Beritapacitan.com, PACITAN–Tradisi rontek untuk menggugah sahur di Pacitan kembali berlangsung selama Ramadan 1446 Hijriah.
Namun, perayaan budaya ini kerap diwarnai gesekan antar kelompok yang berpotensi menimbulkan ketegangan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polri, TNI, serta stakeholder lainnya meningkatkan pengamanan di berbagai titik rawan konflik.
Kepala Satpol PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya melakukan penjagaan ketat di berbagai titik strategis, terutama di perempatan dan lokasi yang dianggap berisiko terjadi gesekan.
“Hampir semua perempatan dan titik rawan kami jaga bersama Polri, TNI, Dishub, serta Satpol PP. Kehadiran kami bukan untuk melarang, tetapi agar rontek tetap menjadi tradisi menarik yang tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” ujarnya kepada Berita Pacitan, Selasa 4 Maret 2025.

Rontek sendiri merupakan tradisi khas Pacitan yang dilakukan menjelang sahur dengan iring-iringan musik tabuh seperti kentongan dan bedug.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini kerap diwarnai gesekan antar kelompok akibat persaingan atau ketidaksepahaman di lapangan.
Satpol PP dan aparat keamanan lainnya berharap, dengan pengamanan yang diperketat, Ramadan tahun ini bisa menjadi momentum kebersamaan tanpa konflik.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, menghormati sesama, serta tidak mudah terpancing provokasi yang dapat memicu perpecahan. (*)