Thursday, January 8, 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
Berita Pacitan
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Ekonomi
  • Opini
  • Kriminal
  • Olah Raga
  • Kuliner
  • Gaya Hidup
  • Pemerintahan
  • Kesehatan
  • Peristiwa
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pacitan
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Nahdliyyin Sambong Pacitan Adakan Megengan, Simak Maknanya Dalam Islam

Diki Kurnia by Diki Kurnia
February 18, 2025
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
0
Nahdliyyin Sambong Pacitan Adakan Megengan, Simak Maknanya Dalam Islam

Suasana khidmat dalam acara Megengan (Nisfu Sya'ban) yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Sambong dan lintas organisasi. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Muttaqin, Desa Sambong pada Jumat, 16 Februari 2025. (Foto: Budi Hernowo)

31
SHARES
75
VIEWS
WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Beritapacitan.com, PACITAN–Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sambong bersama berbagai organisasi lintas desa menggelar acara Megengan di Masjid Muttaqiin, Dusun Bareng, Desa Sambong, Pacitan.

Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian budaya lokal yang sarat makna dan filosofi.

Related posts

Para relawan di Sumatra Barat melakukan serah terima simbolis bantuan donasi dari masyarakat Pacitan senilai Rp11 juta, Jumat, 12 Desember 2025. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke sejumlah titik terdampak banjir bandang. (Foto: Dok. Pacitan Peduli)

Dana Rp32 Juta Hasil Galang Pemuda Pacitan Tuntas Disalurkan ke Sumbar, Sumut, dan Aceh

December 12, 2025
38
AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Kapolres Pacitan, saat memaparkan perkembangan perkara cek mahar Rp3 miliar yang tidak sah, dengan tersangka Tarman yang dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Pacitan. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Cek Mahar Rp3 Miliar Palsu, Tarman Berujung Enam Tahun di Balik Jeruji

December 10, 2025
61

Megengan berasal dari kata “megeng” yang berarti menahan. Tradisi ini mengajarkan umat Islam untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkan ibadah puasa, seperti makan, minum, serta perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, Megengan juga memiliki makna mendalam sebagai doa keselamatan menjelang Ramadan, agar umat Islam siap secara lahir dan batin untuk menjalankan ibadah puasa.

Menurut Satkorkel Sambon, Budi Hernowo, kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Ranting NU Desa Sambong dan melibatkan berbagai organisasi, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, Rijalul Ansor, Ikatan Alumni Pondok Tremas, Kalimosodo, Karang Taruna, serta Persaudaraan Setia Hati Terate.

Acara semakin semarak dengan lantunan sholawat dari grup hadroh se-Desa Sambong dan tausiyah dari Ustaz Sardi dari Perguruan Islam Pondok Tremas.

“Kegiatan Megengan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat tradisi keagamaan masyarakat Sambong yang sudah berlangsung turun-temurun,” ujar Budi Hernowo.

Ketua NU Desa Sambong sekaligus ketua pelaksana, Shahabat Solikin, menambahkan bahwa Megengan juga menjadi ajang untuk menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

“Tradisi keagamaan Islam Nusantara harus terus dilestarikan, karena belakangan ini mulai tergerus oleh paham Islam transnasional yang kurang menghargai budaya lokal,” jelasnya.

Acara yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Desa Sambong, kepala dusun, ketua lintas organisasi, dan masyarakat Desa Sambong serta sekitarnya.

Warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama, sholawatan, hingga ceramah agama.

Mengutip dari NU Online, Syekh az-Zurqani dalam Syarah Mawahibul Ladduniyah (XI/222) menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada para sahabat atas kedatangan bulan Ramadan.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan an-Nasai dari Abu Hurairah RA berbunyi:

“Bulan Ramadan telah mendatangi kalian, sebuah bulan penuh berkah di mana kalian diwajibkan berpuasa di dalamnya, sebuah bulan di mana pintu langit dibuka, pintu neraka jahim ditutup, setan-setan diikat, dan sebuah bulan di mana di dalamnya terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang luput dari kebaikannya, maka ia telah luput dari kebaikan yang banyak.”

Hadits ini menjadi dasar atas praktik penyambutan Ramadan, termasuk melalui tradisi Megengan yang dilakukan masyarakat Sambong.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi Megengan tetap lestari sebagai bagian dari warisan budaya Islam Nusantara.

