Beritapacitan.com, PACITAN – Tradisi ronthek gugah sahur yang selalu meramaikan bulan Ramadan di Kabupaten Pacitan menghadirkan kesan tersendiri bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman.
Salah satunya dirasakan warga Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Nur Salim.
Setelah beberapa waktu merantau, Salim akhirnya dapat kembali merasakan suasana Ramadan di tanah kelahirannya.
Momen tersebut terasa lebih istimewa karena untuk pertama kalinya ia bisa menyaksikan secara langsung tradisi ronthek gugah sahur yang selama ini hanya ia lihat melalui video kiriman teman-temannya.
Salim mengaku, dari sejak sembilan tahun hidup di tanah rantau dan beberapa tahun terakhir dirinya hanya bisa mengikuti kemeriahan ronthek gugah sahur Pacitan melalui video yang beredar di grup WhatsApp dari teman-temannya.
Rasa penasaran itu akhirnya terjawab ketika ia pulang kampung pada Ramadan tahun ini.
“Biasanya kalau Ramadan saya cuma lihat ronthek gugah sahur lewat video di grup WhatsApp teman-teman. Tahun ini kebetulan bisa pulang dan akhirnya bisa melihat langsung,” ujarnya dilokasi, Minggu (15/3/2016) dini hari.
Ia mengaku cukup terkejut melihat suasana di lapangan yang begitu ramai. Ribuan warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan ronthek yang dimainkan para pemuda dari berbagai kelompok.
“Setelah saya melihat langsung ternyata ramai sekali, sampai padat penonton yang menyaksikan. Bahkan sempat ada yang ribut seperti tawuran. Kejam juga, tapi tetap banyak yang nonton,” katanya.
Menurutnya, pengalaman menyaksikan langsung tradisi tersebut memberikan kesan yang jauh berbeda dibandingkan hanya melihatnya melalui layar ponsel.
Dentuman alat musik tradisional, sorak penonton, kebang api hingga dinamika di jalan membuat suasana Ramadan di Pacitan terasa lebih hidup.
Tradisi ronthek gugah sahur sendiri menjadi salah satu kegiatan khas masyarakat Pacitan setiap bulan Ramadan.
Selain untuk membangunkan warga sahur, kegiatan ini juga menjadi ruang kreativitas para pemuda dengan berbagai aransemen musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok perdesa dan Kelurahan berkeliling di pusat kota.(*)







