Beritapacitan.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami dengan menggunakan teknologi terkini.
Salah satu upaya tersebut adalah pemanfaatan sistem peringatan dini InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang dikelola oleh BMKG.
Dalam setiap hari, petugas BPBD Pacitan tampak memantau langsung peta seismik yang ditampilkan melalui perangkat layar interaktif.
Sistem tersebut memberikan informasi real-time mengenai aktivitas seismik yang terjadi di wilayah Indonesia, termasuk gempa dengan kekuatan yang terdeteksi hari ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, menyatakan bahwa pemantauan ini adalah bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan risiko bencana.
“Dengan adanya InaTEWS, kita dapat merespons dengan lebih cepat dan tepat jika ada ancaman tsunami. Data yang ditampilkan membantu kami menentukan wilayah yang perlu segera dievakuasi,” jelas Radite, kepada Beritapacitan.com, Kamis, 23 Januari 2025.
Ia juga menambahkan, BPBD Pacitan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir agar memahami tanda-tanda bahaya tsunami dan prosedur evakuasi.
“Masyarakat adalah kunci utama dalam upaya mitigasi bencana. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menyelamatkan diri lebih dini,” imbuhnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen BPBD Pacitan untuk selalu siaga dan sigap dalam menghadapi potensi bencana, mengingat Pacitan merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami di Jawa Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG.
“Dengan pemanfaatan teknologi modern dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman,” tandasnya. (*)