Beritapacitan.com, PACITAN – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pacitan dipastikan dalam kondisi aman hingga Maret 2025.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, berdasarkan data alokasi 2025.
“Berdasarkan data terbaru, total pupuk yang telah ditebus petani hingga Februari 2025 mencapai 2.351.196 ton atau sekitar 7,95 persen dari total alokasi tahunan sebesar 29.564.000 ton,” ujar Sugeng, Senin (6/3/2025).
Rincian distribusi pupuk mencakup Urea sebanyak 15.696.000 ton dengan realisasi 1.143.977 ton, NPK 12.552.000 ton dengan realisasi 1.117.849 ton, NPK Formula Khusus 20.000 ton yang belum terealisasi, serta pupuk organik sebanyak 1.296.000 ton dengan realisasi 89.370 ton.
Selain itu, stok pupuk di Gudang Lini III per 6 Maret 2025 juga mencukupi. Di GP Kayen tersedia 460,2 ton Urea, 821,6 ton NPK Phonska, 10,2 ton NPK Formula Khusus, dan 50,8 ton Petroganik. Sementara itu, di GP Pringkuku tersedia 766,9 ton Urea dan 925,9 ton NPK Phonska.
Sugeng menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala dalam distribusi maupun penyaluran pupuk bersubsidi. “Kami terus melakukan koordinasi dengan distributor dan pengecer agar pasokan pupuk tetap stabil, terutama pada musim tanam,” jelasnya kepada Berita Pacitan.
Pupuk bersubsidi ini diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani serta telah terdaftar dalam sistem e-RDKK. Jenis pupuk yang tersedia bagi petani di Pacitan meliputi Urea, NPK, NPK Formula Khusus untuk tanaman kakao, dan pupuk organik.
“Pemerintah daerah terus berupaya memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dengan melakukan pemantauan di gudang penyimpanan serta memperkuat distribusi hingga ke tingkat kios pengecer,” tandasnya. (*)