Beritapacitan.com, PACITAN – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik yang melintas di jalur provinsi wilayah Pacitan.
Kepala UPT PJJ Pacitan Dinas PU Bina Marga Jatim, Budi Hari Santoso, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah alat berat serta personel untuk mengantisipasi potensi gangguan di jalur mudik, khususnya di titik-titik rawan longsor.
“Untuk persiapan jalur mudik di wilayah Pacitan, kami telah menyiapkan beberapa peralatan berat. Ada tiga unit wheel loader, dua di antaranya kami siagakan di jalur Pacitan-Ponorogo, sedangkan satu unit ditempatkan di jalur Arjosari-Nawangan-Purwantoro,” kata Budi, Rabu (11/3/2026).
Selain alat berat, pihaknya juga menyiapkan kendaraan operasional berupa truk, dump truck, serta pick up, guna mendukung penanganan cepat apabila terjadi gangguan di jalan.
UPT PJJ Pacitan juga menyiagakan tim operasional reaksi cepat (ORC) yang terdiri dari sekitar 10 hingga 18 personel, lengkap dengan berbagai peralatan pendukung.
Tidak hanya kesiapan alat dan personel, Dinas PU Bina Marga Jatim melalui UPT PJJ Pacitan juga melakukan pemasangan rambu-rambu tambahan di sepanjang jalur provinsi, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi longsor.
Menurut Budi, sejumlah titik rawan longsor di jalur Pacitan-Ponorogo tersebar di beberapa desa, di antaranya Gemaharjo, Pucangombo, Tegalombo, Ngreco, Gedangan, Gedung Bendo, Mangunharjo hingga Gegeran
Sementara pada jalur Arjosari-Nawangan, potensi longsor tebing berada di wilayah Desa Temon, Gedanggondang, serta Desa Jetis Lor.
“Untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, kami juga menambah rambu peringatan di titik-titik tersebut agar pengendara lebih waspada,” jelasnya.
Selain itu, perbaikan jalan juga menjadi fokus utama menjelang puncak arus mudik.
Pihaknya setiap hari melakukan penambalan lubang pada jalan aspal provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Penambalan lubang kami lakukan setiap hari. Target kami H-7 sampai H-5 sebelum Lebaran seluruh lubang sudah tertutup, sehingga jalur lebih aman dilalui pemudik,” tambahnya.
Budi juga mengingatkan adanya beberapa titik yang perlu menjadi perhatian khusus bagi para pengguna jalan, salah satunya di kilometer 250 hingga 252 di Desa Gedangan, yang merupakan bekas lokasi longsor tebing lama dan dinilai masih memiliki potensi kerawanan.
Titik lain yang juga perlu diwaspadai berada di wilayah Desa Ngreco.
Selama masa Lebaran, UPT PJJ Pacitan juga akan bergabung dalam posko terpadu yang berada di rest area depan Masjid Tegalombo untuk memantau kondisi jalur serta mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di jalan.
Masyarakat juga dapat melaporkan kondisi darurat di jalan melalui call center darurat 0821-3000-8099.
Budi turut mengimbau para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengimbau kepada para pemudik untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menghindari perjalanan malam hari jika memungkinkan, serta selalu berkoordinasi dengan forum lalu lintas di Pacitan untuk mengetahui kondisi terkini jalur mudik,” pungkasnya.(*)








