Beritapacitan.com, PACITAN–Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pacitan masih menunjukkan fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, tingkat kesembuhan ternak yang terinfeksi terus meningkat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengungkapkan bahwa penambahan kasus PMK masih bervariasi berdasarkan laporan harian. Namun, kabar baiknya, jumlah ternak yang pulih dari penyakit ini semakin bertambah.
“Saat ini, penambahan kasus PMK masih naik turun berdasarkan laporan harian. Namun, dari sisi kesembuhan, jumlah ternak yang pulih terus bertambah,” ujar Sugeng Santoso kepada Berita Pacitan pada Selasa, 4 Februari 2025.
Untuk menangani wabah ini, pemerintah daerah melalui petugas kesehatan hewan telah mengupayakan berbagai tindakan, termasuk pemberian obat, vitamin, serta penyemprotan disinfektan di kandang dan lingkungan sekitar ternak. Tak hanya itu, vaksinasi juga menjadi salah satu langkah utama, dengan total 7.000 dosis vaksin telah diberikan kepada sapi, kambing, dan domba.
“Kami terus melakukan edukasi kepada peternak tentang cara pencegahan PMK. Jika ada indikasi ternak sakit, kami harap peternak segera melaporkan agar dapat ditangani lebih awal. Jangan sampai kondisi ternak sudah parah baru melapor,” tambah Sugeng.
Meski banyak peternak yang merespons positif upaya tersebut, terdapat beberapa kendala dalam penanganan, di antaranya penolakan sebagian peternak terhadap kehadiran petugas kesehatan hewan dan laporan yang terlambat. Selain itu, lokasi peternakan yang tersebar juga mempengaruhi kecepatan penanganan.
Data terbaru mencatatkan 1.386 ekor ternak yang terdampak PMK di Pacitan. Dari angka tersebut, 986 ternak masih dalam kondisi sakit, 147 ekor mati dan dikubur, 80 ekor dipotong paksa, sementara 173 ekor lainnya dilaporkan sembuh.
Meskipun tantangan masih ada, pihak berwenang terus berupaya maksimal untuk menanggulangi wabah ini dan meningkatkan kesembuhan ternak di Kabupaten Pacitan. (*)