias mengerjakan soal US. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan

January 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Keren, Bangunan TPS 3R Mangkrak di Punung Pacitan Disulap Jadi Pabrik Kompos
  • Dindik Pacitan Belum Kantongi Data Riil Anak Tidak Sekolah, Penyisiran Ulang Dilakukan
  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In