Beritapacitan.com, PACITAN – Euforia tradisi Ronthek Gugah Sahur yang setiap Ramadan meramaikan jalanan di Kabupaten Pacitan kembali menyisakan persoalan kebersihan.
Usai kegiatan tersebut, sampah berupa sisa kembang api, plastik bekas jajanan, hingga botol minuman terlihat berserakan di sejumlah titik.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah paling banyak terlihat di kawasan depan Pendopo Kabupaten Pacitan yang menjadi salah satu titik keramaian penonton.
Tidak hanya di lokasi tersebut, sampah juga tampak tercecer di sepanjang ruas jalan yang dilalui para peserta ronthek.
Berbagai jenis sampah tersebut terlihat memenuhi badan jalan hingga trotoar.
Sampah-sampah itu diduga berasal dari pengunjung yang memadati kawasan untuk menyaksikan tradisi tahunan yang selalu menyedot antusiasme masyarakat.
Kondisi ini mendapat sorotan dari salah satu warga yang turut menyaksikan kegiatan tersebut, warga Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Pacitan Khamdan Riski.
Ia menilai persoalan kebersihan dalam kegiatan yang melibatkan massa besar seharusnya juga menjadi perhatian bersama.
“Katanya ronthek merupakan tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan. Namun persoalan sampah yang tertinggal setelah kegiatan juga harus menjadi perhatian serius,” ujarnya, Minggu (15/03/2026).
Menurutnya, selain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, kesiapan petugas kebersihan juga diperlukan agar kondisi ruang publik tetap terjaga setelah kegiatan selesai.
Ia berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama pihak terkait dapat mengantisipasi persoalan tersebut dengan langkah yang lebih terkoordinasi, mulai dari penyediaan fasilitas tempat sampah hingga penanganan kebersihan pascakegiatan.
“Tradisi tetap berjalan, tapi kebersihan lingkungan juga harus dijaga. Apalagi kegiatan ini melibatkan banyak orang dan berlangsung di ruang publik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, Cicik Rudhotul Jannah, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon memberikan keterangan terkait kondisi sampah pascakegiatan Ronthek Gugah Sahur tersebut.
“Ini sedang proses pembersihan setelah teman-teman dari DLH usai sholat subuh,” Ungkapnya.
ia juga berharap semoga warga Pacitan semua sadar lingkungan, sadar sampah, terutama pemuda-pemudanya.
Ronthek Gugah Sahur sendiri merupakan tradisi khas Pacitan yang digelar setiap Ramadan sebagai bagian dari budaya membangunkan masyarakat untuk sahur.
Selain menjadi warisan budaya lokal, kegiatan ini juga kerap menjadi hiburan rakyat yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah.(*)







