Saturday, March 14, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home POLRI

Lakalantas di Pacitan Didominasi Usia Pelajar, Polres: Transportasi Sekolah Terbatas

Editor: Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
August 23, 2025
in POLRI
Reading Time: 2min read
0
AKP Moch Angga Bagus Sasongko, Kasatlantas Polres Pacitan, saat menjelaskan faktor penyebab tingginya angka kecelakaan pelajar serta langkah pencegahan yang tengah dilakukan kepolisian. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

AKP Moch Angga Bagus Sasongko, Kasatlantas Polres Pacitan, saat menjelaskan faktor penyebab tingginya angka kecelakaan pelajar serta langkah pencegahan yang tengah dilakukan kepolisian. (Foto: Sunardi Berita Pacitan).

38
SHARES
92
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN – Angka kecelakaan lalu lintas di Pacitan masih didominasi pelajar.

Kasatlantas Polres Pacitan, AKP Moch Angga Bagus Sasongko, menyebut mayoritas korban kecelakaan sepanjang 2025 berasal dari usia produktif, terutama anak sekolah yang belum cukup umur untuk berkendara.

Related posts

Ratusan Miras Jowo/Ciu di musnahkan di halaman pendopo Kabupaten Pacitan oleh Polres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

March 12, 2026
23
Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Pacitan terpantau ramai. Sejumlah titik persimpangan yang telah terpasang perangkat ETLE statis masih menunggu proses pengaktifan. Satlantas Polres Pacitan saat ini mengoptimalkan mobil incar (ETLE mobile) untuk meningkatkan penindakan pelanggaran secara elektronik di wilayah hukum Pacitan. (Foto: Sunadi Berita Pacitan).

ETLE Statis Belum Aktif, Satlantas Pacitan Optimalkan Mobil Incar di 2026

February 20, 2026
55

“Untuk mayoritas memang kecelakaan pelajar masih mendominasi tahun ini. Sampai saat ini total kecelakaan di Pacitan lebih banyak melibatkan usia produktif, khususnya pelajar,” ujar AKP Angga saat ditemui, Sabtu (23/8/2025).

Kondisi ini, lanjut Angga, menjadi problem bersama. Rata-rata siswa di Pacitan sudah mengendarai motor ke sekolah, meski sebagian belum cukup umur.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan berkoordinasi dengan guru agar ada ketegasan aturan, namun ketiadaan transportasi umum di sekolah turut menjadi persoalan.

“Ini juga problem kita. Transportasi umum di sekolah masih sangat terbatas. Itu jadi alasan banyak anak terpaksa membawa motor, meski belum cukup umur,” jelasnya.

Polres Pacitan menilai ada dua faktor dominan penyebab kecelakaan, yakni sumber daya manusia dan sarana prasarana. Dari sisi manusia, banyak pelajar belajar motor secara otodidak, tidak memahami teknik berkendara aman, serta abai kelengkapan keselamatan.

Dari sisi infrastruktur, kondisi jalan hingga penerangan lampu di beberapa titik rawan turut berkontribusi.

“Kalau di malam hari, titik rawan ada di wilayah Tegalombo, karena lampu penerangan minim. Sementara jam rawan kecelakaan biasanya pagi saat berangkat sekolah, siang, hingga malam hari sekitar pukul 21.00 sampai menjelang subuh,” terangnya.

Fenomena maraknya penggunaan motor listrik juga menjadi perhatian. Angga menegaskan, meski tanpa mesin konvensional, motor listrik tetap diatur dalam regulasi Kementerian Perhubungan, mulai dari batas usia pengendara hingga kewajiban menggunakan helm.

“Kemarin Pak Kapolres juga sudah menekankan soal motor listrik. Ada ketentuan batasan umur, penggunaan helm, dan registrasi di Samsat agar jelas legalitasnya. Jadi masyarakat harus tahu, tidak bisa asal pakai,” tegasnya.

Sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat 14 kasus kecelakaan berujung meninggal dunia di Pacitan. Meski angka ini menurun dibandingkan 2024 yang sempat tinggi, kecelakaan dengan korban pelajar tetap mendominasi.

Selain itu, operasi Patuh yang digelar Polres Pacitan juga mencatat ribuan pelanggaran. “Dalam operasi Patuh, ada sekitar 600 tilang manual dan 7.000 teguran. Rata-rata pelanggaran dari kalangan pelajar adalah tidak pakai helm, tidak punya SIM, atau kendaraan tanpa kelengkapan administrasi,” papar Angga.

Tak hanya motor, penggunaan truk untuk mengangkut pelajar di desa-desa juga masih ditemui.

Praktik ini berisiko besar dan masuk kategori Laka Menonjol (Lakajol) karena potensi korban lebih dari tiga orang.

“Kita temukan juga anak-anak sekolah diangkut pakai truk. Itu sangat berbahaya. Kalau terjadi kecelakaan, dampaknya bisa fatal,” tandas Angga.

