Berita Pacitan, Pacitan— Pengajian akbar Gus Iqdam yang rencananya bakal digelar pada Selasa malam, 28 Januari 2025 di Alun-alun Kabupaten Pacitan mendapat perhatian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan.
Dalam pernyataannya, PMII menyarankan agar acara pengajian tersebut dipindahkan ke Stadion Pacitan guna mengantisipasi potensi kemacetan parah di sekitar lokasi acara.
Menurut Ketua PMII Pacitan, Al Ahmadi, acara besar yang selama ini digelar di lokasi-lokasi pusat kota kerap menyebabkan kepadatan lalu lintas signifikan.
Dikhawatirkan, hal ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, terutama di jalan-jalan utama yang menjadi akses masyarakat.
“Sangat kami dukung acara pengajian seperti ini karena membawa manfaat spiritual bagi masyarakat. Namun kami hanya menyarankan acaranya dipindahkan ke Stadion agar lebih kondusif,” ujar Al Ahmadi, kepada Berita Pacitan.
Menurutnya, stadion merupakan lokasi strategis, memiliki lahan parkir serta akses jalan yang lebih memadai. Pun, masyarakat dapat mengikuti pengajian dengan nyaman tanpa harus terganggu.
Selain itu, Aldi sapaan akrab Al Ahmadi mengatakan, hadirnya pencerahan yang begitu kondang Gus Idham tentu berpotensi memicu lonjakan jamaah yang datang dari berbagai daerah. Dapat menimbulkan dampak lain.
Selain kemacetan, seperti meningkatnya volume sampah di sekitar lokasi acara dan risiko ketidaknyamanan bagi yang tinggal di sekitar Alun-alun.
Ia menambahkan, pengelolaan keramaian di lokasi terbuka seperti Alun-alun bisa menjadi tantangan besar bagi panitia, terutama terkait area parkir.
“Di stadion, fasilitas yang tersedia lebih memadai sehingga dapat mengurangi risiko ketidaknyamanan bagi jamaah maupun warga sekitar,” ujar Aldi.
Selain dampak lingkungan, Aldi juga menyoroti potensi gangguan pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku usaha kecil yang kerap mengalami penurunan pelanggan karena akses jalan terganggu.
“Para pedagang dan pelaku usaha di sekitar Alun-alun sering kali mengeluhkan sulitnya pelanggan mencapai tempat usaha mereka selama acara besar berlangsung. Hal ini tentunya dapat berdampak pada pendapatan mereka,” imbuhnya.
PMII Pacitan berharap, dengan pemindahan lokasi ke stadion, acara pengajian tetap dapat berlangsung khidmat tanpa menimbulkan dampak buruk sosial maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin acara ini tetap menjadi berkah bagi semua pihak, baik yang hadir maupun yang berada di sekitar lokasi,” tandas Aldi. (*)