Beritapacitan.com, PACITAN – Momentum Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul fitri kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan, salah satunya usaha kue kering yang banyak diburu sebagai sajian khas Lebaran.
Pelaku usaha kue kering rumahan, Aulia Zahrotul Ilmi, yang berlokasi di Mendole, Desa Sirnoboyo, Kabupaten Pacitan ini mengaku setiap tahun permintaan kue buatannya meningkat menjelang Lebaran.

Pesanan tidak hanya datang dari kerabat dekat, tetapi juga dari masyarakat sekitar yang sudah menjadi pelanggan.
“Pesanan biasanya dari kerabat dan juga masyarakat sekitar. Karena momentum Lebaran memang banyak yang mencari kue untuk suguhan di rumah,” ujar Aulia. Rabu, (11/3/2026).
Usaha tersebut telah dijalankan selama tiga tahun terakhir setiap bulan Ramadan. Proses produksi biasanya mulai dilakukan saat memasuki pertengahan hingga akhir bulan puasa, ketika permintaan mulai meningkat.
Menurutnya, pembuatan kue dilakukan secara bertahap agar kualitas dan rasa tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
“Ini sudah berjalan sekitar tiga tahun setiap bulan puasa. Proses produksinya biasanya dimulai mendekati Lebaran,” jelasnya.
Untuk harga, Aulia mematok harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat. Setiap toples kue kering dijual mulai dari Rp65 ribu, tergantung jenis kue yang dipesan.
Dengan usaha sederhana tersebut, Aulia berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan sajian khas Lebaran sekaligus menambah penghasilan keluarga di momen Ramadan.
“Harapannya usaha ini bisa terus berjalan dan semakin banyak yang memesan,” pungkasnya.(*)