Kasatlantas memastikan langkah pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah, pabrik, hingga komunitas masyarakat pekerja.

Sementara terkait infrastruktur jalan dan rambu, Polres meneruskannya ke forum lalu lintas bersama Dinas Perhubungan maupun PUPR.

“Ini pekerjaan bersama. Polisi tidak bisa sendiri, butuh dukungan sekolah, orang tua, pemerintah daerah, sampai masyarakat. Karena nyawa anak-anak kita jauh lebih penting dari sekadar kebiasaan berkendara,” tutup Angga.(*)

Tags: infrastruktur jalan pacitankasatlantas pacitankecelakaan lalu lintas pacitankecelakaan pelajar pacitankeselamatan berkendarakeselamatan lalu lintaslaka lantas pacitanlaka menonjol pacitanlaka pelajar pacitanmotor listrik pacitanoperasi patuh pacitanpelajar belum cukup umurPolres Pacitanrambu lalu lintas pacitantransportasi umum pacitan
SendShare15Tweet10
Previous Post

Mengenal Reni Kusumaningsih, Satu-satunya Srikandi di Ekspedisi Merah Putih Pacitan

Next Post

HUT RI ke-80: KOPRI PMII Pacitan Adakan Lomba Seru, Dari Estafet Karet hingga Lempar Air

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Kebersamaan dan keceriaan kader PMII Pacitan tampak dalam lomba Semarak Kemerdekaan HUT RI ke-80 yang digelar di halaman Kampus STAINU Pacitan.(foto: Sunardi Berita Pacitan)

HUT RI ke-80: KOPRI PMII Pacitan Adakan Lomba Seru, Dari Estafet Karet hingga Lempar Air

Dilihat dari ketinggian, Pantai Nanggala tampak memukau dengan garis pantai berpasir putih yang tersembunyi di balik hutan tropis. Ombak besar Samudra Hindia berpadu indah dengan rimbun pepohonan hijau yang menjaganya tetap alami.(Foto : Ekspedisi Merah Putih for Berita Pacitan).

Menguak 70 Pantai Pacitan: Surga Tersembunyi yang Jadi Peta Baru Wisata Dunia

KH. Agus Muchammad Badaruddin Abdulloh (Gus Badar) saat menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Akbar dan Kalikuning Bershalawat di Lapangan Dembleng, Tulakan, Pacitan, Minggu (24/8/2025) malam.

Ribuan Warga Hadiri Pengajian Akbar di Kalikuning Pacitan, Gus Badar Ajak Jamaah Jauhi Narkoba

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana ronthek gugah sahur di Pacitan dipadati penonton pada dini hari. Asap flare menambah dramatis kemeriahan arak-arakan kelompok ronthek yang memadati jalanan. (Foto: Sunardi / Berita Pacitan).
Daerah

Sembilan Tahun Merantau, Warga Pacitan Ini Akhirnya Nonton Ronthek Langsung

by Sunardi
March 14, 2026
0
14

Beritapacitan.com, PACITAN - Tradisi ronthek gugah sahur yang selalu meramaikan bulan Ramadan di Kabupaten Pacitan menghadirkan kesan tersendiri bagi para...

Read more
Ratusan Miras Jowo/Ciu di musnahkan di halaman pendopo Kabupaten Pacitan oleh Polres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

March 12, 2026
23
Sejumlah pompa BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Pacitan tidak beroperasi setelah stok bahan bakar habis, Kamis 12/3/2026. (Foto : Sunardi/Beritapacitan.com)

SPBU di Pacitan Sempat Tutup, Stok BBM Diklaim Tak Langka

March 12, 2026
40
Aulia menunjukkan kue kering hasil produksi rumahan yang mulai banyak dipesan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

Jelang Idul Fitri, Kue Nastar Rumahan di Pacitan Kebanjiran Pesanan

March 11, 2026
47
Kantor UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Menjelang arus mudik Lebaran 2026. (Foto: Sunardi Beeitapacitan.com)

UPT PJJ Pacitan Siagakan Alat Berat dan Tim Siaga, Antisipasi Longsor di Jalur Mudik Lebaran

March 11, 2026
15

Berita Terbaru

Suasana ronthek gugah sahur di Pacitan dipadati penonton pada dini hari. Asap flare menambah dramatis kemeriahan arak-arakan kelompok ronthek yang memadati jalanan. (Foto: Sunardi / Berita Pacitan).

Sembilan Tahun Merantau, Warga Pacitan Ini Akhirnya Nonton Ronthek Langsung

March 14, 2026
Ratusan Miras Jowo/Ciu di musnahkan di halaman pendopo Kabupaten Pacitan oleh Polres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026

March 12, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Sembilan Tahun Merantau, Warga Pacitan Ini Akhirnya Nonton Ronthek Langsung
  • Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Polres Pacitan Cipta Kondisi Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026
  • SPBU di Pacitan Sempat Tutup, Stok BBM Diklaim Tak Langka
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In