Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini telah menyebar merata di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Sebanyak 1.050 kasus tercatat, atau sekitar 1,75% dari total populasi sapi yang terdampak PMK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mencegah penyebaran PMK di wilayah tersebut.
“Kami telah membentuk tujuh tim yang terdiri dari medik dan paramedik veteriner untuk menangani pengobatan ternak yang sakit. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan lancar,” jelas Sugeng, kepada Berita Pacitan.
Selain itu, DKPP juga membuka contact hotline untuk mempercepat pelaporan kasus, melaksanakan vaksinasi pada ternak yang sehat, serta memberikan sosialisasi kepada peternak terkait sanitasi kandang dan penggunaan obat herbal sebagai langkah penanganan mandiri.
langkah-langkah yang diambil pemerintah mendapatkan dukungan positif dari para peternak. Mereka mendukung pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi.
“Setelah sosialisasi, peternak mulai memahami pentingnya biosecurity dan menjaga sanitasi kandang. Peternak juga tidak lagi panik jika ternaknya menunjukkan gejala PMK karena sudah tahu cara penanganannya,” ucapnya.
Namun, pemerintah daerah masih menghadapi beberapa kendala dalam penanganan PMK. Stok obat yang terbatas menjadi salah satu hambatan utama.
Selain itu, lalu lintas ternak yang masih sulit dikendalikan juga menjadi tantangan, termasuk keberadaan pedagang atau blantik yang membuat peternak khawatir hingga menjual ternaknya dengan harga murah.
Sugeng berharap agar semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga para peternak, dapat bekerja sama untuk mengatasi PMK secara menyeluruh.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas agar upaya pencegahan dan pengobatan berjalan optimal,” tegasnya.
Berdasarkan data terakhir dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISHIKNAS), dari 1.050 kasus PMK yang dilaporkan, sebanyak 817 ternak masih sakit, 100 ternak mati dan telah dikubur, 63 ternak dipotong paksa, dan 70 ternak dinyatakan sembuh.
“Dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, pemerintah optimis penyebaran PMK di Kabupaten Pacitan dapat segera dikendalikan,” tandasnya.