Beritapacitan.com, PACITAN– Masjid Alet Bandulan yang berlokasi di Desa Ploso, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berhasil mencuri perhatian masyarakat dan wisatawan.
Masjid ini dibangun oleh Agus Sarmanto sebagai wujud kerinduannya terhadap Nabi Muhammad SAW dan suasana Madinah yang ia rasakan saat menunaikan ibadah haji dan umrah.
Pembangunan masjid dengan luas 20 meter persegi ini dimulai pada tahun 2017 dan selesai pada 2021, dengan total biaya sekitar Rp 2 miliar.
Sejak diresmikan, Masjid Alet Bandulan menarik banyak pengunjung, termasuk mereka yang pernah menjalankan haji atau umrah.
Keindahan masjid ini dianggap mampu mengobati kerinduan mereka akan suasana Madinah.
“Banyak pengunjung dari luar kota, terutama ibu-ibu, yang datang ke sini, terutama saat Ramadan,” kata Agus kepada Beritapacitan.com, Jumat, 24 Januari 2025.

Halaman masjid juga dihiasi dengan pohon kurma, yang semakin memperkuat suasana khas Madinah meskipun berada di pedesaan.
“Dengan segala keunikannya, Masjid Alet Bandulan menjadi destinasi wisata religi yang cocok, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Pacitan,” tandasnya.
Bak Masjid Nabawi Arab Saudi
Desain tempat ibadah itu yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, menjadi daya tarik utama.
Ciri khas Masjid Nabawi, seperti payung hidrolik, juga dihadirkan di Masjid Alet Bandulan.
Terdapat tiga payung hidrolik yang dipasang di halaman depan masjid, siap digunakan saat diperlukan. Hal ini memberikan nuansa khas seperti di Masjid Nabawi.
Saat memasuki area masjid, pengunjung akan disambut oleh pintu masjid yang megah dan mewah, dihiasi ukiran kaligrafi berwarna emas yang menambah kesan elegan.
Bagian dalam masjid pun tak kalah indah, dengan ornamen kaligrafi yang memadukan warna emas dan putih, menciptakan suasana khusyuk untuk beribadah.

Riza Audi Rifki, salah satu jamaah yang berkunjung, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap masjid ini.
“Masjid Alet Bandulan benar-benar mirip dengan Masjid Nabawi. Tempatnya yang berada di desa memberikan suasana tersendiri dalam beribadah,” tandasnya. (*)