Sunday, April 12, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Pacitan Naik Tipis, Jayuk: Malah Bagus

Editor: Al Ahmadi

Sunardi by Sunardi
May 20, 2025
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
0
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPKB dan PPPA) Pacitan, Jayuk Susilaningtyas, M.M. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPKB dan PPPA) Pacitan, Jayuk Susilaningtyas, M.M. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

44
SHARES
107
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan PPPA) Kabupaten Pacitan mencatat peningkatan tipis dalam jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dari 15 kasus pada 2024, jumlahnya bertambah menjadi 17 kasus hingga pertengahan 2025.

Related posts

Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
6
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
155

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PPKB dan PPPA Pacitan, Jayuk Susilaningtyas, justru menyampaikan pandangan positif.

Menurutnya, kenaikan angka bukan cerminan lemahnya penanganan, melainkan indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.

“Malah bagus. Kami justru dorong masyarakat berani melapor. Jika tidak ada laporan, kami tidak bisa mendampingi. Ini hasil kerja keras edukasi tentang 2P (Pelapor dan Lapor),” ucap Jayuk, Selasa, 20 Mei 2025.

Jayuk menegaskan, pelaporan merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam proses perlindungan korban. Tanpa laporan, upaya pendampingan dan intervensi sulit dilakukan.

“Semakin banyak yang melapor, semakin banyak yang bisa kami bantu dan lindungi,” tambahnya.

Selama ini, banyak kasus kekerasan, khususnya dalam lingkup rumah tangga, tidak terdeteksi karena korban enggan melapor. Rasa takut, malu, hingga tekanan sosial masih menjadi hambatan besar.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas PPKB dan PPPA menggencarkan sosialisasi serta membuka layanan pengaduan yang lebih mudah dan aman. Layanan konseling dan pendampingan hukum juga terus diperluas.

Lebih dari itu, berbagai elemen masyarakat dilibatkan dalam pembentukan jejaring perlindungan. Organisasi seperti Fatayat NU, PKK, lembaga pendidikan, hingga kader lapangan menjadi mitra strategis.

“Upaya pencegahan dan penanganan ini tidak bisa dikerjakan satu instansi saja. Harus ada sinergi semua pihak agar perempuan dan anak benar-benar terlindungi dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Jayuk.

Angka Pernikahan Dini Turun Berkat Edukasi Terstruktur

Sementara itu, angka pernikahan dini di Pacitan menunjukkan tren penurunan sejak pandemi.

Jika pada masa pandemi sempat menembus lebih dari 400 pengajuan, maka pada 2023 dan 2024 jumlahnya terus menurun. Hingga pertengahan 2025, tercatat hanya sekitar tiga ratusan kasus.

Menurut Jayuk, penurunan ini tak lepas dari kebijakan edukatif dan pembentukan tim verifikasi di tingkat kecamatan.

Tim ini terdiri dari camat, penyuluh, dan pihak Kantor Urusan Agama (KUA), yang bertugas melakukan pendampingan serta edukasi pranikah.

“Tidak ada persetujuan langsung. Semua pengajuan wajib melalui edukasi. Dan sejak Agustus 2023, permohonan ke Pengadilan Agama yang tidak memenuhi syarat usia minimal 19 tahun langsung ditolak,” ungkap Jayuk.

Ia menambahkan, faktor ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan orang tua masih menjadi pemicu utama maraknya pernikahan dini.

“Rata-rata orang tua berlatar pendidikan SMP dan kondisi ekonomi lemah. Mereka berharap menikahkan anak bisa mengurangi beban. Padahal justru menambah beban baru,” pungkasnya. (*)

Tags: #PACITAN
SendShare18Tweet11
Previous Post

Dindik Pacitan Soroti Kasus Pelajar Berpasangan, Tekankan Peran Orang Tua dan Sekolah

Next Post

Diki Kurnia Pimpin PMII STAINU Pacitan, Siap Kawal Isu Pendidikan

Sunardi

Sunardi

Jurnalis Berita Pacitan yang bekerja di Wilayah Pacitan

Next Post
Diki Kurnia Pimpin PMII STAINU Pacitan, Siap Kawal Isu Pendidikan

Diki Kurnia Pimpin PMII STAINU Pacitan, Siap Kawal Isu Pendidikan

BKD Pacitan Tingkatkan Strategi Monitoring untuk Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah

BKD Pacitan Tingkatkan Strategi Monitoring untuk Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah

Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Bambang Marhaendrawan, Rabu, 21 Mei 2025. (Foto: Diki Kurnia/Beritapacitan.com)

Dinas Perikanan Pacitan Akui Tarikan Retribusi Masih Tersendat

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Suasana panggung utama Syawalan Fest yang ramai dikerumuni penonton. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)
Ekonomi

Lautan Manusia Padati Syawalan Fest 2026, Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Warga

by Sunardi
April 12, 2026
0
10

Beritapacitan.com, PACITAN - Gelaran Syawalan Fest 2026 di Lapangan PETA Sidoarjo (Kodim 0801 Pacitan) disambut antusias ribuan warga. Sejak dibuka...

Read more
Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

April 8, 2026
39
Perumda Air Minum Pacitan memastikan pasokan air masih aman, sembari menyiapkan strategi distribusi jika kemarau panjang terjadi. (Foto: Sunardi/BeritaPacitan.com)

Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman

April 8, 2026
10
Suasana halalbihalal dan puncak HPN di Pacitan, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Sunardi/Beritapacitan.com)

Sekda Pacitan Sampaikan Ini di Puncak Resepsi HPN 2026 dan Halalbihalal FPPA

April 7, 2026
6
Kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih menjadi ancaman serius, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban. (Foto: Ilustrasi Canva)

Kekerasan Anak dan Perempuan di Pacitan: Guru dan Pacar Jadi Pelaku

March 31, 2026
155

Berita Terbaru

Suasana panggung utama Syawalan Fest yang ramai dikerumuni penonton. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Lautan Manusia Padati Syawalan Fest 2026, Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Warga

April 12, 2026
Drs. Eko Setyoranu saat memberikan keterangan terkait fokus kedepan usai resmi menjadi DPRD Pacitan, Rabu, 8 April 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan)

Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan

April 8, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Lautan Manusia Padati Syawalan Fest 2026, Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ekonomi Warga
  • Usai Disumpah Sebagai PAW, Ini Fokus Eko Setyoranu di DPRD Pacitan
  • Hadapi Potensi Kemarau Panjang, Perumdam Pacitan Klaim Debit Air Aman
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In