Selain itu, Megengan juga menjadi ajang untuk menyucikan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat keislaman dalam menyambut bulan penuh berkah, Ramadan.

Tags: #PACITANMegengan
SendShare12Tweet8
Previous Post

Pacitan Rayakan Hari Jadi ke-280, Berikut Filosofi Adat Prosesi di Baliknya

Next Post

Komunitas Rumah Jurnalis Adakan Workshop Jurnalistik bersama Kejari Pacitan

Diki Kurnia

Diki Kurnia

Jurnalis aktif di media online Beritapacitan.com Saat ini aktif melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pacitan. Berkomitmen untuk memberikan yang terbaik melalui profesinya.

Next Post
Komunitas Rumah Jurnalis Adakan Workshop Jurnalistik bersama Kejari Pacitan

Komunitas Rumah Jurnalis Adakan Workshop Jurnalistik bersama Kejari Pacitan

Pembentangan baliho catatan merah kinerja Bupati periode sebelumnya oleh PC PMII Pacitan, Kamis, 20 Februari 2025.(Foto: Diki Kurnia/Berita Pacitan)

Ucapan Pelantikan, PMII Pacitan Gelar Tahlilan Bentangkan Baliho Singgung Bupati-Wabub

Massa aksi saat beradu mulut dengan DPRD Pacitan dalam aksi Aliansi Cipayung, Selasa, 25 Februari 2025. (Foto: Diki Kurnia For Berita Pacitan)

Aliansi Cipayung Pacitan Kepung Pendopo dan DPRD: Tolak Efisiensi Anggaran, Desak Pengesahan UU Antikorupsi

Please login to join discussion
Berita Pacitan

Media Online Pertama di Kabupaten Pacitan yang menumbuhkan jiwa optimisme, di kemas dalam berita positif dan mengispirasi sesuai Undang-Undang Pers Tahun 1999

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).
Pemerintahan

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

by Sunardi
January 6, 2026
0
23

Beritapacitan.com, PACITAN - Petani muda di Kabupaten Pacitan diminta untuk bergabung dalam kelompok tani (poktan). Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya...

Read more
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026
58
Kasi Pendma Kemenag Pacitan Wisnu Bowo memaparkan kondisi madrasah dan tantangan kesejahteraan ribuan guru swasta di Pacitan. (Foto: Sunardi Beritapacitan.com)

2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya

January 5, 2026
295
Ketua Umum PC PMII Pacitan Sunadi, menegaskan peran sebagai agent of change, menjaga independensi, dan siap mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat menyongsong 2026. (Foto : Sunardi Berita Pacitan)

Refleksi 2025, PMII Pacitan Kirim Sinyal Kritis Siap Kawal Kebijakan Publik 2026

December 31, 2025
35
Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa pelanggaran miras menjadi perhatian serius setelah angkanya melonjak hingga lebih dari lima kali lipat. (Foto : Sunardi Berita Pacitan).

​Pelanggaran Minuman Keras Dominasi Tipiring, Kejahatan Narkotika dan Laka Lantas Justru Menurun

December 29, 2025
10

Berita Terbaru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait pendampingan petani muda dan peran kelompok tani, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Sunardi/Berita Pacitan).

Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya

January 6, 2026
Bangunan TPS 3R Kebonagung tampak kosong tanpa aktivitas pengolahan. Mesin, ruang kerja, dan fasilitas yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tidak difungsikan, menegaskan lemahnya perencanaan dan keberlanjutan program TPS 3R. (Foto : Sunardi/Berita Pacitan).

DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 

January 5, 2026

Temukan Kami di :

Berita Terpopuler

  • Petani Muda Pacitan Diminta Gabung Poktan, DKPP Papar Keuntungannya
  • DLH Pusing, Banyak TPS 3R di Kabupaten Pacitan Tak Berfungsi Optimal 
  • 2.174 Guru Madrasah Swasta di Pacitan Belum Sejahtera, Ini Biangnya
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

No Result
View All Result
  • Home
  • Kuliner
  • Kriminal
  • Pendidikan
  • Pariwisata
  • Opini
  • Gaya Hidup
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Olah Raga
  • Login

© 2021 PT MEDIA BERITA PACITAN Made with love by BikinKarya Creative Labs

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In